Pundi Surga

Author name: Pundi Surga

Info

Ada Kemudahan Setelah Kesulitan

Dibuat oleh : Admin Rabu, 25 September 2024 / 21 Rabiulawal 1446 H Manusia sering kali merasa berputus asa ketika mengalami kesulitan, padahal Allah Subhanahu wata’ala telah memberikan kepastian bahwa dibalik kesulitan pasti ada jalan. Seperti dalam firmanya di surah Al Insyirah ayat 5-6 : فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah: 5). Yang di ulang kembali pada ayat ke 6 berbunyi : إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah: 6). Terdapat beberapa makna yang dapat kita pelajari dari dua ayat di atas, antara lain : Dibalik satu kesulitan, terdapat dua kemudahan. Para ulama mengatakan, “Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.” Meskipun asal perkataan ini diambil dari hadits yang lemah, namun memiliki makna yang benar. Sehingga, dapat dikatakan bahwa di balik satu kesulitan ada dua kemudahan. Akhir dari segala kesulitan adalah kemudahan. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Kata al ‘usr (kesulitan) menggunakan alif-lam dan menunjukkan umum (istigroq) yaitu segala macam kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya, akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.” Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran, “Badai pastilah berlalu (after a storm comes a calm), yaitu setelah ada kesulitan pasti ada jalan keluar.” Dibalik kesulitan, terdapat kemudahan yang begitu dekat. Para ulama seringkali mendeskripsikan, “Seandainya kesulitan itu memasuki lubang binatang dhob (yang berlika-liku dan sempit, pen), kemudahan akan turut serta memasuki lubang itu dan akan mengeluarkan kesulitan tersebut.” Padahal lubang binatang dhob begitu sempit dan sulit untuk dilewati karena berlika-liku (zig-zag). Namun kemudahan akan terus menemani kesulitan, walaupun di medan yang sesulit apapun. Allah Ta’ala berfirman, سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا “Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7) Ibnul Jauziy, Asy Syaukani dan ahli tafsir lainnya mengatakan, “Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.” Ibnu Katsir mengatakan, ”Janji Allah itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً “Bersama kesulitan, ada kemudahan.”. Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang sabar dalam menghadapi setiap ketentuannya. Dan semoga kita di Jadikan sebagai sebagai hamba yang selalu bertawakkal dan bergantung kepada Allah Ta’ala. Aamiin.

Info

Kenapa Allah Memberikan Harta Berlebih

Dibuat oleh: Admin Senin, 23 September 2024 /  19 Rabiulawal 1446 H Allah SWT senantiasa menebarkan rahmat, karunia, dan rezeki-Nya. Tugas seorang hamba adalah mencari, berdoa, dan yakin percaya kepada Allah atas segala jalan yang Dia tunjukkan. Seperti yang di sebutkan dalam firmanya pada surah Ar Rum ayat 37 yang berbunyi : اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ Artinya : “Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi(-nya). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman.” Namun perlu kita sadari bersama bahwasannya harta berlebih yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita bisa jadi merupakan suatu istidroj, yaitu agar semakin membuat seseorang terlena dalam maksiat dan kekufuran. Artinya disebabkan maksiat atau kesyirikan yang ia perbuat, Allah beri ia kekayaan, akhirnya ia pun semakin larut dalam kekayaan tersebut dan membuat ia semakin kufur pada Allah. Ia memang pantas diberi kekayaan, namun karena ia adalah orang yang durhaka. Kekayaan ini diberikan hanya untuk membuat ia semakin terlena dan bukan karena dirinya mulia. Jadi pemberian kekayaan bukanlah menunjukkan kemuliaan seseorang, akan tetapi untuk menjerumuskan kita kedalam maksiat. Allah subhanahu wa ta’ala mengisahkan, إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ (17) وَلَا يَسْتَثْنُونَ (18) فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ (19) “Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari. dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin), lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.” (QS. Al Qolam: 17-19). Dengan demikian dapat kita ketahui bersama bahwa harta yang diberikan kepada hambanya sesuai dengan keadilan Allah sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan hambanya. Namun perlu kita pahami bersama atas harta berlebih yang Allah berikan memiliki dua kemungkinan : Pertama : Itulah yang Allah takdirkan karena memang pantas untuknya. Jika diberi kefakiran, malah ia akan kufur pada Allah. Kedua : karena istidrojyakni membuat seorang hamba semakin terlena dalam maksiat dan kekufuran atas harta dunia yang dia peroleh. Dalam kemungkinan yang kedua tersebut sesuai dengan firman Allah dalam QS.Ash shof ayat 5 yang berbunyi : فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ Yang artinya : “Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), maka Allah terus akan memalingkan hati mereka.” (QS. Ash Shof: 5). Kita harusnya mewaspadai kemungkinan yang kedua ini. Jangan-jangan kekayaan yang Allah beri, malah dalam rangka membuat kita semakin larut dalam maksiat, syirik dan kekufuran. Sehingga jika sudah kita mengerti hal ini, maka kita tidak perlu iri pada orang yang memiliki kekayaan lebih dari kita. Karena jika hal itu memang pantas untuknya, mengapa kita mesti iri? Justru karena itulah seharusnya kita semakin bersyukur pada Allah atas nikmat harta yang Allah beri.

