
Selasa, 29 Juli 2025 / 4 Shafar 1447 H
Dipost oleh : Admin
Sumber : Tulisan Adika Mianoki, Al Minhatu ar Rabbaniyyah fii Syarhi al Arba’iin an Nawawiyyah, Syaikh Dr. Shalih Fauzan hafidzahullah
Salah satu ciri orang yang beriman adalah gemar bershodaqah. Sedangkan di antara ciri kemunafikan adalah enggan untuk bersedekah. Rasul shallallahu ‘alaiahi wa sallam bersabda :
وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ
“Shodaqah adalah burhan (bukti) “ (H.R Muslim)
Yang dimaksud burhan adalah bukti yang menunjukkan benarnya keimanan. Tidaklah akan rela mengeluarkan harta yang ia cintai untuk dishodaqahkan, kecuali hanya orang yang memiliki keimanan dalam hatinya. Maka ketika seseorang mengedepankan ketaatan kepada Allah dengan bersedekah, ini merupakan bukti benarnya keimanan di dalam hatinya.
Selain itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangat mencintai sifat dermawan karena Sifat dermawan dan gemar bershodaqah adalah merupakan akhlak baik dalam islam.
Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها
“ Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi. Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia dan Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi,shahih)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan jaminan kepada kita bahwasanya
Apabila kita bersedekah, tidaklah sedikitpun mengurangi harta yang kita miliki. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda :
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Shodaqah tidak akan mengurangi harta” (HR. Muslim)
Anggapan orang bahwa bershodaqah akan mengurangi harta tidaklah tepat. Bahkan dengan banyak bershodaqah, harta semakin bertambah berkah dan akan mendapat ganti yang lebih baik. Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang gemar bershodaqah dan kita berharap senantiasa mendapat rezeki harta yang penuh dengan berkah.