Pundi Surga

Info

Info

Makna Hijrah

  Dibuat oleh: Admin Senin, 14 Oktober 2024 / 11 Rabiulakhir 1446 H Makna Hijrah Hijrah atau secara bahasa diambil dari kata (الهجر) yang artinya meninggalkan. Adapun secara istilah syariat yaitu sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhammad at Tamimi Rahimahullah dalam risalahnya Tsalatsatul Ushul, وَالهِجْرَةُ: الاِنْتِقَالُ مِنْ بَلَدِ الشِّرْكِ إِلى بَلَدِ الإِسْلاَمِ “Hijrah adalah berpindah dari negeri syirik menuju negeri Islam” (Syarh Al-Ushul Ats-Tsalatsah li Syaikh Ibnu ‘Utsaimin). Hijrah sendiri memiliki dua bentuk, yaitu : Hijrah tempat Hijrah tempat adalah hijrah dari negeri musyrik ke negeri Islam sebagaimana penjelasan di atas. Hijrah tempat memiliki contoh seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan umat muslim yang berpindah dari kota Makkah ke kota Madinah, hal ini dilakukan karena pada masa itu Makkah adalah kota yang berisi bani quraisy yang masih Jahiliyah sehingga Rasulullah mengajak para umatnya untuk hijrah ke Madinah karena keadaan kota disana lebih baik. Hijrah Maknawi Hijrah ini memiliki makna perpindahan suatu posisi pola hidup yang pada awalnya buruk (Maksiat) menuju kepada kebaikan (ketaatan kepada Allah SWT). Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi : والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه “Dan Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang” (HR. Bukhari). Demikianlah kedua jenis hijrah yang bisa penulis sampaikan dalam artikel kali ini, apabila masih banyak sekali kekurangan, penulis memohon maaf sebesar-besarnya. Semoga kita selalu bersemangat untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik lagi agar bisa berjumpa dengan baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Info

Berbuat Baik Untuk Dirimu Sendiri

  Dibuat oleh: Admin Jum’at, 11 Oktober 2024 / 8 Rabiulakhir 2024 Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin karena memiliki banyak sekali ajaran-ajaran kebaikan, seperti kebaikan terhadap sesama manusia maupun makhluk Allah yang lain. Pada artikel kali ini admin mengajak pembaca untuk membahas tentang perbuatan baik yang mana pada akhirnya jika kita melakukan perbuatan baik, maka kebaikan tersebut akan kembali kepada diri kita sendiri. Sesuai dari isi Al-Quran dalam surah Al-Isra’ ayat 7 yang berbunya : “إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ” Artinya: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri.” Ayat ini menjelaskan suatu makna yang sangat mendalam tentang bagaimana kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali ke diri kita sendiri, lalu apa saja manfaat kebaikan yang kembali pada diri kita? Mari kiita ulas bersama-sama. Yang pertama  ada kesejahteraan mental dan emosional, studi menunjukan bahwasannya tindakan kebaikan dapat memicu pelepasan hormon endorfin yang meningkatkan perasaan positif dan menghilangkan stres Kedua yaitu dapat meningkatkanan hubungan Sosial, perbuatan baik dapat menciptakan suatu ikatan yang kuat antara individu hal ini karena apabila kita berbuat baik, maka akan membangun jaringan sosial yang lebih erat dan mendukung kepada sesama manusia sehingga akan memberikan rasa aman dan kepuasan sosial tersendiri. Ketiga memberikan dampak positif untuk jangka panjang, misalnya saat kita membantu seseorang yang sedang berada pada keadaan sulit dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan produktif sehingga diri kita juga akan merasakan kepuasan tersendiri. Yang terakhir, dalam segi spiritual. Berbuat baik adalah salah satu cara kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT karena melalui kebaikan tersebut. Seorang muslim dapat merasakan kebahagiaan batin yang mendalam, rasa damai serta merasa lebih dekat kepada Allah SWT. Ayat di atas mengingatkan kita bahwa setiap tindakan baik yang kita lakukan tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga bagi diri kita sendiri. Dalam Islam, kebaikan adalah investasi jangka panjang yang akan membawa kebaikan kembali kepada pelakunya, baik dalam bentuk kesejahteraan mental, hubungan sosial yang lebih baik, maupun pertumbuhan spiritual.