Info

Amalan-amalan yang Dianjurkan Pada Bulan Rabiulawal

Dibuat oleh: Admin Rabu, 18 September 2024 / 14 Rabiulawal 1446 H Bulan Rabiulawal atau bulan yang selalu diperingat sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 adalah bulan yang sangat dihormati oleh seluruh kaum muslimin di dunia. Perayaan Maulid Nabi menjadi tradisi di berbagai belahan dunia Islam sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Pada hari ini, umat Muslim biasanya berkumpul untuk membaca shalawat, mendengarkan ceramah tentang kehidupan Nabi, serta meningkatkan amal ibadah. Bulan Rabiul Awal adalah waktu yang sangat baik untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat tidak hanya menunjukkan kecintaan kita kepada Nabi, tetapi juga memberikan banyak keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan Ketaatan kepada Allah: Bulan ini sering dianggap sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan ketaatan dan memperbaiki ibadah. Umat Muslim dianjurkan untuk merenungi kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad SAW, serta memperbaiki diri dalam mengikuti teladan beliau. Waktu untuk Bersedekah dan Beramal: Salah satu bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan mencontoh sifat dermawan beliau. Bersedekah dan membantu mereka yang membutuhkan menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama pada bulan Rabiul Awal. Selain itu, ada banyak amalan yang dianjurkan di bulan Rabiul Awal untuk memperkaya spiritualitas dan memperkuat iman. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain: Membaca Al-Qur’an: Bulan Rabiul Awal adalah waktu yang sangat baik untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Membaca dan merenungi makna Al-Qur’an tidak hanya memberikan pahala, tetapi juga ketenangan batin dan kebijaksanaan. Berdoa dan Berdzikir: Meningkatkan intensitas doa dan dzikir di bulan ini sangat dianjurkan. Dengan berdoa, umat Muslim dapat memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT dan memohon perlindungan serta bimbingan-Nya. Meningkatkan Shalat Sunnah: Selain melaksanakan shalat wajib, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, seperti shalat dhuha, tahajjud, dan witir. Pada akhirnya bulan Rabiulawal adalah waktu yang tepat untuk merenungkan kehidupan Nabi Muhammad SAW dan mencontoh teladan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Umat Islam dapat memanfaatkan bulan ini untuk lebih mendalami ajaran Islam, memperbaiki diri, dan memantapkan iman serta ketaqwaan kepada Allah SWT. Selain itu, bulan ini juga menjadi pengingat bahwa Islam sebagai agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang menjalankan kehidupan dengan penuh kebaikan, kejujuran, dan kasih sayang terhadap sesama.

Info

Beberapa Tradisi Umat Muslim Dalam Perayaan Maulid Nabi di Nusantara

Dibuat oleh : Admin Selasa, 17 September 2024 / 13 Rabiulawal 1446 H Beberapa Tradisi Umat Muslim Dalam Perayaan Maulid Nabi di Nusantara Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara besar dengan mayoritas warganya beragama islam, bahkan  menurut Salim dalam artikelnya menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan mayoritas warganya memeluk agama Islam terbanyak setelah Pakistan. Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, kini berada di posisi kedua dengan 236 juta Muslim atau sekitar 84,35% dari total penduduknya. Meskipun mengalami penurunan peringkat, Indonesia tetap menjadi salah satu pusat Islam yang sangat penting secara global. Dengan jumlah umat muslim yang besar tersebut, tentunya umat muslim di Indonesia memiliki tradisi-tradisi dalam perayaan hari besar Islam yang berbeda-beda, terutama dalam perayaan maulid nabi yang jatuh pada 16 September lalu, lalu apasajakah itu? Dan apa saja tradisi yang ada pada tiap-tiap daerah tersebut? Mari bersama sama kita ulas dalam artikel kali ini. Sekaten di Yogyakarta Dilansir Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta, Upacara Sekaten adalah upacara tradisional yang diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad yang diselenggarakan secara periodik satu tahun sekali yaitu setiap tiap tanggal 5 sampai 11 Rabiul Awal (atau dalam kalender Jawa disebut bulan Mulud). Upacara sekaten tersebut ditutup pada tanggal 12 Rabiulawal dengan menyelenggarakan upacara Garebeg Mulud, di mana Sultan Yogyakarta membagikan gunungan hasil bumi kepada masyarakat sebagai lambang kemakmuran. Grebeg Maulud di Surakarta Perayaan Grebeg Maulud di Solo tak kalah menarik. Sama seperti di Yogyakarta, Keraton Surakarta menyelenggarakan kirab gunungan yang terdiri dari berbagai hasil bumi. Seperti dilansir dalam Warisan Budaya Kemdikbud, Istilah Grebeg berasal dari kata gumbrebeg yang artinya riuh, ribut dan ramai. Bungo Lado di Padang Pariaman Di Padang Pariaman, Sumatera Barat, masyarakat merayakan Maulid Nabi dengan tradisi yang dikenal sebagai Bungo Lado. Dalam tradisi ini, pohon pisang dihias dengan makanan, uang, dan barang-barang lain, yang kemudian diarak keliling desa dan dibagikan kepada kaum dhuafa. Muludhen di Madura Di Madura, tradisi Muludhen dilakukan dengan menggelar pesta besar yang dihadiri oleh seluruh warga desa. Prosesi ini ditandai dengan arak-arakan barang-barang hasil bumi, diiringi dengan doa dan zikir bersama. Pembagian makanan selama Muludhen melambangkan semangat berbagi rezeki yang merupakan inti dari perayaan ini. Keresan di Mojokerto Di Mojokerto, tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dikenal dengan nama “Keresan,” yang diambil dari kata “keres” atau pohon kersen. Dalam tradisi ini, ratusan hadiah diikat dengan rafia pada ranting-ranting dua pohon kersen, dan bisa diambil oleh masyarakat setelah prosesi perayaan selesai. Hadiah-hadiah ini bisa berupa pakaian, sandal, topi, sepatu, hingga buah-buahan, yang semuanya disiapkan oleh masyarakat setempat sebagai wujud syukur atas kelahiran Nabi. Dengan memberikan hadiah, masyarakat menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT. Demikian beberapa contoh tradisi yang ada pada masyarakat muslim di berbagai daerah dalam merayakan maulid nabi yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiulawal. Semoga dengan pengetahuan yang kita dapatkan dapan menjadikan kita semakin bersyukur dalam menyikapi takdir yang Allah berikan kepada kita sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.      

Info

Berbagai Peristiwa Yang Terjadi Pada Masa Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Dibuat oleh : Admin Kamis, 12 September 2024 / 8 Rabiulawal 1446 H Ada beberapa peristiwa yang terjadii menjelang kelahiran Khātam an-Nabiyyīn atau penutup para Nabi yang mana gelar ini diberikan oleh Allah SWT kepada utusan terakhirnya yakni Rasulullah Muhammad SAW. Dalam syariat Islam sendiri menyatakan bahwa status kenabian telah berakhir setelah Muhammad. Pernyataan ini tertulis dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 40, yang berbunyi: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Ahzab 33:40). Mengutip buku Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW karya Abdurrahman bin Abdul Karim dijelaskan Nabi Muhammad SAW lahir dari rahim seorang perempuan suci Bani Zuhrah bernama Aminah dari buah cinta seorang pemuda tampan baik hati dari Bani Hasyim, Abdullah. Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam keadaan yatim yang mana sang ayah, Abdullah bin Abdul Muthalib, meninggal dunia semasa beliau masih berusia dua bulan dalam kandungan ibunda. Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, tanggal 12 Rabi’ul Awal pada tahun yang memiliki julukan tahun gajah. Mengapa tahun kelahiran beliau disebut tahun gajah? Lalu ada peristiwa apa saja yang terjadi pada masa kelahiran beliau? Mari kita belajar bersama-sama. Merangkum buku Uswatun Hasanah karya Haddad Alwi dijelaskan kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi peristiwa besar yang juga diikuti berbagai peristiwa menakjubkan. Makkah adalah dataran rendah yang nyaris tak ditumbuhi tanaman selain pohon kurma. Di sana tak terdapat air selain sumur zamzam. Namun menjelang lahirnya Nabi Muhammad SAW suasana negeri mulai berubah. Seiring dengan semakin dekatnya waktu kelahiran sang bayi suci, seluruh alam seolah ikut bersukacita. Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi peristiwa yang luar biasa, karena merupakan pembuka rahmat bagi alam semesta. Peristiwa yang terjadi ini dikategorikan sebagai “irhash”, yakni peristiwa luar biasa yang dialami oleh manusia normal sebagai pertanda bahwa suatu saat sang jabang bayi akan menjadi utusan tuhan untuk memperkenalkan ajaran ajarannya. Berikut ini adalah beberapa kekuasaan yang Allah SWT tampakkan kepada alam semesta menjelang kelahiran sang penutup para nabi. Kehamilan Siti Aminah yang tidak seperti pada umumnya Pada waktu kehamilan Nabiyullah Muhammad SAW, Siti Aminah sang ibu sama sekali tidak merasakan beratnya kehamilan seperti kehamilan pada umumnya. Kehamilan Siti Aminah diketahuinya melalui berita yang dibawa oleh malaikat yang datang kepadanya ketika ia sedang tidur. Yang mana pada saat itu malaikat menyampaikan bahwa yang ada dalam kandunganya merupakan seorang nabi dan akan menjadi junjungan umat manusia. Kabar bagi seluruh alam Ketika Nur Muhammad SAW masuk ke dalam rahim Aminah, Allah SWT memerintahkan malaikat supaya membuka pintu surga Firdaus dan memberi tahu semua penghuni langit dan bumi tentang berita kelahiran Sang Nabi. Tanah-tanah di sekitar kawasan Makkah yang kering menjadi subur, pohon-pohon menjadi rimbun dan menghasilkan buah yang lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat dan di laut sibuk membicarakan serta mengumumkan tentang berita akan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Penyerangan Makkah oleh pasukan bergajah Beberapa bulan sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, terjadi peristiwa besar yaitu datangnya serombongan pasukan gajah menyerbu Makkah dengan tujuan menghancurkan Ka’bah. Pasukan yang dipimpin oleh raja Abrahah Al-Asyram ini datang menunggang gajah besar. Abrahah dan pasukannya ingin mengambil alih Kota Makkah dan Ka’bah sebagai pusat perekonomian dan peribadatan bangsa Arab. Allah SWT menggagalkan penyerbuan itu dengan mukjizat seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an surah Al-Fil ayat 1-5. Saat mereka hampir sampai ke Kota Makkah, gajah-gajah itu berhenti dan berbalik mundur dengan izin Allah SWT. Sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka. Abrahah kemudian kembali ke Yaman dan tak lama kemudian meninggal dunia. Mimpi yang menakjubkan Menjelang melahirkan, Siti Aminah mengalami mimpi yang menakjubkan. Ia menengadahkan tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit, laksana kapas putih yang terapung di angkasa. Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya seraya berkata, “Kabar bahagia untukmu, wahai ibu dari seorang Nabi. Putramu itu akan menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad.” Ketika melahirkan Nabi Muhammad SAW, Siti Aminah ditemani Siti Asiah dan Maryam. Ini merupakan satu isyarat bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS. Siti Asiah adalah ibu pemelihara Nabi Musa AS, sedangkan Maryam adalah ibu yang melahirkan Nabi Isa AS. Pancaran cahaya pada saat kelahiran Ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan, Siti Aminah menyaksikan cahaya keluar dari tubuhnya. Cahaya tersebut bersinar sampai ke Istana Busra di Syria. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Fathimah Ats-Tsagafiyyah, bahwa ia menyaksikan sendiri detik-detik kelahiran Nabi Muhammad SAW, “Ketika itu aku melihat cahaya yang amat terang menyinari seisi rumah tempat beliau dilahirkan. Selain itu aku pun melihat beberapa bintang bersinar turun mendekat hingga aku merasa seolah-olah bintang-bintang itu hendak mematuhi diriku.” Demikianlah beberapa peristiwa yang terjadi atas kuasa Allah SWT pada saat kelahiran Nabi Muhammad SAW sang Khātam an-Nabiyyīn (penutup para nabi). Semoga kita mampu memetik hikmah yang ada pada setiap peristiwa yang terjadi pada saat junjungan kita baru saja lahir didunia. Yang membuktikan kekuasaan Allah secara jelas bahwa hanya dia-lah yang maha menjaga apa yang dia takdirkan tanpa membutuhkan perantara manusia, justru kita lah yang harus menghilangkan rasa ke-“aku” an dan selalu memohon perlindungan kepada Allah karena begitu lemahnya diri kita.

