Pundi Surga

13 Mei 2024

Info

SEJARAH IBADAH QURBAN

Kala itu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mendapatkan wahyu untuk menyembelih anaknya, namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang kemudian mengganti anak itu dengan seekor kambing. Kisah ini bersumber dari Al-Qur’an, surat Ash-Shaffat ayat 104-107. Dikisahkan bahwa setelah Nabi Ibrahim berpindah dari negeri kaumnya, ia memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dikarunia seorang anak yang saleh. Doa Nabi Ibrahim ‘alaihi wasalam dikabulkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak lama kemudian istrinya, Siti Hajar melahirkan seorang bayi mungil tampan rupawan yang kelak akan menjadi Nabi juga bernama Ismail. Ketika Ismail lahir, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berusia 86 tahun. Pada suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi agar menyembelih anaknya, Ismail. Sebanyak tiga kali mimpi, namun perintahnya tetap sama, yakni menyembelih anak kesayangan itu. Akhirnya Nabi Ibrahim yakin bahwa itu merupakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang harus dilaksanakan. “Jika benar ini adalah perintah Allah, maka aku akan pasrah dan sabar” (yakinnya dalam hati). Selanjutnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menceritakan mimpinya itu kepada Nabi Ismail ‘alaihissalam yang kala itu masih kecil. la ingin mendengar pertimbangan anaknya atas perintah itu. “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu? tanya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Di luar dugaan, sang anak berbicara dan mengamini perintah dalam mimpi ayahnya. Nabi Ismail tidak merasa takut ataupun marah kepada ayahnya. Karena ia yakin mimpinya merupakan wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Wahai Ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaa Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,” kata Nabi Ismail a’laihissalam Keputusan Ismail itu dipilih sendiri dan bukan karena paksaan. Kemudian Nabi Ismail tidak lupa meminta pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar ia diberi kesabaran. Saat itu Ismail tidak mengandalkan kekuatan yang ada dalam dirinya, melainkan ia meminta kekuatan dari Allah. Karena itu juga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencatat nama Nabi Ismail sebagai golongan Nabi yang sabar. Nabi Ibrahim semakin mantap menunjukkan kepasrahan dan kesabaran menjadi hamba Allah, yang di satu sisi ia bersyukur dikaruniai anak yang penyabar. Kemudian ayah dan anak itu pergi ke tempat yang tinggi, Di atas tempat itu Ismail membaringkan badannya bersiap untuk dikorbankan oleh ayahnya. Namun, ketika semua siap, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan wahyu yang menggantikan Nabi Ismail ‘alaihissallam dengan seekor sembelihan yang besar. Allah Subhanahu Wa Ta‘ala berfirman: وَنَادَيۡنٰهُ اَنۡ يّٰۤاِبۡرٰهِيۡمُۙ‏ قَدۡ صَدَّقۡتَ الرُّءۡيَا اِنَّا كَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡمُحۡسِنِيۡناِنَّ هٰذَا لَهُوَ الۡبَلٰٓؤُا الۡمُبِيۡنُ‏ وَفَدَيۡنٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيۡمٍ‏َ ‏ Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim. Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”. (Surah Ash-Shaffat 104-107)

Info

Bahaya Musik dan Nyanyian

Dibuat oleh : Administrator ONE DAY ONE HADITS Jum’at, 10 Mei 2024 02 Dzulqo’dah 1445 H 💖 Bahaya Musik & Nyanyian 💖 •┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈• Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ ، وَقَذْفٌ ، وَمَسْخٌ ” ، قِيلَ : وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ ، وَاسْتُحِلَّتِ الْخَمْرُ “ “Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya menjadi buruk”. Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi wanita telah merajalela, serta khamr di anggap halal”. (HR. Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir (5672), dihasankan Asy Syaukani (Nailul Authar, 8/262), bahkan Al Albani menyatakan hadits ini bisa terangkat sampai derajat shahih (Shahih Al Jami’, 3665). 🌺 Faedah Hadits : 🌺 🔰 1- Hadits di atas sudah cukup membuktikan kepada kita bahwa nyanyian dan alat-alat musik termasuk kedalam dosa-dosa besar, sehingga hukumnya haram. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : ”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik. (HR. Bukhari) 🔰 2- Musik hukumnya haram meskipun dinamai dengan “musik religi” atau “Islami”. Karena jika musik menjadi boleh didengar karena ada embel-embel Islami atau religi, ini berkonsekuensi dosa-dosa besar yang disebutkan satu paket dengan musik dalam hadis ini, pun bisa menjadi boleh, asalkan juga dinamai dengan “zina Islami/religi” atau “mabuk Islami/religi”. Betapa sucinya Islam dari hal-hal seperti ini. Juga dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صوتان ملعونان في الدنيا والآخرة: مزمار عند نعمة، ورنة عند مصيبة “Dua suara terlaknat di dunia dan akhirat: suara seruling di saat mendapat nikmat dan suara histeris di saat mendapat musibah.” (HR. Al-Bazzar, dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani) 🔰 3- Larangan musik dan nyanyian di dalam islam mengandung sebuah hikmah yang besar, karena musik/nyanyian religi sekalipun sangat mampu membuat lalai manusia bahkan banyak yang terjerumus ke dalam kemaksiatan yang lebih besar akibat sering mendengarkan musik/nyanyian. Oleh karena itu di dalam Islam kita dianjurkan banyak mengingat Allah/berdzikir dimana pun berada bukan mendengar musik/nyanyian. Karena kedua hal tesebut tidaklah menambah iman, tapi justru menambah kemunafikan di dlam hati, Maka hendaknya kita berhati-hati. sebagaimana perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullahu berkata, إِنَّ الْقُرْآنَ وَ الْغِنَاءَ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي الْقَلْبِ أَبَدًا، لِمَا بَيْنَهُمَا مِن التَّضَادِّ “Sesungguhnya Al-Quran dan nyayian itu tidak akan bersatu di hati selamanya, karena keduanya itu bertentangan” (Ighatsatul Lahfan, 1: 248). 🔰 4- Hendaknya bagi yang ragu-ragu apakah nyanyian/musik ini hukumnya boleh atau haram, maka hendaknya dia mengetahui bahwa menjauhi syubhat-syubhat itu lebih baik daripada terjatuh di dalamnya. Dan sikap seperti ini dapat menyelamatkan agamanya, yang tidak terhitung harganya. Sumber : muslim.or.id —————————————————— 📌Yuk berikan sedekah terbaik anda dihari jum’at yang mulia ini: 💳 BSI 444.567.0100 💳 Muamalat 531.007.0697 [A.n. Pundi Surga] 🔖 Info dan Konfirmasi: 0878-3972-6984 (Admin)