Info

Kurma, Buah Kesukaan Rasulullah dan Manfaatnya Bagi Tubuh

  Dibuat oleh: Admin Rabu, 9 Oktober 2024 / 6 Rabiulakhir 1446 H Buah kurma merupakan salah satu buah kesukaan Nabi Muhammad SAW. Bahkan Rasulullah sangat mengajurkan agar umat Islam berbuka puasa dengan buah kurma. Rasulullah juga bersabda tentang anjuran berbuka puasa menggunakan buah kurma,seperti yang diriwayatkan Abu Dawud bahwa Rasulullah SAW bersabda “ Disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma , sebab kurma itu mendatangkan berkah. Namun apabila tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu bersih.” Lalu apa saja manfaat dari mengonsumsi buah kurma bagi tubuh kita sehingga Rasulullah sendiri sangat menganjurkan kita sebagai umatnya untuk mengonsumsi buah tersebut? Mari kita bahas bersama dalam artikel kali ini. Dikutip dari  kementrian kesehatan dalam artikelnya, disebutkan bahwa terdapat banyak manfaat dari mengonsumsi buah kurma bagi kesehatan tubuh antara lain seperti : Mencukupi Kebutuhan Gizi dan Kalori Sebagian besar kalori kurma dari karbohidrat dan sisanya dari protein. Meski tinggi kalori, kurma mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Melancarkan Sistem Pencernaan Dengan kandungan serat di dalam kurma, Anda dapat memasukkan kurma ke dalam diet harian. Serat dalam kurma dapat mencegah konstipasi dan membuat gerakan usus besar lebih teratur. Mencegah Penyakit Kronis Manfaat konsumsi kurma setiap hari yakni dapat terhindar dari beberapa penyakit kronis. Dikarenakan karena antioksidan dari kurma. Menstabilkan Gula Darah dan Pengganti Gula yang Lebih Sehat Dengan rasa yang manis, kurma dapat digunakan sebagai pengganti gula putih. Tidak hanya memaniskan, kurma kaya nutrisi, serat dan antioksidan. Meski masih membutuhkan penelitian, buah kurma dipercaya bisa memperbaiki kesehatan tulang dan membantu mengatur gula darah. Jadi Menu Tambahan dalam Diet Kurma dapat dimakan langsung maupun dikombinasikan dengan makanan sehat lain, seperti kacang almond, keju, oatmeal dan sebagainya. Tetapi karena kalorinya cukup tinggi, sebaiknya tidak perlu menambahkan terlalu banyak pada makanan / minuman. Mengganti Elektrolit Tubuh yang Hilang Dengan kadar potassium yang tinggi yakni salah satu unsur elektrolit yang dibutuhkan tubuh, kurma bermanfaat untuk menguatkan tubuh sekaligus membangun otot dalam tubuh. Melindungi Tubuh dari Peradangan Agar tubuh terlindungi dari radang, dibutuhkan asupan antioksidan yang cukup, yakni dari polifenol. Buah kurma kaya akan polifenol dibandingkan buah lain. Meningkatkan Kesuburan Kurma memiliki kandungan asam amino dan seng. Buah kurma dapat meningkatkan kesuburan, baik pada wanita maupun pria. Mencegah Anemia Manfaat kurma yang terakhir adalah buah kurma dapat membuat Anda tidak mudah lelah dan pucat karena anemia. Dengan makan kurma tiap hari, kandungan zat besinya akan meningkatkan produksi sel darah merah. Demikianlah beberapa manfaat dari mengonsumsi buah kurma bagi tubuh sehingga sangat jelas alasan mengapa Rasulullah SAW menganjurkan kita sebagai umatnya untuk mengonsumsi buah kurma.  

