Di Beri Harta Belum Tentu Tanda Cinta


Dibuat oleh: Admin
Kamis, 18 Desember 2025 / 27 Jumadil Akhir 1447 H

Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sebuah nasihat agung bahwa Allah Subhanahu wa Ta‘ala membagi akhlak kepada hamba-Nya sebagaimana Dia membagi rezeki. Ada yang dilapangkan, ada pula yang diuji dengan keterbatasan. Hal ini mengajarkan bahwa akhlak mulia bukanlah hasil semata dari usaha manusia, melainkan karunia yang Allah titipkan kepada siapa yang Dia kehendaki. Lebih jauh, Ibnu Mas‘ud menjelaskan bahwa harta bukanlah ukuran cinta Allah. Kekayaan bisa diberikan kepada orang yang dicintai maupun yang tidak dicintai-Nya, sebagai ujian dan amanah. Sebab harta hanyalah sarana, bukan tujuan akhir kehidupan.

Adapun keimanan, itulah anugerah paling berharga. Allah tidak memberikannya kecuali kepada hamba yang Dia cintai. Keimanan menjadi tanda kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya, sekaligus cahaya yang membimbingnya dalam setiap keadaan. Maka, hendaknya seorang muslim lebih bersungguh-sungguh memohon keimanan dan memperbaiki akhlak, karena keduanya adalah karunia agung yang menunjukkan cinta Allah dan menjadi bekal utama menuju keselamatan di dunia dan akhirat.