Pundi Surga

Info

Info

Diskusi Kolaborasi Forum Zakat DIY dan Pemkab Gunungkidul Kuatkan Komitmen Kolaborasi Peningkatan Kesejahteraan Gunungkidul

Rabu, 17 September 2025/24 Rabiul Awal 1447 H Disusun oleh : Admin Gunungkidul, 17 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Forum Zakat Daerah Istimewa Yogyakarta (FOZ DIY) berkomitmen untuk memperkuat sinergi program pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor strategis. Komitmen ini disampaikan pada agenda Diskusi Anggota FOZ Wilayah DIY bersama beberapa dinas di lingkungan pemerintahan kabupaten Gunungkidul yang berlangsung di Kantor Bupati Gunungkidul Rabu (17/9). Dalam diskusi ini, masing-masing anggota FOZ Wilayah DIY menyampaikan beberapa program karitas dan pemberdayaan yang diimplementasikan di Gunungkidul. Beberapa program karitas yang rutin di laksanakan adalah beasiswa pendidikan, layanan kesehatan dan ambulance, sarana air bersih, penyaluran air bersih, penyaluran daging kurban serta aktifitas dakwah keislaman. Beberapa program pemberdayaan yang sudah dilakukan beberapa anggota FOZ diantaranya pemberdayaan Aloevera di Nglipar, budidaya Melon di Wunung, Pelestarian Batik melalui Pelatihan Membatik untuk guru-guru di sekolah dasar, Gaduh ternak, pendampingan UMKM, pendampingan Agribisnis dan lainnya. Tak hanya dana zakat, anggota FOZ Wilayah DIY juga melalui amanah dana wakaf membangun infrastruktur fasilitas masyarakat seperti masjid, sekolah, dan instalasi air bersih untuk warga. Diskusi yang dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten, pengurus FOZ DIY, serta perwakilan 29 lembaga zakat anggota FOZ bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul melalui pengembangan sektor kesehatan, pendidikan, peternakan, pertanian, UMKM, dan berbagai program sosial kemasyarakatan dan juga mendukung program Kampung Zakat Kemenag RI. Dewi Irawaty, M.Kes. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul dalam sambutannya mewakili Bupati menyampaikan apresiasi atas program-program yang dijalankan oleh Anggota FOZ, hal ini sesuai dengan 7 program Prioritas kemiskinan. Gunungkidul yang masih tinggi diangka 14% dan tingkat pendidikan yang rendah menjadi peluang untuk peningkatan peran lembaga zakat, termasuk penanganan disabilitas dan ODGJ. Dewi menekankan pentingnya kekhlasan juga ketepatan dalam penyaluran bantuan. “Beberapa kali Pemerintah di-prank terkait adanya laporan permasalahan kemiskinan warga, untuk itu dibutuhkan data-data yang lengkap sebelum menyalurkan bantuan”. Ketua FOZ DIY Mambaul Bahri menambahkan, kerja sama ini membuka ruang kolaborasi lebih luas antara pemerintah daerah dan lembaga zakat. “Dengan jaringan 29 lembaga zakat anggota FOZ DIY, kita bisa mengintegrasikan program dan sumber daya sehingga manfaatnya lebih merata dan berkelanjutan” ujar Mamba. Mamba juga mengharapkan anggota FOZ bisa mendapatkan dukungan data yang lebih lengkap terkait kemiskinan dan keluarga-keluarga yang layak menerima bantuan dana zakat. Infaq dan sedekah. Tentang Forum Zakat DIY Forum Zakat DIY adalah bagian dari Forum Zakat.  FOZ DIY menaungi 29 lembaga zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Anggotanya meliputi Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, LazisMu, LazisNU, dan berbagai LAZ nasional maupun lokal termasuk LAZ Pundi Surga yang aktif dalam program kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.  

Info

Menjaga Lingkungan dengan Bersedekah Jelantah

Selasa, 9 September 2025 / 16 Rabiul Awal 1447 H Dibuat oleh : Admin Dalam Islam, menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah Allah kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi. Allah ﷻ berfirman: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya…” (QS. Al-A’raf: 56) Salah satu bentuk menjaga lingkungan yang kini mulai banyak dilakukan adalah bersedekah minyak jelantah. Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas pakai yang jika dibuang sembarangan, terutama ke saluran air, dapat mencemari lingkungan, merusak ekosistem, bahkan membahayakan kesehatan. Alih-alih dibuang percuma, jelantah bisa dikumpulkan dan disalurkan melalui program sosial yang mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti bahan baku biodiesel atau produk ramah lingkungan lainnya. Hasil dari pengelolaan jelantah tersebut biasanya dialokasikan untuk mendukung kegiatan sosial, pendidikan, maupun kesejahteraan umat. Dengan begitu, sedekah jelantah bukan hanya memberikan manfaat materi, tetapi juga menjaga kelestarian bumi yang kita huni bersama. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah berkurang harta karena sedekah.” (HR. Muslim) Walaupun jelantah dianggap tidak bernilai, ketika diniatkan untuk sedekah, ia bisa menjadi jalan pahala yang besar. Inilah bukti bahwa Allah tidak melihat dari besar-kecilnya harta yang kita keluarkan, melainkan dari keikhlasan niat kita. Sedekah jelantah sendiri memiliki beberapa manfaat tersendiri seperti : Menjaga lingkungan: mengurangi pencemaran tanah dan air. Membantu sesama: hasil pengelolaan disalurkan untuk kegiatan sosial. Mendapat pahala: setiap sedekah, sekecil apa pun, akan dicatat oleh Allah. Mendidik kepedulian: mengajarkan masyarakat bahwa kebaikan bisa dimulai dari hal sederhana. Sedekah tidak harus selalu berupa uang. Minyak jelantah yang kerap dianggap limbah pun bisa menjadi ladang pahala jika disalurkan dengan cara yang tepat. Dengan bersedekah jelantah, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga ikut serta dalam menjaga lingkungan.

Info

Mengisi Rabiul Awal 1447 H: Momentum Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW

Senin, 8 September 2025 / 15 Rabiul Awal 1447 H Dibuat oleh : Admin Bulan Rabiul Awal selalu memiliki tempat istimewa dalam hati umat Islam. Di bulan inilah Rasulullah Muhammad ﷺ dilahirkan, sosok yang membawa cahaya Islam, membimbing manusia dari kegelapan menuju cahaya petunjuk Allah ﷻ. Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momen untuk memperkuat kecintaan dan meneladani akhlak beliau. Allah ﷻ berfirman: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21) Ada beberapa hal yang dapat kita teladani dari akhlak mulia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam antara lain : Meneladani Akhlak Mulia Nabi Rasulullah dikenal dengan akhlak terbaik. Beliau jujur, penyayang, penuh kasih, dan tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan. Akhlak beliau menjadi pondasi dalam membangun masyarakat yang damai dan berkeadilan. Memperkuat Ukhuwah Momen Rabiul Awal dapat menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dengan meneladani Nabi, kita diajarkan untuk saling menghormati, menolong sesama, serta menjauhi perpecahan yang melemahkan umat. Menumbuhkan Semangat Dakwah Nabi ﷺ tidak pernah lelah menyampaikan risalah Islam, meski mendapat banyak rintangan. Umat Islam di era modern pun dituntut memiliki semangat dakwah, baik dengan lisan, tulisan, maupun akhlak sehari-hari yang menjadi contoh kebaikan. Membumikan Sunnah dalam Kehidupan Mencintai Nabi tidak cukup hanya dengan lisan, tetapi diwujudkan dengan menghidupkan sunnah beliau dalam ibadah, muamalah, dan sikap hidup. Mulai dari hal sederhana, seperti menjaga lisan, tersenyum kepada sesama, hingga beribadah sesuai tuntunan beliau. Rabiul Awal adalah kesempatan emas untuk meneguhkan cinta kepada Rasulullah ﷺ. Mari jadikan bulan ini sebagai pengingat agar kita semakin dekat kepada Allah dengan meneladani akhlak beliau. Karena sesungguhnya, bukti cinta kepada Nabi adalah dengan menghidupkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Info