Info

Kemiskinan Dan Sikap Zuhud

Dibuat oleh: Admin Selasa, 8 Oktober 2024/5 Rabiulakhir 1446 H Kemiskinan Dan Sikap Zuhud   Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : ۞ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ Hai manusia, Kalianlah yang membutuhkan Allah.(QS. Fatir : 15 ) Perlu kita pahami bersama bahwa orang fakir sesungguhnya ialah orang yang membutuhkan sesuatu yang tidak dimilikinya. Dan semua manusia itu pasti fakir kepada Allah Ta’ala, karena kenyataanya manusia membutuhkan-Nya demi kelangsungan hidup mereka. Awal wujud mereka berasal dari-Nya dan itu bukan untuk mereka, tetapi untuk Allah karena dialah yang maha kaya. Mereka yang miskin harta ialah orang yang tidak memiliki harta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dari kitab Ihya’ Ulumuddin dalam pembahasan ke34 yang membahas seputar kemiskinan menyebutkan orang miskin memiliki beberapa keadaan. Yang pertama diantaranya ialah ia tidak menyukai harta dan cenderung menghindarinya. Orang yang memiliki keadaan seperti ini disebut sebagai orang yang zuhud (mengalihkan kesenangan dari sesuatu kepada sesuatu yang lebih baik.). Kedua, orang yang tidak menghindari tetapi juga tidak menginginkan harta. Namun, jika ada (memiliki harta) ia tidak membenci harta tersebut. Hal ini disebut sebagai orang yang ridha. Ketiga adalah orang yang lebih suka harta daripada tidak memilikinya sehingga jika dia memiliki harta dia akan merasa senang, namun dia tidak berupaya untuk mencarinya. Keempat adalah orang yang merasa harus memiliki harta yang belum dia miliki, sehingga dia bagaikan seseorang yang telanjang dan tidak memiliki pakaian untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Orang yang seperti ini jika tidak memiliki keinginan maka keberadaanya jarang ditemui. Orang yang seperti ini dikatakan sebagai orang yang zuhud sejati. Dari segala keadaan yang tertulis diatas yang memiliki derajat lebih tinggi ialah orang yang menganggap ada atau tidaknya sebuah harta sama saja baginya, bagi harta yang berada ditanganya banyak maupun sedikit. Ia tidak peduli dan tidak pernah menolak apabila ada orang yang meminta hartanya, bahkan dia tidak lagi memikirkan kebutuhan dirinya sendiri (karena lebih memikirkan kebutuhan orang lain). Dalam sebuah riwayat dikatakan  bahwa Aisyah ra., sesungguhnya ia mendapat uang sebesar seratus ribu dirham sebagai pemberian, lalu ia membagi-bagikannya tanpa memikirkan kebutuhannya untuk berbuka, sehingga ada seorang pelayan yang berkata “ seandainya yang satu dirham engkau belikan daging, tentu engkau bisa berbuka dengannya.” Aisyah berkata “ coba kalau tadi engkau mau mengingatkan aku, tentu saranmu ini akan aku turuti.” Dari kisah diatas bisa kita simpulkan bahwa dalam keadaan tertentu, seseorang bisa saja memiliki sikap zuhud yang luar biasa, karena dirinya perlu untuk diingatkan untuk memenuhi kebutuhan dirinya terlebih dahulu sebelum memikirkan kebutuhan orang lain. Dari kisah diatas penulis merasa bahwa riwayat tersebut merupakan tamparan keras karena pada saat ini penulis masih memiliki kecenderungan untuk memikirkan kebutuhan diri sendiri sehingga terlampau banyak keinginan keinginan semu. Naudzubillah  

Info

Doa yang Diajarkan Rasulullah Ketika Kita Mendapat Kesulitan

Dibuat oleh: Admin Rabu, 2 Oktober 2024 / 28 Rabiulawal 1446 H Kesulitan adalah suatu hal yang telah Allah takdirkan kepada setiap manusia selama masih berada di dunia. RasulullahSAW telah mengajarkan kita sebagai umat muslim tentang bagaimana cara dalam merespon segala kesulitan hidup yang sedang kita alami dengan cara berdo’a. lalu do’a seperti apa yang nabi Muhammad ucapkan ketika sedang mengalami kesulitan? Mari kita ulas bersama dalam artikel kali ini. Memohon kekuatan dalam segala ujian Yang pertama adalah doa’ yang dibaca oleh Rasulullah dalam memohon kekuatan dalam segala ujian yang Allah berikan kepada beliau baik dalam berdakwah, menghadapi musuh maupun dalam menangani masalah pribadi, salah satu do’a yang dipanjatkan rasulullah SAW ketika mengalami kesulitan berbunyi : “Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.” Artinya : “Wahai Yang Maha Hidup, Yang Mengatur segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan biarkan aku mengurus diriku sendiri walaupun sekejap mata.” Salah satu makna dari do’a ini memberikan suatu pelajaran kepada kita agar selalu bergantung kepada Allah dalam segala urusan, dengan menyandarkan diri kepada-nya, kita dapat menemukan kekuatan dalam menangani segala kesulitan yang sedang dialami. Rahasia ketenangan hati dari do’a yang Nabi Muhammat panjatkan ketika menghadapi kesulitan Telah kita ketahui bersama bahwa, dalam perjalanan kisah hidup Nabi Muhammad penuh dengan berbagai ujian yang dimulai sejak usia beliau masih 6 bulan dalam kandungan telah menjadi yatim karena ayahnya meninggal dunia. Lalu ketika beliau menjadi yatim piatu ketika masih berusia 6 tahun, dibenci bahkan dimusuhi oleh bani quraisy dan masih banyak lagi kesulitan-kesulitan yang beliau alami selama menyebarkan agama Islam. Meskipun selalu berhadapan dengan segala permasalahan hidup, beliau selalu mampu untuk tetap tenang dalam merespon masalah-masalah tersebut. Berikut ini adalah salah satu doa yang dipanjatkan rasulullah ketika mengalami kesulitan berbunyi : “Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhli, wa a’udzu bika min ghalabatid-dayni wa qahrir-rijal.” Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa cemas dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan hutang dan tekanan manusia.” Dengan mengamalkan doa-doa yang telah Nabi ajarkan kepada kita tidak hanya memberikan sebuah ketenangan dan kekuatan batin saja, akan tetapi juga membuat hubungan kita dengan Allah SWT juga semakin kuat serta manjadikannya sebuah solusi bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Dengan bersandar penuh pada Allah SWT melalui doa, kita dapat meraih kekuatan, ketenangan, dan optimisme untuk menghadapi segala cobaan dengan penuh keimanan dan keyakinan.

Info

Ada Kemudahan Setelah Kesulitan

Dibuat oleh : Admin Rabu, 25 September 2024 / 21 Rabiulawal 1446 H Manusia sering kali merasa berputus asa ketika mengalami kesulitan, padahal Allah Subhanahu wata’ala telah memberikan kepastian bahwa dibalik kesulitan pasti ada jalan. Seperti dalam firmanya di surah Al Insyirah ayat 5-6 : فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah: 5). Yang di ulang kembali pada ayat ke 6 berbunyi : إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah: 6). Terdapat beberapa makna yang dapat kita pelajari dari dua ayat di atas, antara lain : Dibalik satu kesulitan, terdapat dua kemudahan. Para ulama mengatakan, “Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.” Meskipun asal perkataan ini diambil dari hadits yang lemah, namun memiliki makna yang benar. Sehingga, dapat dikatakan bahwa di balik satu kesulitan ada dua kemudahan. Akhir dari segala kesulitan adalah kemudahan. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Kata al ‘usr (kesulitan) menggunakan alif-lam dan menunjukkan umum (istigroq) yaitu segala macam kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya, akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.” Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran, “Badai pastilah berlalu (after a storm comes a calm), yaitu setelah ada kesulitan pasti ada jalan keluar.” Dibalik kesulitan, terdapat kemudahan yang begitu dekat. Para ulama seringkali mendeskripsikan, “Seandainya kesulitan itu memasuki lubang binatang dhob (yang berlika-liku dan sempit, pen), kemudahan akan turut serta memasuki lubang itu dan akan mengeluarkan kesulitan tersebut.” Padahal lubang binatang dhob begitu sempit dan sulit untuk dilewati karena berlika-liku (zig-zag). Namun kemudahan akan terus menemani kesulitan, walaupun di medan yang sesulit apapun. Allah Ta’ala berfirman, سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا “Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7) Ibnul Jauziy, Asy Syaukani dan ahli tafsir lainnya mengatakan, “Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.” Ibnu Katsir mengatakan, ”Janji Allah itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً “Bersama kesulitan, ada kemudahan.”. Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang sabar dalam menghadapi setiap ketentuannya. Dan semoga kita di Jadikan sebagai sebagai hamba yang selalu bertawakkal dan bergantung kepada Allah Ta’ala. Aamiin.

Info

Kenapa Allah Memberikan Harta Berlebih

Dibuat oleh: Admin Senin, 23 September 2024 /  19 Rabiulawal 1446 H Allah SWT senantiasa menebarkan rahmat, karunia, dan rezeki-Nya. Tugas seorang hamba adalah mencari, berdoa, dan yakin percaya kepada Allah atas segala jalan yang Dia tunjukkan. Seperti yang di sebutkan dalam firmanya pada surah Ar Rum ayat 37 yang berbunyi : اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ Artinya : “Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi(-nya). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman.” Namun perlu kita sadari bersama bahwasannya harta berlebih yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita bisa jadi merupakan suatu istidroj, yaitu agar semakin membuat seseorang terlena dalam maksiat dan kekufuran. Artinya disebabkan maksiat atau kesyirikan yang ia perbuat, Allah beri ia kekayaan, akhirnya ia pun semakin larut dalam kekayaan tersebut dan membuat ia semakin kufur pada Allah. Ia memang pantas diberi kekayaan, namun karena ia adalah orang yang durhaka. Kekayaan ini diberikan hanya untuk membuat ia semakin terlena dan bukan karena dirinya mulia. Jadi pemberian kekayaan bukanlah menunjukkan kemuliaan seseorang, akan tetapi untuk menjerumuskan kita kedalam maksiat. Allah subhanahu wa ta’ala mengisahkan, إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ (17) وَلَا يَسْتَثْنُونَ (18) فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ (19) “Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari. dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin), lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.” (QS. Al Qolam: 17-19). Dengan demikian dapat kita ketahui bersama bahwa harta yang diberikan kepada hambanya sesuai dengan keadilan Allah sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan hambanya. Namun perlu kita pahami bersama atas harta berlebih yang Allah berikan memiliki dua kemungkinan : Pertama : Itulah yang Allah takdirkan karena memang pantas untuknya. Jika diberi kefakiran, malah ia akan kufur pada Allah. Kedua : karena istidrojyakni membuat seorang hamba semakin terlena dalam maksiat dan kekufuran atas harta dunia yang dia peroleh. Dalam kemungkinan yang kedua tersebut sesuai dengan firman Allah dalam QS.Ash shof ayat 5 yang berbunyi : فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ Yang artinya : “Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), maka Allah terus akan memalingkan hati mereka.” (QS. Ash Shof: 5). Kita harusnya mewaspadai kemungkinan yang kedua ini. Jangan-jangan kekayaan yang Allah beri, malah dalam rangka membuat kita semakin larut dalam maksiat, syirik dan kekufuran. Sehingga jika sudah kita mengerti hal ini, maka kita tidak perlu iri pada orang yang memiliki kekayaan lebih dari kita. Karena jika hal itu memang pantas untuknya, mengapa kita mesti iri? Justru karena itulah seharusnya kita semakin bersyukur pada Allah atas nikmat harta yang Allah beri.

Info

Amalan-amalan yang Dianjurkan Pada Bulan Rabiulawal

Dibuat oleh: Admin Rabu, 18 September 2024 / 14 Rabiulawal 1446 H Bulan Rabiulawal atau bulan yang selalu diperingat sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 adalah bulan yang sangat dihormati oleh seluruh kaum muslimin di dunia. Perayaan Maulid Nabi menjadi tradisi di berbagai belahan dunia Islam sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Pada hari ini, umat Muslim biasanya berkumpul untuk membaca shalawat, mendengarkan ceramah tentang kehidupan Nabi, serta meningkatkan amal ibadah. Bulan Rabiul Awal adalah waktu yang sangat baik untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat tidak hanya menunjukkan kecintaan kita kepada Nabi, tetapi juga memberikan banyak keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan Ketaatan kepada Allah: Bulan ini sering dianggap sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan ketaatan dan memperbaiki ibadah. Umat Muslim dianjurkan untuk merenungi kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad SAW, serta memperbaiki diri dalam mengikuti teladan beliau. Waktu untuk Bersedekah dan Beramal: Salah satu bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan mencontoh sifat dermawan beliau. Bersedekah dan membantu mereka yang membutuhkan menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama pada bulan Rabiul Awal. Selain itu, ada banyak amalan yang dianjurkan di bulan Rabiul Awal untuk memperkaya spiritualitas dan memperkuat iman. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain: Membaca Al-Qur’an: Bulan Rabiul Awal adalah waktu yang sangat baik untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Membaca dan merenungi makna Al-Qur’an tidak hanya memberikan pahala, tetapi juga ketenangan batin dan kebijaksanaan. Berdoa dan Berdzikir: Meningkatkan intensitas doa dan dzikir di bulan ini sangat dianjurkan. Dengan berdoa, umat Muslim dapat memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT dan memohon perlindungan serta bimbingan-Nya. Meningkatkan Shalat Sunnah: Selain melaksanakan shalat wajib, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, seperti shalat dhuha, tahajjud, dan witir. Pada akhirnya bulan Rabiulawal adalah waktu yang tepat untuk merenungkan kehidupan Nabi Muhammad SAW dan mencontoh teladan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Umat Islam dapat memanfaatkan bulan ini untuk lebih mendalami ajaran Islam, memperbaiki diri, dan memantapkan iman serta ketaqwaan kepada Allah SWT. Selain itu, bulan ini juga menjadi pengingat bahwa Islam sebagai agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang menjalankan kehidupan dengan penuh kebaikan, kejujuran, dan kasih sayang terhadap sesama.

Info

Beberapa Tradisi Umat Muslim Dalam Perayaan Maulid Nabi di Nusantara

Dibuat oleh : Admin Selasa, 17 September 2024 / 13 Rabiulawal 1446 H Beberapa Tradisi Umat Muslim Dalam Perayaan Maulid Nabi di Nusantara Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara besar dengan mayoritas warganya beragama islam, bahkan  menurut Salim dalam artikelnya menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan mayoritas warganya memeluk agama Islam terbanyak setelah Pakistan. Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, kini berada di posisi kedua dengan 236 juta Muslim atau sekitar 84,35% dari total penduduknya. Meskipun mengalami penurunan peringkat, Indonesia tetap menjadi salah satu pusat Islam yang sangat penting secara global. Dengan jumlah umat muslim yang besar tersebut, tentunya umat muslim di Indonesia memiliki tradisi-tradisi dalam perayaan hari besar Islam yang berbeda-beda, terutama dalam perayaan maulid nabi yang jatuh pada 16 September lalu, lalu apasajakah itu? Dan apa saja tradisi yang ada pada tiap-tiap daerah tersebut? Mari bersama sama kita ulas dalam artikel kali ini. Sekaten di Yogyakarta Dilansir Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta, Upacara Sekaten adalah upacara tradisional yang diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad yang diselenggarakan secara periodik satu tahun sekali yaitu setiap tiap tanggal 5 sampai 11 Rabiul Awal (atau dalam kalender Jawa disebut bulan Mulud). Upacara sekaten tersebut ditutup pada tanggal 12 Rabiulawal dengan menyelenggarakan upacara Garebeg Mulud, di mana Sultan Yogyakarta membagikan gunungan hasil bumi kepada masyarakat sebagai lambang kemakmuran. Grebeg Maulud di Surakarta Perayaan Grebeg Maulud di Solo tak kalah menarik. Sama seperti di Yogyakarta, Keraton Surakarta menyelenggarakan kirab gunungan yang terdiri dari berbagai hasil bumi. Seperti dilansir dalam Warisan Budaya Kemdikbud, Istilah Grebeg berasal dari kata gumbrebeg yang artinya riuh, ribut dan ramai. Bungo Lado di Padang Pariaman Di Padang Pariaman, Sumatera Barat, masyarakat merayakan Maulid Nabi dengan tradisi yang dikenal sebagai Bungo Lado. Dalam tradisi ini, pohon pisang dihias dengan makanan, uang, dan barang-barang lain, yang kemudian diarak keliling desa dan dibagikan kepada kaum dhuafa. Muludhen di Madura Di Madura, tradisi Muludhen dilakukan dengan menggelar pesta besar yang dihadiri oleh seluruh warga desa. Prosesi ini ditandai dengan arak-arakan barang-barang hasil bumi, diiringi dengan doa dan zikir bersama. Pembagian makanan selama Muludhen melambangkan semangat berbagi rezeki yang merupakan inti dari perayaan ini. Keresan di Mojokerto Di Mojokerto, tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dikenal dengan nama “Keresan,” yang diambil dari kata “keres” atau pohon kersen. Dalam tradisi ini, ratusan hadiah diikat dengan rafia pada ranting-ranting dua pohon kersen, dan bisa diambil oleh masyarakat setelah prosesi perayaan selesai. Hadiah-hadiah ini bisa berupa pakaian, sandal, topi, sepatu, hingga buah-buahan, yang semuanya disiapkan oleh masyarakat setempat sebagai wujud syukur atas kelahiran Nabi. Dengan memberikan hadiah, masyarakat menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT. Demikian beberapa contoh tradisi yang ada pada masyarakat muslim di berbagai daerah dalam merayakan maulid nabi yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiulawal. Semoga dengan pengetahuan yang kita dapatkan dapan menjadikan kita semakin bersyukur dalam menyikapi takdir yang Allah berikan kepada kita sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.      

