
Dibuat oleh : Admin
Selasa, 9 Desember 2025 / 18 Jumadil Akhir 1447 H
Dalam hidup, kita sering menghadapi hal-hal di luar rencana. Islam mengajarkan untuk ridha—menerima ketentuan Allah dengan hati yang lapang dan percaya bahwa setiap ketetapan-Nya mengandung hikmah. Karena segala hal yang terjadi dalam hidup kita telah diatur oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan sangat sempurna.
Allah berfirman: “Tiada suatu musibah pun yang menimpa melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya.”
(QS. Al-Hadid: 22)
Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada yang terjadi tanpa izin dan hikmah dari Allah.
Salah satu ciri-ciri kesempurnaan iman seseorang ialah dapat menerima segala hal yang terjadi didalam kehidupannya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seseorang beriman hingga ia beriman kepada takdir, baik buruknya.”
(HR. Tirmidzi)
Mencintai apa yang terjadi berarti yakin bahwa Allah tidak menzalimi hamba-Nya. Karena segala hal yang tidak kita sukai bias jadi adalah suatu hal baik yang telah Allah siapkan untuk diri kita. Allah mengingatkan: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Manusia terbatas dalam melihat masa depan, tetapi Allah Maha Mengetahui segalanya.
Mencintai apa yang terjadi bukan berarti menyerah tanpa usaha, tetapi menerima ketentuan Allah dengan hati yang tenang dan terus berusaha memperbaiki diri. Dengan ridha, seseorang akan merasakan kedekatan dengan Allah, ketenangan jiwa, dan kekuatan untuk menghadapi ujian hidup.
Semoga Allah menanamkan dalam hati kita rasa ridha dan cinta terhadap setiap takdir-Nya. Aamiin.