Pundi Surga

Info

Info

Kemiskinan Dan Sikap Zuhud

Dibuat oleh: Admin Selasa, 8 Oktober 2024/5 Rabiulakhir 1446 H Kemiskinan Dan Sikap Zuhud   Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : ۞ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ Hai manusia, Kalianlah yang membutuhkan Allah.(QS. Fatir : 15 ) Perlu kita pahami bersama bahwa orang fakir sesungguhnya ialah orang yang membutuhkan sesuatu yang tidak dimilikinya. Dan semua manusia itu pasti fakir kepada Allah Ta’ala, karena kenyataanya manusia membutuhkan-Nya demi kelangsungan hidup mereka. Awal wujud mereka berasal dari-Nya dan itu bukan untuk mereka, tetapi untuk Allah karena dialah yang maha kaya. Mereka yang miskin harta ialah orang yang tidak memiliki harta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dari kitab Ihya’ Ulumuddin dalam pembahasan ke34 yang membahas seputar kemiskinan menyebutkan orang miskin memiliki beberapa keadaan. Yang pertama diantaranya ialah ia tidak menyukai harta dan cenderung menghindarinya. Orang yang memiliki keadaan seperti ini disebut sebagai orang yang zuhud (mengalihkan kesenangan dari sesuatu kepada sesuatu yang lebih baik.). Kedua, orang yang tidak menghindari tetapi juga tidak menginginkan harta. Namun, jika ada (memiliki harta) ia tidak membenci harta tersebut. Hal ini disebut sebagai orang yang ridha. Ketiga adalah orang yang lebih suka harta daripada tidak memilikinya sehingga jika dia memiliki harta dia akan merasa senang, namun dia tidak berupaya untuk mencarinya. Keempat adalah orang yang merasa harus memiliki harta yang belum dia miliki, sehingga dia bagaikan seseorang yang telanjang dan tidak memiliki pakaian untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Orang yang seperti ini jika tidak memiliki keinginan maka keberadaanya jarang ditemui. Orang yang seperti ini dikatakan sebagai orang yang zuhud sejati. Dari segala keadaan yang tertulis diatas yang memiliki derajat lebih tinggi ialah orang yang menganggap ada atau tidaknya sebuah harta sama saja baginya, bagi harta yang berada ditanganya banyak maupun sedikit. Ia tidak peduli dan tidak pernah menolak apabila ada orang yang meminta hartanya, bahkan dia tidak lagi memikirkan kebutuhan dirinya sendiri (karena lebih memikirkan kebutuhan orang lain). Dalam sebuah riwayat dikatakan  bahwa Aisyah ra., sesungguhnya ia mendapat uang sebesar seratus ribu dirham sebagai pemberian, lalu ia membagi-bagikannya tanpa memikirkan kebutuhannya untuk berbuka, sehingga ada seorang pelayan yang berkata “ seandainya yang satu dirham engkau belikan daging, tentu engkau bisa berbuka dengannya.” Aisyah berkata “ coba kalau tadi engkau mau mengingatkan aku, tentu saranmu ini akan aku turuti.” Dari kisah diatas bisa kita simpulkan bahwa dalam keadaan tertentu, seseorang bisa saja memiliki sikap zuhud yang luar biasa, karena dirinya perlu untuk diingatkan untuk memenuhi kebutuhan dirinya terlebih dahulu sebelum memikirkan kebutuhan orang lain. Dari kisah diatas penulis merasa bahwa riwayat tersebut merupakan tamparan keras karena pada saat ini penulis masih memiliki kecenderungan untuk memikirkan kebutuhan diri sendiri sehingga terlampau banyak keinginan keinginan semu. Naudzubillah  

Info

Doa yang Diajarkan Rasulullah Ketika Kita Mendapat Kesulitan

Dibuat oleh: Admin Rabu, 2 Oktober 2024 / 28 Rabiulawal 1446 H Kesulitan adalah suatu hal yang telah Allah takdirkan kepada setiap manusia selama masih berada di dunia. RasulullahSAW telah mengajarkan kita sebagai umat muslim tentang bagaimana cara dalam merespon segala kesulitan hidup yang sedang kita alami dengan cara berdo’a. lalu do’a seperti apa yang nabi Muhammad ucapkan ketika sedang mengalami kesulitan? Mari kita ulas bersama dalam artikel kali ini. Memohon kekuatan dalam segala ujian Yang pertama adalah doa’ yang dibaca oleh Rasulullah dalam memohon kekuatan dalam segala ujian yang Allah berikan kepada beliau baik dalam berdakwah, menghadapi musuh maupun dalam menangani masalah pribadi, salah satu do’a yang dipanjatkan rasulullah SAW ketika mengalami kesulitan berbunyi : “Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.” Artinya : “Wahai Yang Maha Hidup, Yang Mengatur segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan biarkan aku mengurus diriku sendiri walaupun sekejap mata.” Salah satu makna dari do’a ini memberikan suatu pelajaran kepada kita agar selalu bergantung kepada Allah dalam segala urusan, dengan menyandarkan diri kepada-nya, kita dapat menemukan kekuatan dalam menangani segala kesulitan yang sedang dialami. Rahasia ketenangan hati dari do’a yang Nabi Muhammat panjatkan ketika menghadapi kesulitan Telah kita ketahui bersama bahwa, dalam perjalanan kisah hidup Nabi Muhammad penuh dengan berbagai ujian yang dimulai sejak usia beliau masih 6 bulan dalam kandungan telah menjadi yatim karena ayahnya meninggal dunia. Lalu ketika beliau menjadi yatim piatu ketika masih berusia 6 tahun, dibenci bahkan dimusuhi oleh bani quraisy dan masih banyak lagi kesulitan-kesulitan yang beliau alami selama menyebarkan agama Islam. Meskipun selalu berhadapan dengan segala permasalahan hidup, beliau selalu mampu untuk tetap tenang dalam merespon masalah-masalah tersebut. Berikut ini adalah salah satu doa yang dipanjatkan rasulullah ketika mengalami kesulitan berbunyi : “Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhli, wa a’udzu bika min ghalabatid-dayni wa qahrir-rijal.” Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa cemas dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan hutang dan tekanan manusia.” Dengan mengamalkan doa-doa yang telah Nabi ajarkan kepada kita tidak hanya memberikan sebuah ketenangan dan kekuatan batin saja, akan tetapi juga membuat hubungan kita dengan Allah SWT juga semakin kuat serta manjadikannya sebuah solusi bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Dengan bersandar penuh pada Allah SWT melalui doa, kita dapat meraih kekuatan, ketenangan, dan optimisme untuk menghadapi segala cobaan dengan penuh keimanan dan keyakinan.

Info

Ada Kemudahan Setelah Kesulitan

Dibuat oleh : Admin Rabu, 25 September 2024 / 21 Rabiulawal 1446 H Manusia sering kali merasa berputus asa ketika mengalami kesulitan, padahal Allah Subhanahu wata’ala telah memberikan kepastian bahwa dibalik kesulitan pasti ada jalan. Seperti dalam firmanya di surah Al Insyirah ayat 5-6 : فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah: 5). Yang di ulang kembali pada ayat ke 6 berbunyi : إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah: 6). Terdapat beberapa makna yang dapat kita pelajari dari dua ayat di atas, antara lain : Dibalik satu kesulitan, terdapat dua kemudahan. Para ulama mengatakan, “Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.” Meskipun asal perkataan ini diambil dari hadits yang lemah, namun memiliki makna yang benar. Sehingga, dapat dikatakan bahwa di balik satu kesulitan ada dua kemudahan. Akhir dari segala kesulitan adalah kemudahan. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Kata al ‘usr (kesulitan) menggunakan alif-lam dan menunjukkan umum (istigroq) yaitu segala macam kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya, akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.” Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran, “Badai pastilah berlalu (after a storm comes a calm), yaitu setelah ada kesulitan pasti ada jalan keluar.” Dibalik kesulitan, terdapat kemudahan yang begitu dekat. Para ulama seringkali mendeskripsikan, “Seandainya kesulitan itu memasuki lubang binatang dhob (yang berlika-liku dan sempit, pen), kemudahan akan turut serta memasuki lubang itu dan akan mengeluarkan kesulitan tersebut.” Padahal lubang binatang dhob begitu sempit dan sulit untuk dilewati karena berlika-liku (zig-zag). Namun kemudahan akan terus menemani kesulitan, walaupun di medan yang sesulit apapun. Allah Ta’ala berfirman, سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا “Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7) Ibnul Jauziy, Asy Syaukani dan ahli tafsir lainnya mengatakan, “Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.” Ibnu Katsir mengatakan, ”Janji Allah itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً “Bersama kesulitan, ada kemudahan.”. Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang sabar dalam menghadapi setiap ketentuannya. Dan semoga kita di Jadikan sebagai sebagai hamba yang selalu bertawakkal dan bergantung kepada Allah Ta’ala. Aamiin.