Info

Memperingati Maulid Nabi Muhammad 1446 H

Dibuat oleh : Admin 11 September 2024 / 7 Rabiulawal 1446 H Maulid Nabi Muhammad SAW  atau secara bahasa Arab مولد النبي (Maulid an-Nabī), adalah hari dimana Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan yang jatuh pada tanggal 12 Rabi’ul Awal dalam penanggalan kalender Hijriyah. Yang mana pada tahun ini jatuh pada hari Senin tanggal 16 September 2024. Dalam bahasa Arab, maulid memiliki arti “hari lahir” . yang mana perayaan maulid merupakan tradisi yang berkembang jauh setelah wafatnya Rasulullah SAW yang mana secara substansi merupakan perayaan dan penghormatan hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. Pakar sejarah Islam seperti Ibnu Khallikan, Sibth bin Al-Jauzi, Ibnu Katsir, As-Sakhawi, As-Suyuthi, dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat Islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela Islam pada masa Perang Salib. Masyarakat Muslim di Indonesia pada umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan salawat nabi, pembacaan syair Barzanji atau Simtuddurar, serta pengajian-pengajian. Menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiulawal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten. Dan tradisi endhog-endhogan yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa-Using di Banyuwangi, Jawa Timur. Akan tetapi pada belahan bumi yang lain seperti Arab Saudi dan Qatar adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan Maulid sebagai hari libur resmi. Partisipasi dalam ritual perayaan hari besar Islam ini umumnya dipandang sebagai ekspresi dari rasa keimanan dan kebangkitan keberagamaan bagi para penganutnya. Perlu kita pahami bersama tentang tradisi yang berbeda pada setiap tempat dalam perayaan maulid nabi Muhammad SAW sehingga jangan sampai hanya karena perbedaan tradisi atau cara dalam merayakan hari kelahiran nabi ini membuat kita sebagai umat muslim saling terpecah belah karena pada dasarnya pada waktu nabi dilahirkan, seluruh alam ini merasakan kebahagiaan. Allahu a’lam.

Info

Ada Apa dengan bulan Rabiul Awal ?

Dibuat oleh: Admin Rabu, 5 September 2024/1 Rabiul Awal 1446 H Rabi’ul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender hijriyah setelah bulan Safar. Rabiul Awal dimaknai sebagai bulan musim semi pertama. Bagi umat Islam, bulan ini dikenal sebagai bulan kegembiraan dan suka cita karena kelahiran Nabi Muhammad Shallalalhu Alaihi Wa Sallam. Bulan Rabi’ul Awal merupakan bulan yang penuh berkah karena ada beberapa kejadian-kejadian yang ada pada bulan ini, apa saja kejadian yang terjadi pada bulan ini? Mari kita pelajari bersama. Bulan kelahiran nabi Muhammad SAW Keutamaan Rabiul Awal yang pertama adalah bulan kegembiraan bagi umat Islam karena kelahiran manusia mulia Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam. Beliau dilahirkan pada Hari Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau 571 Masehi, ada yang menyebut Tahun 570 Masehi. Pancaran cahaya yang keluar dari langit Makkah di malam yang tenang menjadi saksi lahirnya sosok Nabi penutup zaman tersebut. Bulan hijrahnya nabi dari Makkah menuju Yatsrib Keutamaan berikutnya adalah bulan Hijrahnya Rasulullah ke Madinah, dulu bernama Yatsrib. Nabi Muhammad ﷺ memasuki Kota Madinah tepatnya pada Senin 22 Rabiul Awal (622 M). Beliau mulai berhijrah meninggalkan Gua Tsur pada malam Senin 1 Rabiul Awal dan sampai di Quba pada 8 Rabiul Awal lalu berdiam di sana selama empat hari. Nabi selanjutnya memasuki Madinah pada hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal. Masjid pertama didirikan Rabiul Awal juga menjadi istimewa karena menjadi bulan didirikannya Masjid Quba, masjid pertama dalam sejarah peradaban Islam. Rasulullah SAW mendirikan Masjid Quba pada Rabiul Awal saat perjalanan Hijrah beliau ke Madinah. Masjid Quba berjarak sekitar 5 Km dari selatan Masjid Nabawi Madinah. Masjid ini didirikan pada 8 Rabiul Awwal atau Tahun 622 M. Rasulullah singgah di Quba selama empat hari, dan beliau memerintahkan untuk membangun Masjid Quba bahkan ikut terlibat dalam proses pembangunannya. Masjid Quba ini didirikan di atas tanah seluas 1.200 meter persegi milik keluarga Kalsum bin Hadam dari Kabilah Amru bin Auf. Inilah masjid pertama yang dibangun Rasulullah ﷺ dan Sahabat pada 1 Hijriyah. Shalat Jumat pertama kali Keutamaan lain Rabiul Awal yaitu bulan digelarnya salat Jumat pertama kali. Rasulullah SAW dan para sahabat melaksanakan salat Jumat pada pekan kedua Rabiul Awwal (622 M) saat beliau Hijrah menuju Madinah. Beliau mengerjakan salat Jumat di Bani Salim bin Auf sebelum tiba di Kota Madinah. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kewajiban salat Jumat disyariatkan di Madinah. Bulan wafatnya Rasulullah SAW Rabiul Awal juga dianggap istimewa karena menjadi bulan wafatnya Nabi Muhammad SAW. Beliau wafat pada hari Senin pagi Tanggal 12 Rabiul Awal Tahun 11 Hijriah atau 633 Masehi (ada yang menyebut 632 Masehi). Inilah salah satu keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang lahir dan wafat pada tanggal yang sama yaitu 12 Rabiul Awal. Demikian beberapa kejadian-kejadian yang menjadi suatu sejarah dalam peradaban Islam pada masalalu untuk kita pelajari bersama atas segala makna yang ada.

Info

Palestina Masih Berjuang

Dibuat oleh : Admin Rabu, 28 Agustus 2024 / 23 Safar 1446 H Konflik yang terjadi di Palestina masih berlangsung, Otoritas Palestina melaporkan serangan pesawat Israel di Tepi Barat pada Senin (26/8/24) yang menyebabkan lima orang tewas. Militer Israel mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan serangan udara di Tepi Barat. “Beberapa saat yang lalu, sebuah pesawat menyerang sebuah pusat operasional di daerah Nur Shams,” Pernyataan militer Israel, tanpa menyebutkan siapa yang dijadikan sasaran atau memberi informasi jumlah korban. Surat kabar Times of Israel mengatakan bahwa serangan pesawat tanpa awak tersebut telah dilakukan, namun tidak mengatakan bagaimana serangan itu direncanakan. Kekerasan yang terjadi di Tepi Barat telah meningkat bersamaan dengan perang yang terjadi di Gaza. Ada lebih dari 640 warga Palestina di Tepi Barat tewas oleh pasukan dan pemukim Israel yang terhitung sejak serangan 7 Oktober 2023 lalu, menurut perhitungan berdasarkan angka kementerian kesehatan Palestina. Beberapa serangan militer Israel terjadi di daerah Kamp Nur Shams dekat Tulkarem, setidaknya ada 14 orang tewas dalam operasi militer Israel selama dua hari di sana.

