Pundi Surga

Info

Info

Luka Mereka adalah Luka Kita

Dibuat oleh : Administrator *ONE DAY ONE HADITS* Jum’at, 31 Mei 2024 22 Dzulqo’dah 1445 H 💖 *Luka Mereka adalah Luka Kita* 💖 •┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈• Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, تَرَى المُؤْمِنِينَ في تَراحُمِهِمْ وتَوادِّهِمْ وتَعاطُفِهِمْ، كَمَثَلِ الجَسَدِ، إذا اشْتَكَى عُضْوًا تَداعَى له سائِرُ جَسَدِهِ بالسَّهَرِ والحُمَّى _*“Engkau saksikan bagaimana kasih sayang sesama orang beriman, cinta mereka satu sama lain, sebagai satu tubuh. Jika ada satu anggota tubuh mereka yang mengeluhkan sakit, maka yang lain akan turut merasakannya dan ikut demam karenanya.”*_ (HR. Bukhari no. 6011) 🌺 *Faedah Hadits* : 🌺 🔰 1- Laksana anggota tubuh yang saling berkaitan satu sama lainnya, itulah gambaran hubungan kita dengan mereka yang berada di Palestina. Jika ada yang tertembus peluru di sana, kita pun turut merasakannya. Allah ‘Azza Wajalla juga menegaskan dalam firman-Nya bahwa antara satu mukmin dengan mukmin yang lainnya adalah bersaudara, اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.” (QS. Al-Hujurat: 10) Syekh Abdurrahman As-Sa’diy rahimahullahu mengatakan, هذا عقد، عقده الله بين المؤمنين، أنه إذا وجد من أي شخص كان، في مشرق الأرض ومغربها، الإيمان بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم الآخر، فإنه أخ للمؤمنين، أخوة توجب أن يحب له المؤمنون، ما يحبون لأنفسهم، ويكرهون له، ما يكرهون لأنفسهم “Ini adalah bentuk ikatan yang Allah jadikan di antara orang yang beriman. Bahwasanya tatkala ia menjumpai siapa pun di belahan bumi timur dan barat yang beriman kepada Allah, malaikat-Nya, utusan-Nya, kitab-kitab-Nya, dan hari akhir, maka mereka adalah saudara seiman. Saudara yang harus kita cintai sebagaimana kecintaan kita kepada diri kita sendiri. Dan menghalau dari mereka segala sesuatu yang kita juga tidak sukai menimpa diri kita.” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 800) 🔰 2- Setiap perbuatan yang bisa meningkatkan kecintaan antara orang-orang yang beriman adalah dianjurkan. Dan sebaliknya, setiap perbuatan yang bisa meruntuhkan ikatan persaudaran seperti saling hasad, saling mencela, saling membenci, dan sebagainya, semua itu dilarang oleh Allah ‘Azza Wajalla. Turut merasakan derita yang dirasakan oleh kaum muslimin Palestina adalah bentuk kecintaan kita kepada mereka karena Allah ‘Azza Wajalla. Sumber : muslim.or.id —————————————————— 📌Yuk berikan sedekah terbaik anda dihari jum’at yang mulia ini: Donasi lebih mudah, klik www.pundisurga.org 🔖 Info dan Konfirmasi: 0878-3972-6984 (Admin)

Info

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Palestina?

Dibuat oleh : Administrator Kamis, 30 Mei 2024 21 Dzulqo’dah 1445 H Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Palestina? Tak terhitung berapa banyak air mata yang tumpah melihat kondisi saudara kita di Palestina. Baru-baru ini tentara Israel meluncurkan dua serangan mematikan ke Rafah tepatnya pada Minggu (26/5) dan Selasa (28/5). Serangan itu memakan korban hingga 71 orang tewas termasuk wanita dan anak-anak serta 249 lainnya luka-luka. Lagi-lagi pihak Israel berdalih bila Rafah menjadi benteng terakhir pejuang Hamas. Tentu kita menangis. Menangis karena kondisi mereka dan menangisi hati sebagian dari kita yang tulisan dan lisannya dari kejauhan tak henti-hentinya melukai saudara kita. Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka? Sudahkah tertutup semua pintu yang memungkinkan kita turut menyertai perjuangan mereka? Luka mereka adalah luka kita Laksana anggota tubuh yang saling berkaitan satu sama lainnya, itulah gambaran hubungan kita dengan mereka yang berada di Palestina. Jika ada yang tertembus peluru di sana, kita pun turut merasakannya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda, تَرَى المُؤْمِنِينَ في تَراحُمِهِمْ وتَوادِّهِمْ وتَعاطُفِهِمْ، كَمَثَلِ الجَسَدِ، إذا اشْتَكَى عُضْوًا تَداعَى له سائِرُ جَسَدِهِ بالسَّهَرِ والحُمَّى “Engkau saksikan bagaimana kasih sayang sesama orang beriman, cinta mereka satu sama lain, sebagai satu tubuh. Jika ada satu anggota tubuh mereka yang mengeluhkan sakit, maka yang lain akan turut merasakannya dan ikut demam karenanya.” (HR. Bukhari no. 6011) Allah ‘Azza Wajalla juga menegaskan dalam firman-Nya bahwa antara satu mukmin dengan mukmin yang lainnya adalah bersaudara, اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.” (QS. Al-Hujurat: 10) Syekh Abdurrahman As-Sa’diy rahimahullahu mengatakan, هذا عقد، عقده الله بين المؤمنين، أنه إذا وجد من أي شخص كان، في مشرق الأرض ومغربها، الإيمان بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم الآخر، فإنه أخ للمؤمنين، أخوة توجب أن يحب له المؤمنون، ما يحبون لأنفسهم، ويكرهون له، ما يكرهون لأنفسهم “Ini adalah bentuk ikatan yang Allah jadikan di antara orang yang beriman. Bahwasanya tatkala ia menjumpai siapa pun di belahan bumi timur dan barat yang beriman kepada Allah, malaikat-Nya, utusan-Nya, kitab-kitab-Nya, dan hari akhir, maka mereka adalah saudara seiman. Saudara yang harus kita cintai sebagaimana kecintaan kita kepada diri kita sendiri. Dan menghalau dari mereka segala sesuatu yang kita juga tidak sukai menimpa diri kita.” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 800) Oleh karenanya, setiap perbuatan yang bisa meningkatkan kecintaan antara orang-orang yang beriman adalah dianjurkan. Dan sebaliknya, setiap perbuatan yang bisa meruntuhkan ikatan persaudaran seperti saling hasad, saling mencela, saling membenci, dan sebagainya, semua itu dilarang oleh Allah ‘Azza Wajalla. Turut merasakan derita yang dirasakan oleh kaum muslimin Palestina adalah bentuk kecintaan kita kepada mereka karena Allah ‘Azza Wajalla. Jangan lelah berdoa Sebagian orang meremehkan bahwa jika seseorang hanya berdoa saja, maka itu menunjukkan betapa lemah dirinya. Maka, dugaan ini adalah bentuk penghinaan kepada ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda tentang betapa berharganya doa seorang mukmin untuk saudaranya, ما مِن عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بظَهْرِ الغَيْبِ، إلَّا قالَ المَلَكُ: وَلَكَ بمِثْلٍ “Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya dalam kondisi saudaranya tidak mengetahuinya, melainkan malaikat akan berkata kepadanya, ‘Semoga hal yang sama pun dapat engkau rasakan.’” (HR. Muslim no. 2732) Seseorang yang mampu mengangkat kedua tangannya kepada Allah, tulus berdoa kepada-Nya, di waktu-waktu yang Allah ijabah doa seorang hamba, adalah bentuk kelembutan hatinya terhadap sesama saudaranya yang beriman. Dan hadis ini sekaligus menunjukkan tentang keharusan berbuat baik kepada sesama mukmin walaupun dengan hal yang kita bisa berupa doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di antara waktu yang hendaknya seorang muslim mendoakan saudaranya di Palestina adalah sepertiga malam terakhir, yang ketika itu Allah ‘Azza Wajalla turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda, يَتَنَزَّلُ رَبُّنا تَبارَكَ وتَعالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إلى السَّماءِ الدُّنْيا، حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ، يقولُ: مَن يَدْعُونِي فأسْتَجِيبَ له، مَن يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَن يَسْتَغْفِرُنِي فأغْفِرَ له “Allah turun ke langit dunia setiap sepertiga malam terakhir dan berseru, siapa pun di antara hamba-Ku yang berdoa, maka Aku akan kabulkan. Siapa yang meminta, niscaya Aku beri. Dan siapa yang meminta ampun, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 6321) Jangan sampai lisan lantang menyuarakan pembelaan, tapi tangan tak pernah memanjatkan satu doa pun kepada Sang pemilik kehidupan. Kaum muslimin di Palestina boleh jadi tak banyak yang menolongnya, tetapi Allah adalah Zat yang sedikit pun tak akan pernah membiarkan hamba-hamba-Nya. Bantu mereka semampunya Bukan hanya doa, jika kita memiliki kelebihan harta benda yang bisa bermanfaat bagi saudara kita di Palestina, maka bantulah dengannya. Karena apa pun yang kita keluarkan untuk mereka, dengan izin Allah akan menjadi timbangan kebaikan bagi kita dan bermanfaat bagi mereka. Betapa sebuah selimut, mungkin tak terlalu berharga di negeri ini. Akan tetapi, bagi mereka yang bahkan rumah saja tak berdinding akan jauh lebih berharga daripada perhiasan mentereng. Senantiasalah ingat, bahwa setiap bantuan yang diberikan akan berbuah kebaikan pula di sisi Allah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda, المُسْلِمُ أخُو المُسْلِمِ لا يَظْلِمُهُ ولَا يُسْلِمُهُ، ومَن كانَ في حَاجَةِ أخِيهِ كانَ اللَّهُ في حَاجَتِهِ، ومَن فَرَّجَ عن مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللَّهُ عنْه كُرْبَةً مِن كُرُبَاتِ يَومِ القِيَامَةِ، ومَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَومَ القِيَامَةِ. “Muslim adalah bersaudara yang hendaknya tidak menzalimi dan tidak membiarkan yang lainnya. Barangsiapa yang berupaya memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan penuhi kebutuhannya. Dan barangsiapa yang mengentaskan seorang muslim dari kesulitan dunia, maka Allah akan bebaskan ia dari kesulitan di hari kiamat. Barangsiapa menutup aib seorang mukmin, Allah akan tutup aibnya di hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 2442) Dengan banyaknya lembaga yang mengaku akan menyalurkan bantuan ke sana, pilihlah yang benar-benar amanah dan takut kepada Allah ketika mengelola harta kaum muslimin dan yang diakui pemerintah kaum muslimin. Tak peduli seberapa kecil jumlahnya, keikhlasanmu dan ketulusanmulah yang kelak akan diganjar dengan pahala yang teramat besar. Boikot perusahaan yang secara terang-terangan mendukung mereka Para ulama kita di Indonesia beberapa waktu lalu telah menyarankan (melalui Majelis Ulama Indonesia) untuk memboikot produk-produk yang berafiliasi dengan bantuan perang untuk Israel. Dalam fatwa MUI nomor 83 tahun 2023 menegaskan tentang anjuran semaksimal mungkin untuk menghindari transaksi dan penggunaan produk yang

Info

Manakah Yang Didahulukan, Nafkah atau Qurban?

Dibuat oleh : Administrator Rabu, 29 Mei 2024 20 Dzulqo’dah 1445 H Mana yang Didahulukan Nafkah ataukah Qurban? Hukum Qurban Sebagaimana diterangkan dalam Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii, hukum qurban adalah sunnah muakkad. Qurban adalah syiar Islam yang tampak. Muslim yang mampu hendaklah merutinkan melakukan ibadah yang satu ini. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ قَالَ وَرَأَيْتُهُ يَذْبَحُهُمَا بِيَدِهِ وَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا قَالَ وَسَمَّى وَكَبَّرَ “Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam berqurban dengan dua ekor kambing kibasy putih yang telah tumbuh tanduknya. Anas berkata, ‘Aku melihat beliau menyembelih dua ekor kambing tersebut dengan tangan beliau sendiri. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher kambing itu. Beliau membaca ‘bismillah’ dan bertakbir.’” (HR. Bukhari, no. 5558 dan Muslim, no. 1966) Dalam Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii, hukum qurban adalah sunnah kifayah dalam satu rumah. Jika salah satu dari ahlul bait itu berqurban, sunnah qurban berlaku untuk semua. Akan tetapi, satu kambing dijadikan qurban untuk satu orang. Sedangkan, syiar dan sunnah berlaku untuk semuanya. Dalil bahwa satu qurban bisa berserikat pahala untuk satu keluarga yaitu hadits dari ‘Atha’ bin Yasar, ia berkata, سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ كَيْفَ كَانَتْ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَ : كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ ، فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ “Aku pernah bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshari, bagaimana qurban di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab, “Seseorang biasa berqurban dengan seekor kambing (diniatkan) untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu mereka memakan qurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.” (HR. Tirmidzi, no. 1505 dan Ibnu Majah, no. 3147. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih). Qurban itu tidaklah wajib karena Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah tidak berqurban karena untuk mengikis pendapat yang menganggapnya wajib. Dari Abu Suraihah, ia berkata, رَأَيْتُ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَمَا يُضَحِّيَانِ “Aku pernah melihat Abu Bakar dan Umar tidak berqurban.” (HR. Abdur Razaq 8139, sanadnya sahih). Qurban menjadi wajib dalam dua keadaan yaitu takyin dan nadzar. Kapan Disebut Mampu dalam Berqurban? Yang dibebani untuk berqurban, ada tiga syarat yaitu: Islam Baligh dan berakal Mampu Yang dimaksud mampu adalah memiliki biaya untuk berqurban. Qurban ini adalah kelebihan dari nafkah diri dan nafkah keluarga berupa makanan, pakaian, dan tempat tinggal, dan nafkah lainnya selama hari Id dan hari-hari tasyrik. Lihat Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii, 2:478-479. Dari penjelasan Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily di atas, nafkah untuk diri dan keluarga berarti dipenuhi terlebih dahulu, setelah itu barulah berqurban. Sumber : rumaysho.com

Info

Keutamaan Bulan Dzulqo’dah

Saat ini kita berada di bulan Dzulqo’dah yang merupakan salah satu bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Apa sajakah keutamaan bulan Dzulqo’dah ? Berikut ini beberapa keutamaan bulan Dzulqo’dah yang semoga bisa kita jadikan penyemangat untuk lebih beramal sholeh. Pertama, Dzulqo’dah adalah permulaan dari empat bulan yang dimuliakan (al-Asyhur al-Hurum). Empat bulan haram atau empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Disebut Dzulqo’dah disebabkan orang-orang Arab pada masa lalu tidak melakukan perang (qu’uud ‘anil qitaal) di dalamnya. Allah SWT berfirman: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ (سورة التوبة: ٣٦) Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan (Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab)”. (QS at-Taubah: 36). Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan tentang Surat at Taubah ayat 36 ini: “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan Haram (Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab) dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar. Dan amal sholeh yang dilakukan pada bulan haram akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207) Kedua, Dzulqo’dah adalah satu di antara tiga bulan haji, yaitu Syawal, Dzulqo’dah dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Tidak sah ihram untuk haji pada selain waktu tersebut. Allah swt berfirman: اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ (البقرة: ١٩٧) Artinya: “Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi (ditentukan).” (QS al-Baqarah: 197). Ketiga, Rasulullah saw tidak pernah melakukan umrah kecuali pada bulan Dzulqo’dah. Sahabat Anas bin Malik ra meriwayatkan: اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرْبَعَ عُمَرٍ، كُلَّهُنَّ فِي ذِي القَعْدَةِ، إِلَّا الَّتِي كَانَتْ مَعَ حَجَّتِهِ، عُمْرَةً مِنَ الحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ العَامِ المُقْبِلِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الجِعْرَانَةِ، حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ (رواه البخاري) Artinya: “Rasulullah saw berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqo’dah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji” (HR al-Bukhari). Keempat, Dzulqo’dah adalah 30 malam pertemuan Nabi Musa a.s. dengan Allah SWT seperti yang disebutkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya: وَوَاعَدْنَا مُوسَى ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً، وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ (سورة الأعراف: ١٤٢) Artinya: “Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa untuk memberikan kepadanya kitab Taurat setelah berlalu tiga puluh malam (bulan Dzulqa’dah), dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh malam lagi (sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya menjadi empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya, yaitu Harun, “Gantikanlah aku dalam memimpin kaumku, dan perbaikilah dirimu dan kaummu, dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS al-A’raf: 142). Wallahu a’lam bishshowwab (diolah dari beberapa sumber)

Info

Amalan Hati Lebih Penting Dari Amalan Fisik

Terkadang, kita lebih memperhatikan amalan fisik atau jasadiyah seperti shalat, puasa, dan lain-lain, namun kita lupa bahwa amalan hati juga memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai seorang Muslim. Pengertian Amalan Hati: Amalan hati merujuk pada keadaan batin yang tercermin dalam niat, kesadaran, keikhlasan, dan kebersihan hati seseorang dalam menjalankan ibadah dan berinteraksi dengan sesama. Amalan hati mencakup keikhlasan dalam beribadah, ikhlas dalam beramal, serta kasih sayang dan kedamaian dalam bermuamalah dengan orang lain. Keutamaan Amalan Hati: Allah SWT lebih mengutamakan amalan hati daripada amalan fisik atau jasadiyah. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh dan harta kalian, tetapi Dia melihat pada hati dan amalan kalian.” Ini menunjukkan betapa pentingnya kondisi hati kita dalam pandangan Allah SWT. Perbandingan Amalan Hati dan Amalan Jasadiyah: Amalan fisik atau jasadiyah seperti shalat, puasa, dan zakat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim. Namun, amalan tersebut tidak akan bermakna jika tidak disertai dengan keikhlasan dan ketulusan hati. Sebagai contoh, seseorang mungkin melaksanakan shalat lima waktu dengan sempurna secara fisik, tetapi jika hatinya tidak khusyuk dan penuh dengan perasaan riya’ atau riak, maka nilainya di sisi Allah bisa jauh berbeda. Sebagai seorang Muslim, kita harus memperhatikan dan memperbaiki kondisi hati kita sebagaimana kita memperhatikan amalan fisik atau jasadiyah kita. Karena pada akhirnya, amalan hati yang ikhlas dan bersihlah yang akan mendekatkan kita kepada Allah SWT. Marilah kita bersama-sama berusaha meningkatkan kualitas amalan hati kita, dengan selalu memperbaharui niat kita, membersihkan hati dari sifat-sifat buruk, dan meningkatkan keikhlasan dalam setiap tindakan kita. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi dan memberikan taufiq kepada kita dalam menjalankan amalan yang benar dan ikhlas. Wallahu a’lam.