Info

Kenapa Allah Memberikan Harta Berlebih

Dibuat oleh: Admin Senin, 23 September 2024 /  19 Rabiulawal 1446 H Allah SWT senantiasa menebarkan rahmat, karunia, dan rezeki-Nya. Tugas seorang hamba adalah mencari, berdoa, dan yakin percaya kepada Allah atas segala jalan yang Dia tunjukkan. Seperti yang di sebutkan dalam firmanya pada surah Ar Rum ayat 37 yang berbunyi : اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ Artinya : “Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi(-nya). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman.” Namun perlu kita sadari bersama bahwasannya harta berlebih yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita bisa jadi merupakan suatu istidroj, yaitu agar semakin membuat seseorang terlena dalam maksiat dan kekufuran. Artinya disebabkan maksiat atau kesyirikan yang ia perbuat, Allah beri ia kekayaan, akhirnya ia pun semakin larut dalam kekayaan tersebut dan membuat ia semakin kufur pada Allah. Ia memang pantas diberi kekayaan, namun karena ia adalah orang yang durhaka. Kekayaan ini diberikan hanya untuk membuat ia semakin terlena dan bukan karena dirinya mulia. Jadi pemberian kekayaan bukanlah menunjukkan kemuliaan seseorang, akan tetapi untuk menjerumuskan kita kedalam maksiat. Allah subhanahu wa ta’ala mengisahkan, إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ (17) وَلَا يَسْتَثْنُونَ (18) فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ (19) “Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari. dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin), lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.” (QS. Al Qolam: 17-19). Dengan demikian dapat kita ketahui bersama bahwa harta yang diberikan kepada hambanya sesuai dengan keadilan Allah sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan hambanya. Namun perlu kita pahami bersama atas harta berlebih yang Allah berikan memiliki dua kemungkinan : Pertama : Itulah yang Allah takdirkan karena memang pantas untuknya. Jika diberi kefakiran, malah ia akan kufur pada Allah. Kedua : karena istidrojyakni membuat seorang hamba semakin terlena dalam maksiat dan kekufuran atas harta dunia yang dia peroleh. Dalam kemungkinan yang kedua tersebut sesuai dengan firman Allah dalam QS.Ash shof ayat 5 yang berbunyi : فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ Yang artinya : “Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), maka Allah terus akan memalingkan hati mereka.” (QS. Ash Shof: 5). Kita harusnya mewaspadai kemungkinan yang kedua ini. Jangan-jangan kekayaan yang Allah beri, malah dalam rangka membuat kita semakin larut dalam maksiat, syirik dan kekufuran. Sehingga jika sudah kita mengerti hal ini, maka kita tidak perlu iri pada orang yang memiliki kekayaan lebih dari kita. Karena jika hal itu memang pantas untuknya, mengapa kita mesti iri? Justru karena itulah seharusnya kita semakin bersyukur pada Allah atas nikmat harta yang Allah beri.

Info

Amalan-amalan yang Dianjurkan Pada Bulan Rabiulawal

Dibuat oleh: Admin Rabu, 18 September 2024 / 14 Rabiulawal 1446 H Bulan Rabiulawal atau bulan yang selalu diperingat sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 adalah bulan yang sangat dihormati oleh seluruh kaum muslimin di dunia. Perayaan Maulid Nabi menjadi tradisi di berbagai belahan dunia Islam sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Pada hari ini, umat Muslim biasanya berkumpul untuk membaca shalawat, mendengarkan ceramah tentang kehidupan Nabi, serta meningkatkan amal ibadah. Bulan Rabiul Awal adalah waktu yang sangat baik untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat tidak hanya menunjukkan kecintaan kita kepada Nabi, tetapi juga memberikan banyak keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan Ketaatan kepada Allah: Bulan ini sering dianggap sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan ketaatan dan memperbaiki ibadah. Umat Muslim dianjurkan untuk merenungi kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad SAW, serta memperbaiki diri dalam mengikuti teladan beliau. Waktu untuk Bersedekah dan Beramal: Salah satu bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan mencontoh sifat dermawan beliau. Bersedekah dan membantu mereka yang membutuhkan menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama pada bulan Rabiul Awal. Selain itu, ada banyak amalan yang dianjurkan di bulan Rabiul Awal untuk memperkaya spiritualitas dan memperkuat iman. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain: Membaca Al-Qur’an: Bulan Rabiul Awal adalah waktu yang sangat baik untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Membaca dan merenungi makna Al-Qur’an tidak hanya memberikan pahala, tetapi juga ketenangan batin dan kebijaksanaan. Berdoa dan Berdzikir: Meningkatkan intensitas doa dan dzikir di bulan ini sangat dianjurkan. Dengan berdoa, umat Muslim dapat memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT dan memohon perlindungan serta bimbingan-Nya. Meningkatkan Shalat Sunnah: Selain melaksanakan shalat wajib, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, seperti shalat dhuha, tahajjud, dan witir. Pada akhirnya bulan Rabiulawal adalah waktu yang tepat untuk merenungkan kehidupan Nabi Muhammad SAW dan mencontoh teladan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Umat Islam dapat memanfaatkan bulan ini untuk lebih mendalami ajaran Islam, memperbaiki diri, dan memantapkan iman serta ketaqwaan kepada Allah SWT. Selain itu, bulan ini juga menjadi pengingat bahwa Islam sebagai agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang menjalankan kehidupan dengan penuh kebaikan, kejujuran, dan kasih sayang terhadap sesama.

