Dibuat oleh: Admin Dipost : Selasa, 30 Juli 2024 / 24 Muharram 1446 H Agama Islam telah mendorong umatnya untuk belajar sejak awal turunnya Al-qur’an. Hal ini mendorong kita untuk belajar pada segala jenis pengetahuan dunia seperti penelitian ilmiah, membuka lingkaran belajar, pemanfaatan sumber daya masyarakat, pendekatan pemecahan masalah, bercerita dan pendidikan gratis maupun tentang mempersiapkan kehidupan setelah kematian (akhirat). Pentingnya pembelajaran dalam Islam ini berdasar pada fakta bahwa ayat yang pertama kali Allah SWT turunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril ialah surah Al-alaq yang artinya “Bacalah dengan menyebut nama nama Tuhanmu, yang telah menciptakan (semua yang ada). Dia telah menciptakan manusia dari bekuan darah (sepotong darah tebal). Bacalah Tuhanmu Maha Pemurah, yang telah mengajarkan, Dia telah mengajarkan manusia yang dia tidak tahu. “(Qs Al-Alaq: 1-5), Rasulullah SAW juga banyak mengingatkan umatnya tentang pentingnya menuntut ilmu, seperti dalam hadits: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ Artinya: “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim”. (HR.Ibnu Majah) Selain itu nabi Muhammad menjadikan pendidikan sebagai bagian integral dari Islam. Nabi Muhammad mendirikan Sesi Pengetahuan pertama di Dar’ul Arqam. Dia akan duduk di masjid setelah sholat, teman-temannya berkumpul di sekelilingnya. Nabi Muhammad mengajari mereka tentang dasar-dasar Islam, pentingnya moralitas dan yang terpenting Keesaan Tuhan. Nabi Muhammad mengajarkan para siswa dalam syair pengetahuannya tentang ayat-ayat Alquran. Tak hanya di tempat itu, Nabi Muhammad juga menekankan pemerataan pendidikan. Ia mengirim guru Alquran ke komunitas-komunitas di luar Mekkah dan Madinah. Setelah kita memahami bersama bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang sangat dianjurkan maka, seyogyanya kita untuk terus belajar selama kita hidup di dunia. Selain itu, kita juga bisa melihat sejarah masa lalu ketika agama Islam memasuki masa keemasan dalam berbagai bidang seperti Ibnu Rusd,Ibnu Sina, Al-Khawarismi,Ibnu Khaldun yang mana mereka ahli dalam bidang yang berbeda. Pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan mengembangkan keterampilan generasi muda. Berbicara tentang pentingnya pendidikan, kita tidak hanya memikirkan belajar membaca, menulis, atau menghitung. Lebih dari itu, pendidikan adalah alat yang membentuk individu yang mampu berkontribusi dan berkompetisi di tengah masyarakat1. Mari kita lihat beberapa aspek mengapa pendidikan sangat penting: Masa Depan yang Lebih Baik Pendidikan membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang baik memiliki akses ke pengetahuan dan keterampilan yang membantu mereka membangun karier yang sukses dan berkontribusi pada masyarakat dimasa yang akan datang. Karakter dan Etika Pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga mengembangkan karakter dan etika. Generasi muda yang mendapatkan pendidikan yang baik cenderung memiliki nilai-nilai moral yang kuat, seperti integritas dan rasa tanggung jawab. Selain itu, dengan pendidikan yang memadai maka generasi penerus akan tetap berpegang teguh pada akhlakul karimah (akhlak yang baik). Menghadapi Tantangan Global Di era globalisasi saat ini, pendidikan semakin penting, khususnya bagi generasi muda yang mana harus siap dalam menghadapi tantangan seperti perubahan iklim, teknologi, dan ekonomi yang terus berubah. Pendidikan memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk bersaing di pasar global di masa yang akan datang. Akan tetapi, pada saat ini kita dihadapkan pada berbagai