Info

Motivasi Membaca Surat Al Waqi’ah

Membaca Surat Al-Waqiah bisa memberikan banyak motivasi dan manfaat. Di antaranya: Pahala dan Perlindungan: Dalam hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa membaca Surat Al-Waqiah akan memberikan perlindungan kepada pembacanya dari kefakiran. Jadi, membacanya secara rutin bisa menjadi sumber keberkahan dalam kehidupan finansial. Meningkatkan Keimanan: Setiap ayat Al-Qur’an memiliki kekuatan tersendiri dalam meningkatkan keimanan. Membaca Al-Waqiah secara khusyuk dapat memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT dan meningkatkan kepercayaan pada-Nya. Pengingat Akhirat: Surat Al-Waqiah memberikan gambaran yang sangat jelas tentang kehidupan setelah kematian dan hari pembalasan. Membacanya secara rutin bisa membantu kita untuk selalu mengingat pentingnya persiapan untuk akhirat. Pemberdayaan Diri: Surat Al-Waqiah juga mengandung pesan tentang pentingnya bersyukur atas nikmat-nikmat yang diberikan Allah SWT. Ini bisa menjadi pengingat untuk selalu bersyukur atas segala yang kita miliki, baik besar maupun kecil. Mendatangkan Rahmat: Setiap surat Al-Qur’an memiliki berkah dan rahmat tersendiri. Membaca Al-Waqiah dengan niat yang tulus dapat membuka pintu-pintu rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Jadi, membaca Surat Al-Waqiah tidak hanya memberikan manfaat di dunia, tetapi juga di akhirat. Itu menjadi salah satu surat yang sangat dianjurkan untuk dibaca secara rutin.

Info

Sebagian Besar Negara di Dunia Mendukung Palestina Masuk Keanggotaan PBB

ALHAMDULILLAHIROBBIL’ALAMIN Sebanyak 143 negara mendukung upaya Palestina menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun sembilan negara menentang upaya tersebut, di antaranya Papua New Guinea dan Amerika Serikat (AS). Dilansir dari CNBC Indonesia, Majelis Umum PBB menyatakan bahwa Palestina memenuhi syarat menjadi anggota penuh PBB. Hasil rapat kemudian diteruskan sebagai rekomendasi ke Dewan Keamanan PBB. Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak penuh memutuskan keanggotaan suatu negara masuk anggota penuh. Amerika Serikat memveto upaya Palestina menjadi anggota penuh pada bulan lalu. Akibatnya, resolusi saat ini tidak memberikan keanggotaan penuh ke Palestina. Namun, mengakui bahwa Palestina memenuhi syarat untuk bergabung dan memiliki beberapa hak di dalam PBB. Berikut rincian bagaimana setiap negara memberikan suara di PBB di New York City pada Jumat (10/5/2024), dikutip dari Al-Jazeera. Setuju (143) Algeria, Andorra, Angola, Antigua and Barbuda, Armenia, Australia, Azerbaijan Bahamas, Bahrain, Bangladesh, Barbados, Belarus, Belgium, Belize, Benin, Bhutan, Bolivia, Bosnia and Herzegovina, Botswana, Brazil, Brunei, Burkina Faso, Burundi Cabo Verde, Cambodia, Central African Republic, Chad, Chile, China, Colombia, Comoros, Costa Rica, Cuba, Cyprus Democratic People’s Republic of Korea (North Korea), Democratic Republic of the Congo, Denmark, Djibouti, Dominica, Dominican Republic East Timor, Egypt, El Salvador, Equatorial Guinea, Eritrea, Estonia, Ethiopia France Gabon The Gambia, Ghana, Greece, Grenada, Guatemala, Guinea, Guinea-Bissau, Guyana Haiti, Honduras Iceland, India, Indonesia, Iran, Iraq, Ireland, Ivory Coast Jamaica, Japan, Jordan Kazakhstan, Kenya, Kuwait, Kyrgyzstan Laos, Lebanon, Lesotho, Libya, Liechtenstein, Luxembourg Madagascar, Malaysia, Maldives, Mali, Malta, Mauritania, Mauritius, Mexico, Mongolia, Montenegro, Morocco, Mozambique, Myanmar Namibia, Nepal, New Zealand, Nicaragua, Niger, Nigeria, Norway Oman Pakistan, Panama, Peru, Philippines, Poland, Portugal Qatar Republic of Korea (South Korea), Russia, Rwanda Saint Kitts and Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent and the Grenadines, San Marino, Saudi Arabia, Senegal, Serbia, Seychelles, Sierra Leone, Singapore, Slovakia, Slovenia, Somalia, South Africa, Spain, Sri Lanka, Sudan, Suriname, Syria Tajikistan, Thailand, Trinidad and Tobago, Tunisia, Turkmenistan, Turkey Uganda, United Arab Emirates, United Republic of Tanzania, Uruguay, Uzbekistan Vietnam Yemen Zambia, Zimbabwe Menentang (9): Argentina Czech Republic Hungary Israel Micronesia Nauru Palau, Papua New Guinea United States Abstain (25): Albania, Austria Bulgaria Canada, Croatia Fiji, Finland Georgia, Germany Italy Latvia, Lithuania Malawi, Marshall Islands, Monaco Netherlands, North Macedonia Paraguay Republic of Moldova, Romania Sweden, Switzeland Ukraine, United Kingdom Vanuatu Sumber: https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7336701/daftar-143-negara-dukung-palestina-masuk-anggota-pbb-ditentang-papua-new-guinea-as.

Info

SEJARAH IBADAH QURBAN

Kala itu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mendapatkan wahyu untuk menyembelih anaknya, namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang kemudian mengganti anak itu dengan seekor kambing. Kisah ini bersumber dari Al-Qur’an, surat Ash-Shaffat ayat 104-107. Dikisahkan bahwa setelah Nabi Ibrahim berpindah dari negeri kaumnya, ia memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dikarunia seorang anak yang saleh. Doa Nabi Ibrahim ‘alaihi wasalam dikabulkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak lama kemudian istrinya, Siti Hajar melahirkan seorang bayi mungil tampan rupawan yang kelak akan menjadi Nabi juga bernama Ismail. Ketika Ismail lahir, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berusia 86 tahun. Pada suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi agar menyembelih anaknya, Ismail. Sebanyak tiga kali mimpi, namun perintahnya tetap sama, yakni menyembelih anak kesayangan itu. Akhirnya Nabi Ibrahim yakin bahwa itu merupakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang harus dilaksanakan. “Jika benar ini adalah perintah Allah, maka aku akan pasrah dan sabar” (yakinnya dalam hati). Selanjutnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menceritakan mimpinya itu kepada Nabi Ismail ‘alaihissalam yang kala itu masih kecil. la ingin mendengar pertimbangan anaknya atas perintah itu. “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu? tanya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Di luar dugaan, sang anak berbicara dan mengamini perintah dalam mimpi ayahnya. Nabi Ismail tidak merasa takut ataupun marah kepada ayahnya. Karena ia yakin mimpinya merupakan wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Wahai Ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaa Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,” kata Nabi Ismail a’laihissalam Keputusan Ismail itu dipilih sendiri dan bukan karena paksaan. Kemudian Nabi Ismail tidak lupa meminta pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar ia diberi kesabaran. Saat itu Ismail tidak mengandalkan kekuatan yang ada dalam dirinya, melainkan ia meminta kekuatan dari Allah. Karena itu juga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencatat nama Nabi Ismail sebagai golongan Nabi yang sabar. Nabi Ibrahim semakin mantap menunjukkan kepasrahan dan kesabaran menjadi hamba Allah, yang di satu sisi ia bersyukur dikaruniai anak yang penyabar. Kemudian ayah dan anak itu pergi ke tempat yang tinggi, Di atas tempat itu Ismail membaringkan badannya bersiap untuk dikorbankan oleh ayahnya. Namun, ketika semua siap, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan wahyu yang menggantikan Nabi Ismail ‘alaihissallam dengan seekor sembelihan yang besar. Allah Subhanahu Wa Ta‘ala berfirman: وَنَادَيۡنٰهُ اَنۡ يّٰۤاِبۡرٰهِيۡمُۙ‏ قَدۡ صَدَّقۡتَ الرُّءۡيَا اِنَّا كَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡمُحۡسِنِيۡناِنَّ هٰذَا لَهُوَ الۡبَلٰٓؤُا الۡمُبِيۡنُ‏ وَفَدَيۡنٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيۡمٍ‏َ ‏ Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim. Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”. (Surah Ash-Shaffat 104-107)

Info

Bahaya Musik dan Nyanyian

Dibuat oleh : Administrator ONE DAY ONE HADITS Jum’at, 10 Mei 2024 02 Dzulqo’dah 1445 H 💖 Bahaya Musik & Nyanyian 💖 •┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈• Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ ، وَقَذْفٌ ، وَمَسْخٌ ” ، قِيلَ : وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ ، وَاسْتُحِلَّتِ الْخَمْرُ “ “Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya menjadi buruk”. Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi wanita telah merajalela, serta khamr di anggap halal”. (HR. Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir (5672), dihasankan Asy Syaukani (Nailul Authar, 8/262), bahkan Al Albani menyatakan hadits ini bisa terangkat sampai derajat shahih (Shahih Al Jami’, 3665). 🌺 Faedah Hadits : 🌺 🔰 1- Hadits di atas sudah cukup membuktikan kepada kita bahwa nyanyian dan alat-alat musik termasuk kedalam dosa-dosa besar, sehingga hukumnya haram. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : ”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik. (HR. Bukhari) 🔰 2- Musik hukumnya haram meskipun dinamai dengan “musik religi” atau “Islami”. Karena jika musik menjadi boleh didengar karena ada embel-embel Islami atau religi, ini berkonsekuensi dosa-dosa besar yang disebutkan satu paket dengan musik dalam hadis ini, pun bisa menjadi boleh, asalkan juga dinamai dengan “zina Islami/religi” atau “mabuk Islami/religi”. Betapa sucinya Islam dari hal-hal seperti ini. Juga dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صوتان ملعونان في الدنيا والآخرة: مزمار عند نعمة، ورنة عند مصيبة “Dua suara terlaknat di dunia dan akhirat: suara seruling di saat mendapat nikmat dan suara histeris di saat mendapat musibah.” (HR. Al-Bazzar, dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani) 🔰 3- Larangan musik dan nyanyian di dalam islam mengandung sebuah hikmah yang besar, karena musik/nyanyian religi sekalipun sangat mampu membuat lalai manusia bahkan banyak yang terjerumus ke dalam kemaksiatan yang lebih besar akibat sering mendengarkan musik/nyanyian. Oleh karena itu di dalam Islam kita dianjurkan banyak mengingat Allah/berdzikir dimana pun berada bukan mendengar musik/nyanyian. Karena kedua hal tesebut tidaklah menambah iman, tapi justru menambah kemunafikan di dlam hati, Maka hendaknya kita berhati-hati. sebagaimana perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullahu berkata, إِنَّ الْقُرْآنَ وَ الْغِنَاءَ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي الْقَلْبِ أَبَدًا، لِمَا بَيْنَهُمَا مِن التَّضَادِّ “Sesungguhnya Al-Quran dan nyayian itu tidak akan bersatu di hati selamanya, karena keduanya itu bertentangan” (Ighatsatul Lahfan, 1: 248). 🔰 4- Hendaknya bagi yang ragu-ragu apakah nyanyian/musik ini hukumnya boleh atau haram, maka hendaknya dia mengetahui bahwa menjauhi syubhat-syubhat itu lebih baik daripada terjatuh di dalamnya. Dan sikap seperti ini dapat menyelamatkan agamanya, yang tidak terhitung harganya. Sumber : muslim.or.id —————————————————— 📌Yuk berikan sedekah terbaik anda dihari jum’at yang mulia ini: 💳 BSI 444.567.0100 💳 Muamalat 531.007.0697 [A.n. Pundi Surga] 🔖 Info dan Konfirmasi: 0878-3972-6984 (Admin)

