
Dibuat oleh : Admin
Selasa, 11 November 2025 / 20 Jumadil Awal 1447 H
Waktu terus berjalan, tanpa terasa kini kita berada di angka 99 hari menuju bulan Ramadhan yakni bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat Allah yang luar biasa. Angka ini bukan sekadar hitungan hari di kalender, tetapi pengingat bagi setiap hati yang rindu akan suasana ibadah, lantunan tilawah, dan sujud panjang di malam yang penuh ketenangan. Para ulama dan salafus shalih dahulu mempersiapkan diri enam bulan sebelum Ramadhan tiba, mereka berdoa:
“Allahumma ballighna Ramadhan.”
“Ya Allah, sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”
Itu menunjukkan betapa besar kerinduan mereka untuk berjumpa dengan bulan suci. Bukan hanya sekadar menunggu datangnya Ramadhan, tapi menyiapkan diri untuk layak menyambutnya.
99 Hari adalah waktu yang cukup untuk memperbaiki diri. Jika usia masih Allah panjangkan hingga Ramadhan nanti, maka 99 hari ini adalah masa pemanasan ruhani.
Inilah saat terbaik untuk:
- Memperbanyak istighfar dan membersihkan hati dari dosa.
- Melatih diri dalam ibadah kecil, seperti menjaga salat tepat waktu, memperbanyak tilawah, dan membiasakan sedekah harian.
- Menata niat dan memperbaiki hubungan, baik dengan Allah maupun sesama manusia.
Sebab, Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menahan diri dari segala keburukan dan menumbuhkan kebaikan
Ramadhan bukan sekadar bulan yang datang dan pergi setiap tahun. Ia adalah tamu agung, dan kita harus mempersiapkan diri untuk menyambutnya sebaik mungkin. Mulailah hari ini, di sisa 99 hari menuju Ramadhan, dengan satu niat:
“Aku ingin Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan sebelumnya.”
Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk mempersiapkan diri, membersihkan hati, dan menjemput Ramadhan dengan penuh cinta dan harapan.
Allahumma ballighna Ramadhan.