Info

Beberapa Tradisi Umat Muslim Dalam Perayaan Maulid Nabi di Nusantara

Dibuat oleh : Admin Selasa, 17 September 2024 / 13 Rabiulawal 1446 H Beberapa Tradisi Umat Muslim Dalam Perayaan Maulid Nabi di Nusantara Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara besar dengan mayoritas warganya beragama islam, bahkan  menurut Salim dalam artikelnya menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan mayoritas warganya memeluk agama Islam terbanyak setelah Pakistan. Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, kini berada di posisi kedua dengan 236 juta Muslim atau sekitar 84,35% dari total penduduknya. Meskipun mengalami penurunan peringkat, Indonesia tetap menjadi salah satu pusat Islam yang sangat penting secara global. Dengan jumlah umat muslim yang besar tersebut, tentunya umat muslim di Indonesia memiliki tradisi-tradisi dalam perayaan hari besar Islam yang berbeda-beda, terutama dalam perayaan maulid nabi yang jatuh pada 16 September lalu, lalu apasajakah itu? Dan apa saja tradisi yang ada pada tiap-tiap daerah tersebut? Mari bersama sama kita ulas dalam artikel kali ini. Sekaten di Yogyakarta Dilansir Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta, Upacara Sekaten adalah upacara tradisional yang diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad yang diselenggarakan secara periodik satu tahun sekali yaitu setiap tiap tanggal 5 sampai 11 Rabiul Awal (atau dalam kalender Jawa disebut bulan Mulud). Upacara sekaten tersebut ditutup pada tanggal 12 Rabiulawal dengan menyelenggarakan upacara Garebeg Mulud, di mana Sultan Yogyakarta membagikan gunungan hasil bumi kepada masyarakat sebagai lambang kemakmuran. Grebeg Maulud di Surakarta Perayaan Grebeg Maulud di Solo tak kalah menarik. Sama seperti di Yogyakarta, Keraton Surakarta menyelenggarakan kirab gunungan yang terdiri dari berbagai hasil bumi. Seperti dilansir dalam Warisan Budaya Kemdikbud, Istilah Grebeg berasal dari kata gumbrebeg yang artinya riuh, ribut dan ramai. Bungo Lado di Padang Pariaman Di Padang Pariaman, Sumatera Barat, masyarakat merayakan Maulid Nabi dengan tradisi yang dikenal sebagai Bungo Lado. Dalam tradisi ini, pohon pisang dihias dengan makanan, uang, dan barang-barang lain, yang kemudian diarak keliling desa dan dibagikan kepada kaum dhuafa. Muludhen di Madura Di Madura, tradisi Muludhen dilakukan dengan menggelar pesta besar yang dihadiri oleh seluruh warga desa. Prosesi ini ditandai dengan arak-arakan barang-barang hasil bumi, diiringi dengan doa dan zikir bersama. Pembagian makanan selama Muludhen melambangkan semangat berbagi rezeki yang merupakan inti dari perayaan ini. Keresan di Mojokerto Di Mojokerto, tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dikenal dengan nama “Keresan,” yang diambil dari kata “keres” atau pohon kersen. Dalam tradisi ini, ratusan hadiah diikat dengan rafia pada ranting-ranting dua pohon kersen, dan bisa diambil oleh masyarakat setelah prosesi perayaan selesai. Hadiah-hadiah ini bisa berupa pakaian, sandal, topi, sepatu, hingga buah-buahan, yang semuanya disiapkan oleh masyarakat setempat sebagai wujud syukur atas kelahiran Nabi. Dengan memberikan hadiah, masyarakat menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT. Demikian beberapa contoh tradisi yang ada pada masyarakat muslim di berbagai daerah dalam merayakan maulid nabi yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiulawal. Semoga dengan pengetahuan yang kita dapatkan dapan menjadikan kita semakin bersyukur dalam menyikapi takdir yang Allah berikan kepada kita sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.      

Info

Berbagai Peristiwa Yang Terjadi Pada Masa Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Dibuat oleh : Admin Kamis, 12 September 2024 / 8 Rabiulawal 1446 H Ada beberapa peristiwa yang terjadii menjelang kelahiran Khātam an-Nabiyyīn atau penutup para Nabi yang mana gelar ini diberikan oleh Allah SWT kepada utusan terakhirnya yakni Rasulullah Muhammad SAW. Dalam syariat Islam sendiri menyatakan bahwa status kenabian telah berakhir setelah Muhammad. Pernyataan ini tertulis dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 40, yang berbunyi: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Ahzab 33:40). Mengutip buku Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW karya Abdurrahman bin Abdul Karim dijelaskan Nabi Muhammad SAW lahir dari rahim seorang perempuan suci Bani Zuhrah bernama Aminah dari buah cinta seorang pemuda tampan baik hati dari Bani Hasyim, Abdullah. Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam keadaan yatim yang mana sang ayah, Abdullah bin Abdul Muthalib, meninggal dunia semasa beliau masih berusia dua bulan dalam kandungan ibunda. Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, tanggal 12 Rabi’ul Awal pada tahun yang memiliki julukan tahun gajah. Mengapa tahun kelahiran beliau disebut tahun gajah? Lalu ada peristiwa apa saja yang terjadi pada masa kelahiran beliau? Mari kita belajar bersama-sama. Merangkum buku Uswatun Hasanah karya Haddad Alwi dijelaskan kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi peristiwa besar yang juga diikuti berbagai peristiwa menakjubkan. Makkah adalah dataran rendah yang nyaris tak ditumbuhi tanaman selain pohon kurma. Di sana tak terdapat air selain sumur zamzam. Namun menjelang lahirnya Nabi Muhammad SAW suasana negeri mulai berubah. Seiring dengan semakin dekatnya waktu kelahiran sang bayi suci, seluruh alam seolah ikut bersukacita. Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi peristiwa yang luar biasa, karena merupakan pembuka rahmat bagi alam semesta. Peristiwa yang terjadi ini dikategorikan sebagai “irhash”, yakni peristiwa luar biasa yang dialami oleh manusia normal sebagai pertanda bahwa suatu saat sang jabang bayi akan menjadi utusan tuhan untuk memperkenalkan ajaran ajarannya. Berikut ini adalah beberapa kekuasaan yang Allah SWT tampakkan kepada alam semesta menjelang kelahiran sang penutup para nabi. Kehamilan Siti Aminah yang tidak seperti pada umumnya Pada waktu kehamilan Nabiyullah Muhammad SAW, Siti Aminah sang ibu sama sekali tidak merasakan beratnya kehamilan seperti kehamilan pada umumnya. Kehamilan Siti Aminah diketahuinya melalui berita yang dibawa oleh malaikat yang datang kepadanya ketika ia sedang tidur. Yang mana pada saat itu malaikat menyampaikan bahwa yang ada dalam kandunganya merupakan seorang nabi dan akan menjadi junjungan umat manusia. Kabar bagi seluruh alam Ketika Nur Muhammad SAW masuk ke dalam rahim Aminah, Allah SWT memerintahkan malaikat supaya membuka pintu surga Firdaus dan memberi tahu semua penghuni langit dan bumi tentang berita kelahiran Sang Nabi. Tanah-tanah di sekitar kawasan Makkah yang kering menjadi subur, pohon-pohon menjadi rimbun dan menghasilkan buah yang lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat dan di laut sibuk membicarakan serta mengumumkan tentang berita akan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Penyerangan Makkah oleh pasukan bergajah Beberapa bulan sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, terjadi peristiwa besar yaitu datangnya serombongan pasukan gajah menyerbu Makkah dengan tujuan menghancurkan Ka’bah. Pasukan yang dipimpin oleh raja Abrahah Al-Asyram ini datang menunggang gajah besar. Abrahah dan pasukannya ingin mengambil alih Kota Makkah dan Ka’bah sebagai pusat perekonomian dan peribadatan bangsa Arab. Allah SWT menggagalkan penyerbuan itu dengan mukjizat seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an surah Al-Fil ayat 1-5. Saat mereka hampir sampai ke Kota Makkah, gajah-gajah itu berhenti dan berbalik mundur dengan izin Allah SWT. Sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka. Abrahah kemudian kembali ke Yaman dan tak lama kemudian meninggal dunia. Mimpi yang menakjubkan Menjelang melahirkan, Siti Aminah mengalami mimpi yang menakjubkan. Ia menengadahkan tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit, laksana kapas putih yang terapung di angkasa. Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya seraya berkata, “Kabar bahagia untukmu, wahai ibu dari seorang Nabi. Putramu itu akan menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad.” Ketika melahirkan Nabi Muhammad SAW, Siti Aminah ditemani Siti Asiah dan Maryam. Ini merupakan satu isyarat bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS. Siti Asiah adalah ibu pemelihara Nabi Musa AS, sedangkan Maryam adalah ibu yang melahirkan Nabi Isa AS. Pancaran cahaya pada saat kelahiran Ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan, Siti Aminah menyaksikan cahaya keluar dari tubuhnya. Cahaya tersebut bersinar sampai ke Istana Busra di Syria. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Fathimah Ats-Tsagafiyyah, bahwa ia menyaksikan sendiri detik-detik kelahiran Nabi Muhammad SAW, “Ketika itu aku melihat cahaya yang amat terang menyinari seisi rumah tempat beliau dilahirkan. Selain itu aku pun melihat beberapa bintang bersinar turun mendekat hingga aku merasa seolah-olah bintang-bintang itu hendak mematuhi diriku.” Demikianlah beberapa peristiwa yang terjadi atas kuasa Allah SWT pada saat kelahiran Nabi Muhammad SAW sang Khātam an-Nabiyyīn (penutup para nabi). Semoga kita mampu memetik hikmah yang ada pada setiap peristiwa yang terjadi pada saat junjungan kita baru saja lahir didunia. Yang membuktikan kekuasaan Allah secara jelas bahwa hanya dia-lah yang maha menjaga apa yang dia takdirkan tanpa membutuhkan perantara manusia, justru kita lah yang harus menghilangkan rasa ke-“aku” an dan selalu memohon perlindungan kepada Allah karena begitu lemahnya diri kita.