Qana’ah: Kunci Ketenteraman Hati dan Kebahagiaan Hidup

Kamis, 4 September 2025 / 11 Rabiul Awal 1447 H Dibuat oleh: Admin Dalam kehidupan, manusia sering kali terjebak dalam keinginan yang tiada henti. Selalu merasa kurang, selalu ingin lebih, dan jarang puas dengan apa yang sudah dimiliki. Padahal, Islam mengajarkan satu sifat mulia yang dapat menjadi kunci ketenangan hati, yaitu qana’ah. Qana’ah berarti merasa cukup dengan apa yang Allah berikan, baik dalam hal rezeki, kedudukan, maupun keadaan hidup. Namun, qana’ah bukan berarti pasrah tanpa usaha. Seorang muslim tetap diperintahkan untuk bekerja, berikhtiar, dan berusaha sebaik mungkin. Bedanya, ia tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, melainkan hanya sarana menuju ridha Allah.             Sifat qana’ah memiliki beberapa keutamaan seperti : Membawa ketenteraman hati Orang yang qana’ah tidak terikat dengan rasa iri kepada orang lain, karena ia yakin bahwa rezeki setiap hamba telah diatur Allah. Menjadi kaya dengan hati Rasulullah ﷺ bersabda: “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati.” (HR. Bukhari dan Muslim). Menghindarkan dari sifat tamak Tamak hanya membuat manusia lelah mengejar dunia yang tak ada habisnya. Qana’ah menjauhkan seorang muslim dari kegelisahan tersebut. Kita dapat menerapkan atau membiasakan diri untuk selalu bersikap qana’ah dengan cara Mensyukuri rezeki sekecil apa pun, Tidak iri terhadap nikmat orang lain, Tetap berusaha, namun tidak berlebihan dalam mengejar dunia, Hidup sederhana sesuai kebutuhan, bukan mengikuti hawa nafsu. Qana’ah adalah harta yang jauh lebih berharga daripada tumpukan emas dan perak. Ia membuat hati tenang, pikiran lapang, dan hidup terasa lebih bahagia. Dengan qana’ah, seorang muslim akan lebih mudah bersyukur dan lebih dekat dengan Allah, karena ia menyadari bahwa apa pun yang diberikan-Nya adalah yang terbaik.

Info

Memohon Keamanan Negeri: Doa dan Ikhtiar dalam Situasi Kini

Selasa, 2 September 2025 / 9 Rabiul Awal 1447 H Dibuat oleh: Admin Keamanan adalah salah satu nikmat Allah yang paling agung. Tanpa keamanan, ibadah terasa berat, rezeki sulit dinikmati, dan kehidupan sosial tidak berjalan harmonis. Rasulullah ﷺ sendiri pernah berdoa: “Ya Allah, jadikanlah negeri kami ini negeri yang aman dan tenteram, limpahkanlah rezeki kepada penduduknya, serta jauhkan dari fitnah yang tampak maupun tersembunyi.” Dalam kondisi bangsa saat ini yang menghadapi berbagai tantangan—baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun persatuan—doa untuk keamanan negeri semakin relevan. Ketika hati masyarakat penuh kekhawatiran, hanya kepada Allah-lah kita kembali memohon perlindungan. Doa bukan sekadar ucapan, melainkan bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu menjaga negeri ini. Memohon keamanan berarti berharap agar Allah menurunkan ketenangan, menjauhkan dari perpecahan, dan melindungi rakyat dari segala bentuk bahaya. Selain doa, Islam juga mengajarkan pentingnya ikhtiar. Menjaga ukhuwah, menghindari provokasi, dan mengedepankan kepedulian sosial adalah bagian dari ikhtiar menjaga negeri. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa seorang mukmin bagi mukmin lainnya ibarat satu tubuh; bila satu bagian sakit, maka yang lain turut merasakan. Mari kita perbanyak doa: “Ya Allah, jadikan negeri kami negeri yang aman, penuh kedamaian, sejahtera dalam keberkahan-Mu, dan jauhkan dari segala fitnah yang dapat memecah belah.” Dengan doa yang tulus dan ikhtiar nyata, insyaAllah Allah akan menjaga negeri kita dalam rahmat dan perlindungan-Nya.  

Info

Rabiul Awal: Bulan Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

Selasa, 26 Agustus 2025 / 2 Rabiul Awal 1447 H Dibuat oleh: Admin Bulan Rabiul Awal adalah salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender hijriyah. Pada bulan inilah, Allah ﷻ menghadiahkan kepada umat manusia sosok yang paling mulia, Nabi Muhammad ﷺ. Beliau dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal, tahun Gajah, yang kemudian menjadi tonggak sejarah lahirnya cahaya penuntun bagi seluruh umat manusia. Rabiul Awal bukan hanya sekadar momentum sejarah kelahiran Nabi ﷺ, namun juga menjadi pengingat untuk kita meneladani akhlak beliau. Allah ﷻ berfirman: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4) Ayat ini menegaskan bahwa akhlak Rasulullah ﷺ adalah teladan yang sempurna untuk diikuti dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam ibadah, muamalah, maupun hubungan sosial. Amalan yang Dapat Dilakukan di Bulan Rabiul Awal Memperbanyak shalawat Mengirimkan shalawat kepada Nabi ﷺ adalah bentuk cinta sekaligus pengingat akan jasa beliau dalam menyampaikan risalah Islam. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim) Meneladani akhlak Nabi ﷺ Salah satu cara terbaik menyambut bulan ini adalah dengan mencontoh sifat-sifat beliau: jujur, sabar, penyayang, dermawan, dan penuh kasih terhadap sesama. Memperdalam sirah Nabi ﷺ Membaca sejarah perjuangan Rasulullah ﷺ membuat kita semakin mengenal dan mencintai beliau. Dengan begitu, iman dan ketaatan kepada Allah pun semakin bertambah. Meningkatkan amal ibadah Bulan ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak dzikir, sedekah, dan amal kebaikan lainnya Menyambut Rabiul Awal bukan berarti sekadar merayakan kelahiran Nabi ﷺ, tetapi menjadikannya sebagai pengingat untuk selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat terbesar berupa diutusnya Rasulullah ﷺ. Dengan meneladani akhlak beliau, kita bisa menjadi umat yang benar-benar mencintainya dan mendapatkan syafa’atnya di hari kiamat kelak. Semoga di bulan penuh berkah ini, hati kita semakin dekat dengan Allah dan semakin cinta kepada Rasulullah ﷺ.

Info

Sedekah: Jalan Cepat Meraih Keberkahan

Senin, 25 Agustus 2025/1 Rabbiul Awwal 1447 H Dibuat oleh: Admin Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita merasa rezeki terasa sempit atau hidup penuh kesulitan. Salah satu amalan yang diajarkan Islam sebagai pembuka pintu keberkahan adalah sedekah. Allah ﷻ berfirman: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261) Ayat ini menjelaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, justru Allah melipatgandakannya dengan cara yang tidak kita duga. Terdapat beberapa keutamaan Sedekah yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hal, yakni : Menghapus dosa dan kesalahan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi). Membawa ketenangan hati. Orang yang bersedekah akan merasakan kebahagiaan karena mampu membantu sesama. Menolak bala dan musibah. Sedekah menjadi sebab perlindungan dari bahaya yang tidak terlihat. Menjadi investasi akhirat. Harta yang disedekahkan akan kembali kepada kita dalam bentuk pahala yang berlipat di sisi Allah. Banyak orang yang bersaksi bahwa setelah bersedekah, pintu rezekinya terbuka luas. Ada yang mendapatkan pekerjaan baru, usahanya berkembang, bahkan kesulitan hidupnya dipermudah. Inilah bukti nyata janji Allah bahwa sedekah adalah jalan cepat meraih keberkahan. Sehingga Jangan pernah menunggu kaya untuk bersedekah, karena kebaikan kecil sekalipun bisa membawa kita kepada keberkahan yang besar. Sehingga mari memulainya dari yang sederhana, meski hanya dengan senyuman, sepotong roti, atau uang receh, insyaAllah setiap sedekah bernilai di sisi Allah ﷻ.  