Info

Keutamaan Sedekah Air

Dibuat oleh : Admin Kamis, 22 Agustus 2024 / 17 Safar 1446 H Pada beberapa waktu lalu, banyak berita yang menyampaikan tentang terjadinya bencana kekeringan di beberapa daerah di DIY. Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Reni Kraningtyas. Mengungkapkan bahwa peringatan dini kekeringan meteorologis dikeluarkan karena berkurangnya curah hujan. “Peringatan dini kekeringan meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya, dalam jangka waktu yang panjang dengan kurun waktu bulanan, dua bulanan dan seterusnya,” kata Reni dalam keterangan tertulis yang dikutip detikJogja, Selasa (20/8/2024). Reni menjelaskan, peringatan ini dikeluarkan berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga tanggal 20 Agustus 2024. Selain itu juga prakiraan peluang curah hujan 2 dasarian ke depan. Kemudian telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 31 hari dan prakiraan curah hujan rendah kurang 20 mm/dasarian dengan peluang terjadi di atas 70 persen, berdasarkan hal tersebut, Reni menjelaskan seluruh wilyah DIY dalam status siaga kekeringan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta, Noviar Rahmad, mengatakaan kepada Tempo.co tentang kabupaten yang paling terimbas kemarau pada tahun ini adalah Gunungkidul, Bantul, serta Kulon Progo. “Sebanyak 1.153 hektare lahan pertanian di kabupaten-kabupaten itu terdampak kekeringan dan sebagian besar mengalami puso (gagal panen),” katanya pada Senin, 19 Agustus 2024. Khusus di Kabupaten Gunungkidul, ada 10 kecamatan yang lahannya terganggu oleh kekeringan panjang. Area yang dimaksud mulai dari Semanu, Saptosari, Playen, Karangmojo, Gedangsari, Semin, Ngawen, Ponjong, Nglipar, sampai Patuk. Sebagian besar tanaman padi yang gagal panen di Gunungkidul ada di lahan sawah tadah hujan. Dari informasi diatas, ada sebuah pertanyaan bagaimana tanggapan kita dalam memberi respon dalam kasus bencana kekeringan ini?. Yang perlu kita pahami bersama, Sedekah air merupakan suatu  bentuk sedekah yang teramat disukai oleh Rasulullah SAW. Hal ini tercatat dalam hadits dari Sa’id bin Al-Musayyib, dari Sa’ad bin ‘Ubadah, ia berkata, يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سَقْيُ الْمَاءِ “Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Memberi minum air.” (HR. An-Nasai, no. 3694 dan 3695. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya). Lalu mengapa sedekah air menjadi suatu sedekah yang sangat afdal? Pertanyaan ini dijawab oleh Abu ‘Abdirrahman Syarof Al-Haqq Muhammad Asyraf Ash-Shidiqi Al-‘Azhim Abaadi, penulis kitab ‘Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud mengatakan, “Air dikatakan sebagai sedekah yang lebih utama karena kemanfaatannya sangat luas untuk urusan agama dan duniawi”. ‘Aun Al-Ma’bud, 3:76.