Info

Berbagai Peristiwa Yang Terjadi Pada Masa Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Dibuat oleh : Admin Kamis, 12 September 2024 / 8 Rabiulawal 1446 H Ada beberapa peristiwa yang terjadii menjelang kelahiran Khātam an-Nabiyyīn atau penutup para Nabi yang mana gelar ini diberikan oleh Allah SWT kepada utusan terakhirnya yakni Rasulullah Muhammad SAW. Dalam syariat Islam sendiri menyatakan bahwa status kenabian telah berakhir setelah Muhammad. Pernyataan ini tertulis dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 40, yang berbunyi: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Ahzab 33:40). Mengutip buku Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW karya Abdurrahman bin Abdul Karim dijelaskan Nabi Muhammad SAW lahir dari rahim seorang perempuan suci Bani Zuhrah bernama Aminah dari buah cinta seorang pemuda tampan baik hati dari Bani Hasyim, Abdullah. Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam keadaan yatim yang mana sang ayah, Abdullah bin Abdul Muthalib, meninggal dunia semasa beliau masih berusia dua bulan dalam kandungan ibunda. Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, tanggal 12 Rabi’ul Awal pada tahun yang memiliki julukan tahun gajah. Mengapa tahun kelahiran beliau disebut tahun gajah? Lalu ada peristiwa apa saja yang terjadi pada masa kelahiran beliau? Mari kita belajar bersama-sama. Merangkum buku Uswatun Hasanah karya Haddad Alwi dijelaskan kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi peristiwa besar yang juga diikuti berbagai peristiwa menakjubkan. Makkah adalah dataran rendah yang nyaris tak ditumbuhi tanaman selain pohon kurma. Di sana tak terdapat air selain sumur zamzam. Namun menjelang lahirnya Nabi Muhammad SAW suasana negeri mulai berubah. Seiring dengan semakin dekatnya waktu kelahiran sang bayi suci, seluruh alam seolah ikut bersukacita. Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi peristiwa yang luar biasa, karena merupakan pembuka rahmat bagi alam semesta. Peristiwa yang terjadi ini dikategorikan sebagai “irhash”, yakni peristiwa luar biasa yang dialami oleh manusia normal sebagai pertanda bahwa suatu saat sang jabang bayi akan menjadi utusan tuhan untuk memperkenalkan ajaran ajarannya. Berikut ini adalah beberapa kekuasaan yang Allah SWT tampakkan kepada alam semesta menjelang kelahiran sang penutup para nabi. Kehamilan Siti Aminah yang tidak seperti pada umumnya Pada waktu kehamilan Nabiyullah Muhammad SAW, Siti Aminah sang ibu sama sekali tidak merasakan beratnya kehamilan seperti kehamilan pada umumnya. Kehamilan Siti Aminah diketahuinya melalui berita yang dibawa oleh malaikat yang datang kepadanya ketika ia sedang tidur. Yang mana pada saat itu malaikat menyampaikan bahwa yang ada dalam kandunganya merupakan seorang nabi dan akan menjadi junjungan umat manusia. Kabar bagi seluruh alam Ketika Nur Muhammad SAW masuk ke dalam rahim Aminah, Allah SWT memerintahkan malaikat supaya membuka pintu surga Firdaus dan memberi tahu semua penghuni langit dan bumi tentang berita kelahiran Sang Nabi. Tanah-tanah di sekitar kawasan Makkah yang kering menjadi subur, pohon-pohon menjadi rimbun dan menghasilkan buah yang lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat dan di laut sibuk membicarakan serta mengumumkan tentang berita akan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Penyerangan Makkah oleh pasukan bergajah Beberapa bulan sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, terjadi peristiwa besar yaitu datangnya serombongan pasukan gajah menyerbu Makkah dengan tujuan menghancurkan Ka’bah. Pasukan yang dipimpin oleh raja Abrahah Al-Asyram ini datang menunggang gajah besar. Abrahah dan pasukannya ingin mengambil alih Kota Makkah dan Ka’bah sebagai pusat perekonomian dan peribadatan bangsa Arab. Allah SWT menggagalkan penyerbuan itu dengan mukjizat seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an surah Al-Fil ayat 1-5. Saat mereka hampir sampai ke Kota Makkah, gajah-gajah itu berhenti dan berbalik mundur dengan izin Allah SWT. Sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka. Abrahah kemudian kembali ke Yaman dan tak lama kemudian meninggal dunia. Mimpi yang menakjubkan Menjelang melahirkan, Siti Aminah mengalami mimpi yang menakjubkan. Ia menengadahkan tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit, laksana kapas putih yang terapung di angkasa. Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya seraya berkata, “Kabar bahagia untukmu, wahai ibu dari seorang Nabi. Putramu itu akan menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad.” Ketika melahirkan Nabi Muhammad SAW, Siti Aminah ditemani Siti Asiah dan Maryam. Ini merupakan satu isyarat bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS. Siti Asiah adalah ibu pemelihara Nabi Musa AS, sedangkan Maryam adalah ibu yang melahirkan Nabi Isa AS. Pancaran cahaya pada saat kelahiran Ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan, Siti Aminah menyaksikan cahaya keluar dari tubuhnya. Cahaya tersebut bersinar sampai ke Istana Busra di Syria. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Fathimah Ats-Tsagafiyyah, bahwa ia menyaksikan sendiri detik-detik kelahiran Nabi Muhammad SAW, “Ketika itu aku melihat cahaya yang amat terang menyinari seisi rumah tempat beliau dilahirkan. Selain itu aku pun melihat beberapa bintang bersinar turun mendekat hingga aku merasa seolah-olah bintang-bintang itu hendak mematuhi diriku.” Demikianlah beberapa peristiwa yang terjadi atas kuasa Allah SWT pada saat kelahiran Nabi Muhammad SAW sang Khātam an-Nabiyyīn (penutup para nabi). Semoga kita mampu memetik hikmah yang ada pada setiap peristiwa yang terjadi pada saat junjungan kita baru saja lahir didunia. Yang membuktikan kekuasaan Allah secara jelas bahwa hanya dia-lah yang maha menjaga apa yang dia takdirkan tanpa membutuhkan perantara manusia, justru kita lah yang harus menghilangkan rasa ke-“aku” an dan selalu memohon perlindungan kepada Allah karena begitu lemahnya diri kita.