Hadits Jum’at : Sifat Pelit Yang Tercela

Dibuat oleh : Administrator

Jum’at, 09 Februari 2024
28 Rajab 1445 H

*ONE DAY ONE HADITS*

๐Ÿ’– *Dua Sifat Pelit Yang Tercela* ๐Ÿ’–
โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโ๏ทฝโโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam juga bersabda,

ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุฌู’ุชูŽู…ูุนู ุงู„ุดู‘ูุญู‘ู ูˆูŽุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจู ุนูŽุจู’ุฏู ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง

_*โ€œTidak akan berkumpul sifat kikir dan keimanan dalam hati seorang hamba selama-lamanya.โ€*_

(HR. An-Nasaโ€™i no. 3110).

๐ŸŒบ *Faedah Hadits* : ๐ŸŒบ

๐Ÿ”ฐ *1*- Secara garis besar, sifat pelit terbagi menjadi dua, yaitu pelit kepada diri sendiri dan pelit kepada orang lain (dalam hal harta, ilmu, dan kedudukan).

Pertama, pelit kepada diri sendiri
Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah pernah berkata,

๏ปญ๏บƒ๏บท๏บช ๏บฉ๏บญ๏บŸ๏บŽ๏บ• ๏บ๏ปŸ๏บ’๏บจ๏ปž ๏บƒ๏ปฅ ๏ปณ๏บ’๏บจ๏ปž ๏บ๏ปน๏ปง๏บด๏บŽ๏ปฅ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏ปง๏ป”๏บด๏ปช ๏ปฃ๏ปŠ ๏บ๏ปŸ๏บค๏บŽ๏บŸ๏บ”ุŒ ๏ป“๏ปœ๏ปข ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ‘๏บจ๏ปด๏ปžู ๏ปณ๏ปค๏บด๏ปš ๏บ๏ปŸ๏ปค๏บŽ๏ปุŒ ๏ปญ๏ปณ๏ปค๏บฎ๏บฝ ๏ป“๏ปผ ๏ปณ๏บ˜๏บช๏บ๏ปญ๏ปฏุŒ ๏ปญ๏ปณ๏บธ๏บ˜๏ปฌ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บธ๏ปฌ๏ปฎ๏บ“ ๏ป“๏ปด๏ปค๏ปจ๏ปŒ๏ปช ๏ปฃ๏ปจ๏ปฌ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บ’๏บจ๏ปž

โ€œDerajat pelit yang paling parah adalah pelit terhadap diri sendiri, padahal ia sedang membutuhkan. Betapa banyak manusia yang menahan hartanya (tidak dibelanjakan), semisal ketika sakit ia tidak berobat. Ia sedang berhajat (punya kebutuhan) terhadap sesuatu, tetapi ia tahan karena pelit.โ€ (Lihat Mukhtashar Minhaj Al-Qashidin, hal. 205)

๐Ÿ”ฐ *2*- Menampakkan nikmat-nikmat Allah itu dianjurkan asal jangan sombong dan tidak berlebihan.

Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูู†ูุนู’ู…ูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ููŽุญูŽุฏู‘ูุซู’

โ€œDan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (menampakannya).โ€ (QS. Ad-Dhuha: 11)

Begitu pula, yang disabdakan Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑูŽู‰ ุฃูŽุซูŽุฑู ู†ูุนู’ู…ูŽุชูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู

โ€œSesungguhnya Allah suka melihat tampaknya bekas nikmat Allah kepada hamba-Nya.โ€ (HR. Tirmidzi no. 2819 dan An-Nasai no. 3605. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini sahih)

๐Ÿ”ฐ *3*- Pelit kepada orang lain ada berbagai macam bentuknya dan yang paling parah adalah tatkala ia tidak menjalankan kewajiban harta, yaitu zakat dan nafkah. Sehingga, orang-orang yang pelit dan tidak menunaikan kewajiban harta, Allah beri ancaman dengan siksa,

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽูƒู’ู†ูุฒููˆู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููุถู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูู†ู’ููู‚ููˆู†ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุจูŽุดู‘ูุฑู’ู‡ูู…ู’ ุจูุนูŽุฐูŽุงุจู ุฃูŽู„ููŠู…ู

ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูุญู’ู…ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูููŠ ู†ูŽุงุฑู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุชููƒู’ูˆูŽู‰ ุจูู‡ูŽุง ุฌูุจูŽุงู‡ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฌูู†ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุธูู‡ููˆุฑูู‡ูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุง ูƒูŽู†ูŽุฒู’ุชูู…ู’ ู„ูุฃูŽู†ู’ููุณููƒูู…ู’ ููŽุฐููˆู‚ููˆุง ู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽูƒู’ู†ูุฒููˆู†

โ€œDan orang-orang yang menimbun emas dan perak (harta) dan tidak menginfakkannya (mengeluarkan zakatnya) di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.(QS. At-Taubah: 34)

๐Ÿ”ฐ *4*- Demikian pula, dalam hal nafkah, ia berdosa bila tidak menunaikan kewajiban nafkah kepada keluarganya. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda,

ูƒูู‰ ุจู‹ุงู„ู…ุฑุก ุฅุซู…ุง ุฃู† ูŠุถูŠุน ู…ู† ูŠู‚ูˆุช

โ€œCukuplah seseorang dikatakan berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.โ€ (HR. Abu Daud no. 1692 dan Ibnu Hibban no. 4240)

๐Ÿ”ฐ *5*- Selain dalam harta, pelit terkait dengan ilmu (agama) juga dilarang sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu. Ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุณูุฆูู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูู„ู’ู…ู ููŽูƒูŽุชูŽู…ูŽู‡ู ุฃูู„ู’ุฌูู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุจูู„ูุฌูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ู†ูŽุงุฑู

โ€œSiapa saja yang ditanya tentang suatu ilmu, lalu ia menyembunyikannya, maka akan diberikan pada hari kiamat penutup mulut dari api neraka.โ€ (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, serta Ibnu Hibban dalam Shahih-nya).

Namun, terkadang menyembunyikan ilmu dibutuhkan dalam keadaan tertentu, seperti ingin menyampaikan di waktu yang tepat, masyarakat atau orang lain belum siap menerimanya, atau ilmu tersebut termasuk ilmu yang kompleks sehingga butuh waktu, pikiran, dan harta untuk memperolehnya.

Sumber : muslim.or.id
——————————————————

๐Ÿ“ŒYuk berikan sedekah terbaik dihari jum’at yang mulia ini:

Untuk berdonasi klik ๐Ÿ‘‡๐Ÿป
*pundisurga.org*

๐Ÿ”– Info dan Konfirmasi:
*0878-3972-6984* (Admin)

HOME