Info

Memperingati Maulid Nabi Muhammad 1446 H

Dibuat oleh : Admin 11 September 2024 / 7 Rabiulawal 1446 H Maulid Nabi Muhammad SAW  atau secara bahasa Arab مولد النبي (Maulid an-Nabī), adalah hari dimana Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan yang jatuh pada tanggal 12 Rabi’ul Awal dalam penanggalan kalender Hijriyah. Yang mana pada tahun ini jatuh pada hari Senin tanggal 16 September 2024. Dalam bahasa Arab, maulid memiliki arti “hari lahir” . yang mana perayaan maulid merupakan tradisi yang berkembang jauh setelah wafatnya Rasulullah SAW yang mana secara substansi merupakan perayaan dan penghormatan hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. Pakar sejarah Islam seperti Ibnu Khallikan, Sibth bin Al-Jauzi, Ibnu Katsir, As-Sakhawi, As-Suyuthi, dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat Islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela Islam pada masa Perang Salib. Masyarakat Muslim di Indonesia pada umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan salawat nabi, pembacaan syair Barzanji atau Simtuddurar, serta pengajian-pengajian. Menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiulawal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten. Dan tradisi endhog-endhogan yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa-Using di Banyuwangi, Jawa Timur. Akan tetapi pada belahan bumi yang lain seperti Arab Saudi dan Qatar adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan Maulid sebagai hari libur resmi. Partisipasi dalam ritual perayaan hari besar Islam ini umumnya dipandang sebagai ekspresi dari rasa keimanan dan kebangkitan keberagamaan bagi para penganutnya. Perlu kita pahami bersama tentang tradisi yang berbeda pada setiap tempat dalam perayaan maulid nabi Muhammad SAW sehingga jangan sampai hanya karena perbedaan tradisi atau cara dalam merayakan hari kelahiran nabi ini membuat kita sebagai umat muslim saling terpecah belah karena pada dasarnya pada waktu nabi dilahirkan, seluruh alam ini merasakan kebahagiaan. Allahu a’lam.

Info

Ada Apa dengan bulan Rabiul Awal ?

Dibuat oleh: Admin Rabu, 5 September 2024/1 Rabiul Awal 1446 H Rabi’ul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender hijriyah setelah bulan Safar. Rabiul Awal dimaknai sebagai bulan musim semi pertama. Bagi umat Islam, bulan ini dikenal sebagai bulan kegembiraan dan suka cita karena kelahiran Nabi Muhammad Shallalalhu Alaihi Wa Sallam. Bulan Rabi’ul Awal merupakan bulan yang penuh berkah karena ada beberapa kejadian-kejadian yang ada pada bulan ini, apa saja kejadian yang terjadi pada bulan ini? Mari kita pelajari bersama. Bulan kelahiran nabi Muhammad SAW Keutamaan Rabiul Awal yang pertama adalah bulan kegembiraan bagi umat Islam karena kelahiran manusia mulia Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam. Beliau dilahirkan pada Hari Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau 571 Masehi, ada yang menyebut Tahun 570 Masehi. Pancaran cahaya yang keluar dari langit Makkah di malam yang tenang menjadi saksi lahirnya sosok Nabi penutup zaman tersebut. Bulan hijrahnya nabi dari Makkah menuju Yatsrib Keutamaan berikutnya adalah bulan Hijrahnya Rasulullah ke Madinah, dulu bernama Yatsrib. Nabi Muhammad ﷺ memasuki Kota Madinah tepatnya pada Senin 22 Rabiul Awal (622 M). Beliau mulai berhijrah meninggalkan Gua Tsur pada malam Senin 1 Rabiul Awal dan sampai di Quba pada 8 Rabiul Awal lalu berdiam di sana selama empat hari. Nabi selanjutnya memasuki Madinah pada hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal. Masjid pertama didirikan Rabiul Awal juga menjadi istimewa karena menjadi bulan didirikannya Masjid Quba, masjid pertama dalam sejarah peradaban Islam. Rasulullah SAW mendirikan Masjid Quba pada Rabiul Awal saat perjalanan Hijrah beliau ke Madinah. Masjid Quba berjarak sekitar 5 Km dari selatan Masjid Nabawi Madinah. Masjid ini didirikan pada 8 Rabiul Awwal atau Tahun 622 M. Rasulullah singgah di Quba selama empat hari, dan beliau memerintahkan untuk membangun Masjid Quba bahkan ikut terlibat dalam proses pembangunannya. Masjid Quba ini didirikan di atas tanah seluas 1.200 meter persegi milik keluarga Kalsum bin Hadam dari Kabilah Amru bin Auf. Inilah masjid pertama yang dibangun Rasulullah ﷺ dan Sahabat pada 1 Hijriyah. Shalat Jumat pertama kali Keutamaan lain Rabiul Awal yaitu bulan digelarnya salat Jumat pertama kali. Rasulullah SAW dan para sahabat melaksanakan salat Jumat pada pekan kedua Rabiul Awwal (622 M) saat beliau Hijrah menuju Madinah. Beliau mengerjakan salat Jumat di Bani Salim bin Auf sebelum tiba di Kota Madinah. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kewajiban salat Jumat disyariatkan di Madinah. Bulan wafatnya Rasulullah SAW Rabiul Awal juga dianggap istimewa karena menjadi bulan wafatnya Nabi Muhammad SAW. Beliau wafat pada hari Senin pagi Tanggal 12 Rabiul Awal Tahun 11 Hijriah atau 633 Masehi (ada yang menyebut 632 Masehi). Inilah salah satu keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang lahir dan wafat pada tanggal yang sama yaitu 12 Rabiul Awal. Demikian beberapa kejadian-kejadian yang menjadi suatu sejarah dalam peradaban Islam pada masalalu untuk kita pelajari bersama atas segala makna yang ada.

Info

Palestina Masih Berjuang

Dibuat oleh : Admin Rabu, 28 Agustus 2024 / 23 Safar 1446 H Konflik yang terjadi di Palestina masih berlangsung, Otoritas Palestina melaporkan serangan pesawat Israel di Tepi Barat pada Senin (26/8/24) yang menyebabkan lima orang tewas. Militer Israel mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan serangan udara di Tepi Barat. “Beberapa saat yang lalu, sebuah pesawat menyerang sebuah pusat operasional di daerah Nur Shams,” Pernyataan militer Israel, tanpa menyebutkan siapa yang dijadikan sasaran atau memberi informasi jumlah korban. Surat kabar Times of Israel mengatakan bahwa serangan pesawat tanpa awak tersebut telah dilakukan, namun tidak mengatakan bagaimana serangan itu direncanakan. Kekerasan yang terjadi di Tepi Barat telah meningkat bersamaan dengan perang yang terjadi di Gaza. Ada lebih dari 640 warga Palestina di Tepi Barat tewas oleh pasukan dan pemukim Israel yang terhitung sejak serangan 7 Oktober 2023 lalu, menurut perhitungan berdasarkan angka kementerian kesehatan Palestina. Beberapa serangan militer Israel terjadi di daerah Kamp Nur Shams dekat Tulkarem, setidaknya ada 14 orang tewas dalam operasi militer Israel selama dua hari di sana.