problem ketika akan mengenyam pendidikan seperti biaya pendidikan yang mahal, keperluan keperluan wajib yang harus dimiliki dan masih banyak lagi. Tingginya Angka Putus Sekolah Semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin sulit pula seorang siswa untuk meneruskan mimpinya. Data dalam laporan BPS pun menunjukkan meningkatnya angka putus sekolah di samping tingginya jenjang pendidikan. Pada tingkatan sekolah dasar, terdapat 1 dari 1.000 orang yang putus sekolah. Angka ini lebih rendah dibandingkan jenjang sekolah menengah atas yang mencapai 13 dari 1.000 orang yang putus sekolah. Jika dilihat berdasarkan tipe daerah, terdapat kesenjangan antara perkotaan dan perdesaan. Angka putus sekolah pada semua jenjang pendidikan di pedesaan lebih tinggi dibandingkan di perkotaan. Hal ini disebabkan karena anak-anak yang tinggal di perkotaan lebih mudah mengakses sekolah dibandingkan anak-anak di pedesaan. Anak-anak di daerah yang terpencil banyak yang mimpinya terhalang keadaan ekonomi. Meskipun terdapat beasiswa, namun semakin bertambahnya usia, prioritas mereka untuk membantu ekonomi keluarga jauh lebih tinggi dibandingkan melanjutkan pendidikan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar rata-rata biaya pendidikan yang harus dikeluarkan. Melalui laporan Statistik Penunjang Pendidikan 2021, BPS menjabarkan untuk jenjang perguruan tinggi rata-rata total biaya yang diperlukan adalah Rp14,47 juta selama tahun ajaran 2020-2021. Jumlah tersebut, kata BPS, lebih tinggi hampir dua kali lipat dari rata-rata total biaya pendidikan jenjang sekolah menengah (SM)/sederajat yang sebesar Rp7,80 juta. Berdasarkan karakteristik, rata-rata biaya sekolah negeri tingkat dasar (SD)/sederajat sebesar Rp2,81 juta pada 2021. Sementara swastanya sebesar Rp4,93 juta. Selanjutnya, sekolah negeri tingkat menengah pertama (SMP)/sederajat membutuhkan rata-rata biaya sebesar Rp5,11 juta. Sedangkan sekolah swasta tingkat ini sebesar Rp6,79 juta. Kemudian, sekolah negeri tingkat SM/sederajat membutuhkan Rp7,10 juta. Swastanya sebesar Rp9,04 juta. Lain halnya tingkat perguruan tinggi, untuk negeri sebesar Rp12,71 juta. Sementara swastanya sebesar Rp17,01 juta. Adapun biaya pendidikan dalam laporan BPS merupakan hasil penjumlahan dari uang pendaftaran, uang saku, uang transpor, dan biaya operasional seperti Sumbangan Pembinaan Pendidikan/Uang Kuliah Tunggal (SPP/UKT), seragam sekolah, alat tulis, buku pelajaran, serta biaya lainnya yang dikeluarkan oleh peserta didik. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dalam dunia pendidikan di Indonesia yang terjadi saat ini? Kita bisa bersama-sama untuk membantu mengapresiasi guru honorer maupun membantu kaum dhuafa yang terpaksa putus sekolah karena terkendala biaya dengan memberikan sedikit rezeki yang telah Allah titipkan kepada kita seperti sabda Rasulullah SAW : عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَبْغُوْنِي الضُّعَفَاءَ، فَإِنَّمَا تُرْزَقُوْنَ وَتُنْصَرُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ (رواه أبو داود) “Dari Abu Darda’ ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Carilah keridhaanku dengan berbuat baik kepada orang-orang lemah, karena kalian diberi rezeki dan ditolong disebabkan orang-orang lemah di antara kalian.” (HR. Abu Dawud). Semoga kitra senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan rezeki sehingga sebagian dari rizki kita dapat disedekahkan untuk para pengajar dan membantu pendidikan kaum dhuafa agar mereka mendapatkan kesejahteraan dan pendidikan yang setara dengan kita untuk mengembangkan kompetensi mereka dimasa yang akan datang.