
Dibuat oleh : Admin
11 September 2024 / 7 Rabiulawal 1446 H
Maulid Nabi Muhammad SAW atau secara bahasa Arab مولد النبي (Maulid an-Nabī), adalah hari dimana Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan yang jatuh pada tanggal 12 Rabi’ul Awal dalam penanggalan kalender Hijriyah. Yang mana pada tahun ini jatuh pada hari Senin tanggal 16 September 2024.
Dalam bahasa Arab, maulid memiliki arti “hari lahir” . yang mana perayaan maulid merupakan tradisi yang berkembang jauh setelah wafatnya Rasulullah SAW yang mana secara substansi merupakan perayaan dan penghormatan hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW.
Pakar sejarah Islam seperti Ibnu Khallikan, Sibth bin Al-Jauzi, Ibnu Katsir, As-Sakhawi, As-Suyuthi, dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat Islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela Islam pada masa Perang Salib.
Masyarakat Muslim di Indonesia pada umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan salawat nabi, pembacaan syair Barzanji atau Simtuddurar, serta pengajian-pengajian. Menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiulawal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten. Dan tradisi endhog-endhogan yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa-Using di Banyuwangi, Jawa Timur. Akan tetapi pada belahan bumi yang lain seperti Arab Saudi dan Qatar adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan Maulid sebagai hari libur resmi. Partisipasi dalam ritual perayaan hari besar Islam ini umumnya dipandang sebagai ekspresi dari rasa keimanan dan kebangkitan keberagamaan bagi para penganutnya.
Perlu kita pahami bersama tentang tradisi yang berbeda pada setiap tempat dalam perayaan maulid nabi Muhammad SAW sehingga jangan sampai hanya karena perbedaan tradisi atau cara dalam merayakan hari kelahiran nabi ini membuat kita sebagai umat muslim saling terpecah belah karena pada dasarnya pada waktu nabi dilahirkan, seluruh alam ini merasakan kebahagiaan.
Allahu a’lam.