Info

Bahaya Bicara Agama Tanpa Ilmu

Dibuat oleh : Administrator Rabu, 08 Mei 2024 29 Syawwal 1445 H Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya Allah Ta’ala telah memberikan kita karunia berupa agama yang benar, agama nabi Ibrahim yang lurus. Dan beliau bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Agama yang telah Allah janjikan akan menang di atas semua agama lainnya. Oleh karenanya, Allah berfirman, هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ ࣖ “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang-orang musyrik membencinya.” (QS. As-Saf: 9) Agama yang Allah berjanji akan menjaga kitab sucinya. Allah berfirman, اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9) Al-Qur’an yang Allah turunkan ini sangatlah bermanfaat bagi manusia, kapan pun zamannya dan di mana pun tempatnya. Kitab yang akan memberikan petunjuk menuju jalan yang lurus, jalan menuju surga Allah Ta’ala yang penuh kemuliaan. Di antara tanda agungnya pemberian Allah ini, Allah telah menyiapkan siapa saja yang akan menjaga syariat-Nya, menyiapkan juga para penyeru agama-Nya, mengajarkan manusia akan apa yang bermanfaat bagi mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَحْمِلُ هَذَا اْلعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ، يُنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الغَالِّيْنَ وَتَأْوِيْلَ الجَاهِلِيْنَ وَانْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ. “Ilmu (agama) ini akan dibawa oleh orang-orang terpercaya dari setiap generasi. Mereka akan meluruskan penyimpangan orang-orang yang melampaui batas, takwil orang-orang jahil, dan pemalsuan orang-orang batil.” (HR. Ahmad dalam Tarikh Dimasyq, 7: 39) Oleh karena itu, Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk bertanya kepada para ulama yang mumpuni saat mendapati sebuah permasalahan yang tidak kita ketahui ilmunya. Allah Ta’ala berfirman, فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43) Allah Ta’ala juga melarang kita dari bertanya kepada mereka yang menyesatkan manusia dengan ucapannya yang manis, namun jauh dari kebenaran. Mereka yang tidak tahu kaidah-kaidah ilmu dan dasar-dasarnya, namun berani berfatwa padahal tidak bisa membedakan kabar/ hadis yang sahih dari hadis yang cacat dan palsu, ataupun tidak bisa menempatkan dalil yang ada pada tempatnya. Pembaca yang dirahmati Allah Ta’ala, Seharusnya majelis-majelis ilmu yang ada lebih mengutamakan dan mendahulukan ulama yang sudah mengabdikan dirinya untuk ilmu, menghabiskan hari demi hari mereka untuk mempelajari ilmu syar’i dan menulisnya. Bukan mereka yang manis lisannya, namun bodoh dan kosong ilmunya. Sehingga tidak ada lagi di antara mereka yang dianggap ‘berilmu’, namun justru menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan mengharamkan apa yang telah Allah halalkan. Sungguh fenomena ini sudah menjamur dan tersebar di masyarakat kita, dan ini merupakan salah satu tanda hari kiamat kecil yang sudah terjadi. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, إنَّ مِن أشْرَاطِ السَّاعَةِ أنْ يُرْفَعَ العِلْمُ، ويَكْثُرَ الجَهْلُ “Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan banyaknya kebodohan.” (HR. Bukhari no. 5231 dan Muslim no. 2671) Di hadis yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya. Akan tetapi, Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Mereka bertanya kepada mereka, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673) Dahulu kala, walaupun para sahabat radhiayallahu ‘anhum memiliki banyak ilmu dan pengetahuan, jika salah satu dari mereka ditanya perihal suatu permasalahan yang tidak ia ketahui, mereka tidak segan-segan untuk mengucapkan, “Allahu A’lam”, Allah lebih mengetahui perkara tersebut. Hal ini bukan berarti Islam melarang dari berfatwa dan menjawab pertanyaan seseorang. Hanya saja, Islam menginginkan agar setiap ahli ilmu yang ditanya untuk berusaha mencari jawaban yang benar, sampai ia yakin bahwa yang akan disampaikannya adalah kebenaran. Para Pembaca, ma’asyiral muslimin yang dicintai Allah Ta’ala. Sesungguhnya berdusta dan berbicara atas nama Allah tanpa ilmu termasuk dari perbuatan dosa besar. Jika seorang manusia terjatuh ke dalamnya, maka akan membinasakannya. Allah Ta’ala berfirman, وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَا تَصِفُ اَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هٰذَا حَلٰلٌ وَّهٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوْا عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُوْنَۗ “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ‘Ini halal dan ini haram’ untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya, orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah itu tidak akan beruntung.” (QS. An-Nahl: 116) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda, إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ “Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 4) Di antara ayat yang menunjukkan besarnya dosa berbicara atas nama Allah tanpa ilmu adalah firman-Nya, قُلْ اِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْاِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَاَنْ تُشْرِكُوْا بِاللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا وَّاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ “Katakanlah (Muhammad), ‘Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-A’raf: 33) Allah Ta’ala menggabungkan antara berbicara atas nama Allah tanpa ilmu dengan kesyirikan, dosa yang tidak ada dosa lain yang lebih besar dan lebih parah darinya. Oleh karenanya, jemaah sekalian, marilah bersama-sama kita terus menerus bertakwa kepada Allah Ta’ala, serta menghindarkan diri kita sejauh-jauhnya dari perkara ini, mengajarkan anak-anak kita untuk hanya bertanya kepada ulama yang jelas-jelas ahli dan mumpuni, tidak tertipu dan mengambil pendapat dari para pendusta lagi bodoh. Harus kita ketahui juga, bahwa berbicara agama tanpa ilmu merupakan salah satu cara setan menjebak dan menggoda manusia. Allah Ta’ala berfirman, إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ “Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.”