Pundi Surga

Info

Info

Jumat Adalah Pengingat: Hidup Bukan Hanya Tentang Diri Kita

Dibuat oleh: Admin Jum’at, 18 September 2026/7 Rabiul Akhir 1448 H Di tengah kesibukan mengejar kebutuhan dan impian, terkadang kita lupa bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga tentang apa yang bisa kita berikan. Hari Jumat menjadi pengingat untuk kembali melihat sekitar. Masih ada yang membutuhkan uluran tangan, masih ada yang menanti kepedulian, dan masih banyak kebaikan yang bisa kita lakukan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad) Menjadi pribadi yang bermanfaat tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Senyum, membantu, mendoakan, berbagi makanan, atau bersedekah sesuai kemampuan pun dapat menjadi jalan kebaikan. Maka, mari jadikan Jumat bukan sekadar pergantian hari, tetapi momentum untuk bertanya kepada diri sendiri: “Kebaikan apa yang hari ini bisa aku berikan kepada orang lain?” Sebab bisa jadi, kebahagiaan yang kita hadirkan untuk seseorang hari ini menjadi amal yang terus mengalir menjadi kebaikan bagi kita.

Info

Menjadi Sebab Hadirnya Kebahagiaan Orang Lain

Dibuat oleh: Admin Kamis, 17 September 2026/6 Rabiul Akhir 1448 H Islam mengajarkan kita untuk tidak hanya memikirkan kebahagiaan diri sendiri, tetapi juga menjadi jalan hadirnya kebahagiaan bagi orang lain. Kebaikan tidak selalu harus dalam bentuk sesuatu yang besar. Membantu seseorang yang kesulitan, memberikan senyuman, berbagi makanan, meringankan beban, atau bersedekah sesuai kemampuan adalah bentuk kepedulian yang bernilai di sisi Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Terkadang, apa yang kita anggap sederhana justru sangat berarti bagi orang lain. Sedikit yang kita berikan mungkin menjadi kebahagiaan bagi mereka yang sedang membutuhkan. Mari terus menebar kebaikan, karena setiap kebaikan yang kita lakukan bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, tetapi juga menjadi bekal kebaikan untuk kehidupan kita di akhirat. Jadilah sebab hadirnya kebahagiaan. Menebar kebaikan, menuai surga.

Info

Belajar Bersyukur di Tengah Banyaknya Kekurangan

Dibuat oleh: Admin Selasa, 15 September 2026/4 Rabiul Akhir 1448 H Dalam hidup, kita sering melihat apa yang belum kita miliki, hingga lupa menghargai apa yang sudah Allah berikan. Kita sibuk mengejar lebih banyak, membandingkan diri dengan orang lain, dan tanpa sadar melewatkan nikmat sederhana yang hadir setiap hari. Padahal perlu kita ketahui bersama, bahwa kesehatan, keluarga, waktu, kesempatan untuk belajar, pekerjaan, bahkan kemampuan untuk bangun dan menjalani hari adalah nikmat yang tidak ternilai. Allah SWT berfirman: “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7) Rasulullah ﷺ juga mengajarkan kita untuk melihat orang yang berada di bawah kita dalam urusan dunia, agar kita tidak meremehkan nikmat Allah. “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian…” (HR. Bukhari dan Muslim) Bersyukur bukan berarti hidup tanpa kekurangan. Bersyukur adalah belajar melihat bahwa di balik kekurangan, masih ada begitu banyak nikmat yang layak dihargai. Mari berhenti sejenak, melihat kembali apa yang telah Allah berikan, lalu mengucapkan Alhamdulillah dengan hati yang tulus. Sebab, terkadang kebahagiaan bukan tentang memiliki lebih banyak, tetapi tentang mampu menghargai apa yang sudah kita miliki.

Info

Kebaikan Kecil yang Sering Kita Remehkan

Dibuat oleh: Admin Senin, 14 September 2026/3 Rabiul Akhir 1448 H Kita sering mengira bahwa untuk berbuat baik, kita harus melakukan sesuatu yang besar. Padahal, kebaikan tidak selalu tentang hal-hal luar biasa. Tersenyum kepada seseorang, membantu tanpa diminta, mendengarkan ketika seseorang membutuhkan tempat bercerita, mengucapkan terima kasih, atau sekadar memberikan semangat—semuanya bisa menjadi berarti. Bisa jadi, bagi kita itu hanya kebaikan kecil. Namun bagi orang lain, mungkin itulah hal yang membuat harinya menjadi lebih baik. Jangan menunggu memiliki banyak untuk berbagi. Jangan menunggu menjadi hebat untuk bermanfaat. Mulailah dari hal kecil. Karena dunia menjadi lebih baik bukan hanya karena tindakan besar, tetapi juga karena banyak kebaikan kecil yang dilakukan dengan tulus. Hari ini, sudahkah kita melakukan satu kebaikan untuk seseorang?