Info

Makna Kemerdekaan Dalam Islam

Dibuat oleh:  Admin Selasa, 20 Agustus 2024 / 15 Safar 1446 H Pekan lalu atau tepatnya tanggal 17 Agustus 2024, kita telah memperingati hari kemerdekaan negara Indonesia dengan riang gembira. Hari yang selalu diperingati sebagai hari ulang tahun negara ini pada setiap tahunnya. Namun apabila kita kembali menelaah lebih dalam tentang makna dari kemerdekaan itu sendiri, kita akan mendapat pemahaman lebih daripada kemerdekaan yang selama ini telah kita ketahui. Lalu, apa itu kemerdekaan dan bagai mana maksud dari kemerdekaan yang hakiki dalam agama Islam?, mari kita ulas bersama Mengetahui makna kemerdekaan dalam Islam tentu juga mengetahui batas-batas kebebasan yang ditetapkan syariat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kemerdekaan dimaknai sebagai kebebasan, dapat berdiri sendiri, dan tidak terjajah lagi. Dari segi istilah, kemerdekaan artinya kebebasan individu untuk melakukan yang dikehendakinya tanpa pengaruh orang lain. Sementara itu, dalam bahasa Arab kemerdekaan disebut dengan al-Hurriyah. Menurut Muhammad Idris, LC dalam karyanya yang berjudul makna kemerdekaan bagi seorang muslim telah menyebutkan bahwasannya Dalam Islam, makna kemerdekaan lebih jauh dari sekedar kemerdekaan sebuah negara dan bangsa. Dalam Islam, kemerdekaan adalah tatkala seorang hamba bebas melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala tanpa adanya suatu penghalang apa pun. Dalam Islam, kemerdekaan adalah tatkala seorang muslim tidak memiliki penghalang antara dirinya dan surga Allah Ta’ala. Mengutip dari buku Al Qur’an sebagai Sumber Hukum yang disusun Alik Al Adhim, dalam Al-Qur’an kemerdekaan disebut sebagai al-Hurriyah. Islam menghormati kemerdekaan individu, kemerdekaan berfikir, kemerdekaan berbicara, bahkan kemerdekaan memilih dan menentukan agama dan jalan hidupnya. Ini diterangkan dalam surah Al Baqarah ayat 256, لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ Artinya: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Bahkan, kemerdekaan termasuk salah satu prinsip dalam penerapan hukum Islam. Diterangkan dalam buku Pemikiran dan Filsafat Hukum Islam yang ditulis Prof Dr Izomiddin MA, kemerdekaan dan kebebasan dalam Islam menghendaki agar agama Islam disiarkan tidak berdasar paksaan, melainkan berdasarkan penjelasan, demonstrasi dan argumentasi. Selain al-Hurriyah, kemerdekaan dalam Islam juga disebut sebagai al-Istiqla. Kata tersebut ditafsirkan sebagai al-taharrur wa al-khalash min ay-qaydin wa saytharah ajnabiyyah atau bebas dan lepas dari segala bentuk ikatan dan penguasaan pihak lain. Secara syariah, makna kemerdekaan dalam Islam berarti kondisi ketika seseorang sadar dan berusaha keras untuk memposisikan diri sebagai hamba Allah SWT. Jadi, muslim harus tunduk kepada Allah SWT semata, tidak ada selain-Nya. Kemerdekaan dalam islam dengan aspek kemanusiaan mencangkup : Kebebasan Beragama Alquran berulang kali menyebutkan bahwa Allah SWT mengangkat derajat manusia dari makhluk lainnya dan berulang kali pula akan menurunkan derajatnya sampai lebih hina dari binatang apabila tidak mampu menggunakan anugerah akal dan kelengkapan anggota jasmani yang diberikan kepadanya. Di satu sisi derajatnya diangkat melebihi dari Malaikat, tetapi di sisi lain ia juga bisa menjadi lebih rendah dari hewan. Salah satu dari jaminan dasar itu ialah kebebasan beragama atau yang  sering diungkapkan dengan kemaslahatan agama. Syariat Islam menjamin terpeliharanya kelima hak pokok yang diberikan Allah SWT kepada manusia bagi terciptanya kemaslahatan kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Toleransi merupakan hal yang tetap dibutuhkan demi berjalannya transformasi sosial sepanjang sejarah umat manusia. Bahkan sejarah membuktikan bahwa agama merupakan dobrakan moral atas kungkungan yang ketat dari pandangan yang dominan yang berwatak menindas. Hal tersebut telah dibuktikan oleh Islam dengan dobrakannya atas ketidakadilan wawasan hidup jahiliah yang dianut mayoritas bangsa Arab di zamannya. Manusia di tempatkan pada martabat yang tinggi dan merupakan karunia pemberian Tuhan kepadanya, bukan pemberian manusia lain dan bukan pula pemberian negara atau superioritas lainnya. Pembahasan terhadap berbagai masalah di atas memiliki tolak ukur dari beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya : وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَاٰمَنَ مَنْ فِى الْاَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًاۗ اَفَاَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتّٰى يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ “Dan jikalau Tuhan-mu  menghendaki  tentulah semua orang yang ada di muka bumi beriman seluruhnya. Maka apakah   kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya”. (Q.S Yunus :99). Kebebasan Berpikir Kebebasan berfikir juga perlulah seiring dengan tuntutan iman dan batasan aqidah. Dalam hal ini, manusia boleh menggunakan kebebasan berfikir untuk menyatakan pandangan atau melontarkan pendapat selagi perkara tersebut tidak menyalahi agama. Kebebasan Berpolitik Pada dasarnya Islam tidak pernah mendoktrinkan sebuah sistem politik tertentu secara utuh dan baku. Politik dalam Islam sangatlah lentur dan dinamis, terlihat dari bagaimana rekam jejak Nabi dan para penggantinya yang disebut Khulafaurrasyidin mengelola kehidupan politik umat Islam di awal sejarah. Relasi Islam dan politik memang telah diperbincangkan sejak sangat lama. Beberapa ulama yang pernah mengkaji politik Islam di antaranya adalah al-Farabi (w. 339 H), al-Mawardi (w. 450 H), al-Ghazali (w. 505 H), Ibn Taymiyah (728 H) dan Ibn Khaldun (w. 784 H). Dan di era kontemporer di antaranya adalah Jamaludin al-Afghani (w. 1897 M), Hasan al-Banna (w. 1949 M), Abdul Wahab Khalaf (w. 1956 M), Ali Abd al-Raziq (w. 1966 M), Sayyid Quthb (w. 1966), al-Maududi (w. 1979 M), Abdurrahman Wahid (w. 2009 M), dan lainnya. Namun meski Islam tidak mengajarkan sebuah sistem yang utuh tentang politik, Islam menekankan sejumlah prinsip dan moralitas berpolitik dan bernegara. Paling tidak ada tujuh prinsip politik Islam yang tersirat di dalam Al-Quran. Antara lain  Amanah,