Info

Jumat: Hari Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Jum’at, 22 Agustus 2025 / 27 Shafar 1447 H Dibuat oleh : Admin Hari Jumat adalah hari istimewa bagi umat Islam. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai sayyidul ayyam—penghulu segala hari. Tidak hanya memiliki nilai ibadah yang tinggi, Jumat juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah umat. Jumat sebagai Hari Ukhuwah Hari Jumat identik dengan shalat Jumat yang mengumpulkan kaum Muslimin di masjid. Momen ini mempertemukan berbagai kalangan, tanpa membedakan status sosial, jabatan, atau kedudukan. Di hadapan Allah, semua sama. Hal ini mengingatkan kita akan pentingnya ukhuwah Islamiyah yang dibangun di atas dasar iman, bukan kepentingan duniawi. Waktu Terbaik untuk Bersedekah Banyak ulama menganjurkan agar sedekah dilakukan di hari Jumat. Selain karena keutamaannya yang besar, Jumat adalah hari berkumpulnya kaum Muslimin sehingga sedekah dapat lebih tepat sasaran. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat…” (HR. Muslim). Menumbuhkan Kepedulian Sosial Hari Jumat dapat dijadikan momentum untuk mengingatkan diri bahwa kita tidak hidup sendiri. Masih banyak saudara yang membutuhkan uluran tangan. Dengan bersedekah, menjenguk yang sakit, mendoakan yang sedang kesulitan, atau sekadar menyapa dengan ramah, kita menghidupkan nilai kepedulian yang diajarkan Islam. Refleksi Kebersamaan Kebersamaan yang terjalin di hari Jumat menjadi pengingat bahwa umat Islam adalah satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya. Kepedulian sosial yang lahir dari hati ikhlas akan melahirkan keberkahan, baik untuk individu maupun masyarakat. Hari Jumat bukan hanya tentang memperbanyak ibadah pribadi, tetapi juga tentang menguatkan persaudaraan dan peduli terhadap sesama. Mari jadikan setiap Jumat sebagai kesempatan untuk berbagi, mempererat hubungan, dan menebar kasih sayang. Karena sejatinya, kebaikan sekecil apa pun yang kita lakukan akan kembali membawa keberkahan bagi diri kita sendiri.

Info

Sedekah Kecil, Pahala Besar

Kamis, 21 Agustus 2025 / 26 Shafar 1447 H Dibuat oleh : Admin Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita merasa bahwa sedekah baru bernilai jika jumlahnya besar. Padahal, dalam Islam, setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai pahala di sisi Allah, sekecil apapun bentuknya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Jagalah diri kalian dari api neraka walau dengan (bersedekah) separuh butir kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa sedekah kecil pun memiliki kedudukan mulia. Bukan jumlah yang menjadi ukuran, melainkan keikhlasan hati dalam memberi. Bahkan senyum yang tulus, menyingkirkan duri di jalan, atau memberi seteguk air pun dihitung sebagai sedekah. Sedekah kecil bisa menjadi penyelamat di hari kiamat, menjadi sebab datangnya rezeki, serta menghapus dosa-dosa. Allah Maha Pemurah, Dia melipatgandakan pahala orang-orang yang bersedekah dengan penuh keikhlasan. Maka jangan pernah meremehkan sedekah kecil. Bagi kita mungkin tampak sederhana, tapi bagi yang menerima, bisa jadi itu adalah kebahagiaan besar.  

Info

Menjaga Lisan di Era Media Sosial: Nasihat dari Hadits

Jum’at, 15 Agustus 2025 / 21 Shafar 1447 H Dibuat oleh: Admin  Di zaman Rasulullah ﷺ, lisan adalah alat utama untuk berbicara dan menyampaikan pendapat. Hari ini, “lisan” kita juga hadir dalam bentuk jari yang mengetik di layar ponsel. Apa yang dulu keluar dari mulut, kini mudah sekali keluar melalui status, komentar, atau pesan singkat. Namun, hukum dan tanggung jawabnya tetap sama di sisi Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menjadi pengingat bahwa setiap kata—baik diucapkan maupun ditulis—akan dimintai pertanggungjawaban. Fitnah, ghibah, atau ucapan yang menyakiti hati orang lain dapat tersebar luas hanya dengan sekali tekan tombol “kirim”. Dalam era media sosial, menjaga lisan berarti: Memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya (QS. Al-Hujurat: 6). Menghindari komentar kasar walau kita merasa benar. Mengutamakan ucapan yang bermanfaat, yang mendatangkan pahala, bukan dosa. Mari jadikan setiap postingan, komentar, atau pesan sebagai ladang pahala, bukan sumber penyesalan. Karena di hadapan Allah, jari kita pun bisa menjadi saksi atas apa yang pernah kita tulis. Di era digital seperti saat ini, setiap kata yang kita tulis bisa menjangkau ribuan orang dalam hitungan detik. Maka, menjaga lisan di media sosial bukan hanya soal etika, tapi juga ibadah yang bernilai tinggi. Jadikan setiap ucapan—baik yang keluar dari mulut maupun dari jari—sebagai cermin hati yang bersih. Sebab, ucapan yang baik adalah sedekah, dan diam dari keburukan adalah penjaga keselamatan diri. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk berkata benar dan menebar kebaikan di setiap ruang, termasuk dunia maya.