Info

Jumat Bukan Sekadar Hari, Tapi Kesempatan Menjemput Pahala

Dibuat oleh: Admin Jumat, 11 September 2026/27 Rabiul Awal 1448 H   Hari Jumat bukan sekadar pergantian hari dalam kalender. Bagi seorang muslim, Jumat adalah kesempatan istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal, dan menebarkan kebaikan kepada sesama. Di tengah kesibukan, Jumat mengingatkan kita untuk berhenti sejenak, memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur’an, serta menghadiri salat Jumat bagi yang berkewajiban. Setiap amalan yang dilakukan dengan ikhlas menjadi jalan untuk meraih keberkahan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat…” (HR. Muslim) Keistimewaan Jumat juga dapat kita isi dengan berbagi. Sedekah Jumat, membantu saudara yang membutuhkan, atau sekadar memberikan senyum dan kebaikan merupakan bentuk kepedulian yang bernilai di sisi Allah. Jangan biarkan Jumat berlalu tanpa amal. Sebab, setiap Jumat adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak pahala, dan menebar manfaat. Mari jadikan Jumat sebagai momentum menjemput pahala dan menebar kebaikan. Menebar kebaikan, Menuai surga. LAZ Pundi Surga Sleman

Info

Ketika Dunia Terasa Berisik, Islam Mengajarkan Kita untuk Tenang

Dibuat oleh: Admin Kamis, 10 September 2026/26 Rabiul Awal 1448 H Setiap hari kita dihadapkan pada begitu banyak suara. Berita yang silih berganti, perdebatan di media sosial, tuntutan pekerjaan, hingga berbagai persoalan kehidupan. Tanpa disadari, hati pun ikut lelah dan pikiran sulit menemukan ketenangan. Di tengah dunia yang semakin ramai, Islam mengajarkan kita untuk kembali kepada Allah. Ketenangan sejati bukan selalu datang ketika semua masalah selesai, tetapi ketika hati memiliki tempat untuk bersandar. Allah SWT berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28) Dzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan memperbanyak istighfar adalah cara sederhana untuk menenangkan hati. Begitu pula dengan memperbanyak kebaikan dan membantu sesama. Sebab, ketika kita menghadirkan manfaat bagi orang lain, hati pun menemukan makna. Tidak semua hal harus kita jawab. Tidak semua berita harus kita ikuti. Tidak semua perkataan harus kita balas. Ada kalanya, kita perlu berhenti sejenak, menarik napas, lalu berkata dalam hati: “Cukuplah Allah menjadi tempatku bersandar.” Mari di tengah dunia yang semakin berisik, kita belajar menjadi pribadi yang menghadirkan ketenangan—bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar kita. Tenangkan hati, dekatkan diri kepada Allah, dan teruslah menebar kebaikan.

Info

Ketika Alam Mengingatkan Kita untuk Peduli

Dibuat oleh: Admin Rabu, 9 September 2026 / 26 Rabiul Awal 1448 H Bencana alam sering datang tanpa banyak tanda. Banjir, tanah longsor, gempa, kekeringan, hingga erupsi mengingatkan kita bahwa manusia begitu kecil di hadapan kekuasaan Allah. Namun, di balik setiap bencana, ada saudara-saudara kita yang kehilangan rumah, harta, bahkan orang yang mereka cintai. Di saat seperti inilah kepedulian kita menjadi sangat berarti. Islam mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak boleh hidup hanya untuk dirinya sendiri. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melapangkan baginya satu kesusahan dari kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Muslim) Membantu korban bencana bukan hanya tentang memberikan materi. Sebuah makanan, air bersih, pakaian, tenaga, doa, bahkan perhatian sederhana dapat menjadi penguat bagi mereka yang sedang berada dalam ujian. Mungkin bagi kita, apa yang diberikan terasa kecil. Tetapi bagi mereka yang sedang kehilangan, kepedulian itu bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian. Mari jadikan setiap bencana sebagai pengingat untuk lebih bersyukur, lebih peduli, dan lebih ringan tangan dalam berbagi. Karena ketika kita hadir untuk meringankan kesulitan saudara kita, sesungguhnya kita sedang menanam kebaikan yang insyaAllah akan kembali menjadi keberkahan dalam kehidupan. Saat alam mengingatkan kita untuk peduli, jangan hanya melihat—mari bergerak dan berbagi.

Info

Ketika Bencana Datang: Apa Sikap Kita Menurut Islam?

Dibuat oleh: Admin Selasa, 8 September 2026/25 Rabiul Awal 1448 H Bencana alam seperti gempa, banjir, longsor, kekeringan, dan erupsi gunung kembali terjadi di berbagai wilayah. Peristiwa tersebut mengingatkan kita bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan kehidupan dunia penuh dengan ujian. Dalam Islam, musibah dapat menjadi ujian, peringatan, sekaligus momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Allah SWT berfirman: “Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155) Ayat tersebut mengajarkan bahwa ketika musibah datang, seorang Muslim tidak hanya diminta untuk bersabar, tetapi juga mengambil pelajaran dan memperbaiki diri. Ketika melihat bencana, kita perlu berhati-hati untuk tidak mudah menyimpulkan bahwa musibah yang menimpa seseorang adalah akibat dosa tertentu. Hanya Allah yang mengetahui hakikat di balik setiap kejadian. Yang lebih penting adalah apa yang dapat kita lakukan. Mereka yang terdampak membutuhkan bantuan, perhatian, makanan, air bersih, tempat tinggal, dan dukungan untuk bangkit kembali. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat.” (HR. Muslim) Karena itu, bencana seharusnya membangkitkan solidaritas. Saat saudara kita sedang kesulitan, sedekah, infak, bantuan kemanusiaan, dan doa adalah bentuk nyata kepedulian seorang Muslim. Bencana juga menjadi pengingat agar manusia semakin menjaga hubungan dengan Allah sekaligus menjaga alam. Kita perlu memperbanyak doa dan istighfar, memperkuat kepedulian sosial, serta melakukan ikhtiar untuk mengurangi risiko bencana. Bencana boleh menjadi ujian bagi mereka yang terdampak, tetapi respons kita terhadap bencana adalah ujian bagi kita semua. Mari jadikan setiap musibah sebagai momentum untuk semakin dekat kepada Allah, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Karena di tengah musibah, sekecil apa pun kebaikan yang kita berikan bisa menjadi alasan hadirnya harapan.  

Info

Pentingnya Menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui Lembaga Amil Zakat Resmi

Dibuat oleh: Admin Senin, 7 September 2026/24 Rabiul Awal 1448 H Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bukan sekadar bentuk kepedulian kepada sesama, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah yang memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Agar kebaikan yang kita tunaikan dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang lebih luas, menyalurkan ZIS melalui lembaga amil zakat resmi dan berizin menjadi pilihan yang penting. Mengapa melalui lembaga resmi? Pengelolaan lebih amanah dan profesional Lembaga amil zakat resmi memiliki tata kelola, administrasi, serta mekanisme penghimpunan dan penyaluran dana yang dapat dipertanggungjawabkan. Penyaluran lebih tepat sasaran Dana ZIS dapat disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan melalui berbagai program, seperti bantuan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, bantuan kebencanaan, hingga kebutuhan dasar masyarakat. Memberikan manfaat yang lebih luas Jika dilakukan secara terorganisir, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya membantu satu orang, tetapi dapat menjadi kekuatan untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Membantu menjaga kepercayaan para donatur Lembaga resmi memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan dana sesuai ketentuan yang berlaku. Transparansi dan pelaporan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan para muzakki dan donatur. Allah SWT berfirman: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…” (QS. At-Taubah: 103) Menunaikan ZIS melalui lembaga amil zakat resmi adalah ikhtiar untuk memastikan setiap rupiah yang kita titipkan dikelola dengan baik, disalurkan kepada yang berhak, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga amil zakat resmi dan berizin. Karena kebaikan yang dikelola dengan amanah, akan menjadi manfaat yang terus mengalir.  

Info

Zakat, Infak, Sedekah: Tiga Jalan Menebar Kebaikan

Dibuat oleh: Admin Kamis, 3 September 2026/21 Rabiul Awal 1448 H Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya beribadah kepada Allah, tetapi juga peduli terhadap kehidupan sesama. Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketiganya sama-sama mengajarkan kita untuk berbagi, meskipun memiliki pengertian dan ketentuan yang berbeda. Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu, seperti mencapai nisab dan haul untuk jenis harta tertentu. Zakat memiliki ketentuan jumlah dan penerima yang telah ditetapkan dalam syariat. Menunaikan zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan mereka yang berhak menerimanya. Sementara itu, infak merupakan pengeluaran harta untuk berbagai kebaikan. Infak tidak terbatas pada zakat dan dapat diberikan sesuai kemampuan, misalnya untuk membantu pembangunan masjid, pendidikan, kegiatan sosial, maupun kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Adapun sedekah memiliki makna yang lebih luas. Sedekah tidak selalu berupa uang atau harta. Senyuman, membantu orang lain, memberikan makanan, bahkan perkataan yang baik pun dapat menjadi sedekah. Allah SWT berfirman: “Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.” (QS. Saba’: 39) Dari zakat, infak, hingga sedekah, semuanya menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat. Apa yang kita keluarkan mungkin terlihat kecil bagi kita, tetapi bisa menjadi sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan