Pundi Surga

Mengembangkan Sikap Thawadu Dalam Diri


Dibuat oleh: Admin
Rabu, 23 Oktober 2024 / 20 Rabiulakhir 1446 H

Selama ini, sudah pasti kita sangat familiar dengan istilah thawadu’. Secara bahasa thawadu’ itu sendiri berarti rendah hati dan menerima kebenaran. Thawadu’ sendiri merupakan lawan kata dari takabur yang berarti sombong, sehingga dalam ajaran Islam sendiri sangatlah menganjurkan umat muslim untuk selalu memiliki sikap thawadu’ dalam dirinya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surah Al-Isra’ ayat 24.

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Al-Isra’ : 24).

Ayat di atas mewajibkan kita untuk bersikap tawadhu’ kepada kedua orang tua atas dasar rasa kasih sayang. Lain dari itu kita hendaknya mendoakan kepada kedua orang tua agar senantiasa dirahmati oleh Allah.

Dilansir dari NU Online, ada beberapa ciri dari orang yang memiliki sikap thawadu’, antara lain :

  1. Tidak ingin mendapatkan popularitas
    Orang dengan sikap thawadu’ dalam dirinya memiliki kecenderungan untuk menyembunyikan dirinya dalam segala hal yang mana ini bertujuan untuk menghidari timbulnya rasa sombong dalam dirinya. Sehingga orang dengan sikap yang thawadu’ akan lebih mudah dalam menjalani kesehariannya.
  1. Menjunjung tinggi kebenaran
    Mereka yang ber-tawadhu’ akan menjunjung tinggi kebenaran tanpa memandang hal-hal duniawi, seperti status sosial dari orang yang menyatakan suatu hal. Hal ini sejalan dengan nasihat yang diberikan oleh Sayyidina Ali Bin Abi Thalib yang berbunyi “La tandhur ilâ man qâla, wandhur ilâ ma qâla.

Artinya: “Jangan melihat siapa yang mengatakan, lihatlah apa yang dikatakannya.”

Sehingga memiliki sifat jujur.

  1. Bergaul dengan siapa saja
    Yang ketiga adalah, orang dengan sikap thawadu’ tidak memilih-milih dalam pergaulan. Tidak memilih-milih di sini berarti orang dengan sikap thawadu’ tidak peduli dengan harta, jabatan dan segala keduniawian dalam bergaul. Hal ini merupakan sikap yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana dikisahkan dalam kitab Maulid Al-Barzanji, karya Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al-Barzanji, halaman 123, sebagai berikut:

Wakâna shallallâhu alaihi wassalam syadidal haya’i wattwadhu’i…. yuhibbul fuqarâ’a wal masâkina wayajlisu ma’ahum.

Artinya: “Rasulullah SAW adalah pribadi yang sangat pemalu dan amat tawadhu'”.

Beliau mencintai fakir miskin dan tidak segan-segan bergaul dengan duduk bersama mereka.”

  1. Tidak segan membantu dan berterimakasih
    Ciri orang yang ber-thawadu’ lainnya adalah suka membantu orang lain yang sedang kesulitan serta tidak segan mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang telah membantunya dan tanpa memandang status sosial orang tersebut.

Itulah sedikit pengertian dari sikap thawadu’ dalam ajaran agama Islam beserta ciri-ciri seseorang yang memiliki sikap thawadu’ dalam dirinya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *