Pundi Surga

Info

Info

Keutamaan Hari Senin: Hari Penuh Keberkaha

Dibuat oleh: Admin Senin, 5 Oktober 2026/24 Rabiul Akhir 1448 H Hari Senin bukan sekadar awal pekan, tetapi juga memiliki keutamaan dalam Islam. Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan hari Senin, salah satunya dengan memperbanyak puasa sunnah. Beliau ﷺ bersabda: “Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku.” *(HR. Muslim)   Hari Senin juga menjadi kesempatan bagi kita untuk **memperbanyak amal kebaikan**, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat, bersedekah, dan berpuasa sunnah. Mari awali pekan dengan niat yang baik. Semoga setiap langkah, pekerjaan, dan kebaikan kita di hari Senin menjadi jalan datangnya keberkahan dan pahala dari Allah SWT. Senin bukan hanya tentang memulai aktivitas, tetapi juga tentang memulai kebaikan.

Info

Jumat, Saatnya Kembali Mengingat Kebaikan

Dibuat oleh: Admin Jum’at, 2 Oktober 2026/21 Rabiul Akhir 1448 H Jumat hadir sebagai pengingat bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan menambah kebaikan. Tidak harus dengan sesuatu yang besar. Senyum, membantu sesama, berbagi rezeki, atau sekadar mendoakan orang lain pun bisa menjadi bagian dari kebaikan yang bernilai. Jangan menunggu memiliki banyak untuk berbagi. Sebab, kebaikan bukan tentang seberapa besar yang kita berikan, tetapi tentang ketulusan hati saat melakukannya. Semoga Jumat ini menjadi momentum bagi kita untuk memperbanyak amal, mempererat kepedulian, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad)

Info

Hari Kesaktian Pancasila: Menguatkan Kepedulian dan Persatuan

Dibuat oleh: Admin Kamis, 1 Oktober 2026/20 Rabiul Akhir 1448 H Setiap 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk mengenang pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Bagi lembaga amil zakat, semangat Pancasila dapat diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan, menguatkan solidaritas, serta menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Mari jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat bahwa kebaikan yang dilakukan bersama dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih peduli, adil, dan sejahtera. Bersama dalam kebaikan, kuat dalam persatuan. Dari kepedulian, lahir kebermanfaatan. LAZ Pundi Surga mengucapkan Selamat Hari Kesaktian Pancasila — 1 Oktober 2026.

Info

Hidup yang Berarti adalah Hidup yang Memberi

Dibuat oleh: Admin Rabu, 30 September 2026/19 Rabiul Akhir 1448 H Hidup bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa banyak manfaat yang bisa kita berikan. Terkadang, kebaikan yang sederhana—sebuah sedekah, membantu yang membutuhkan, atau berbagi kebahagiaan—menjadi jalan hadirnya manfaat besar bagi orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad) Mari jadikan rezeki yang Allah titipkan sebagai jalan untuk menebar kebaikan. Karena ketika kita memberi, mungkin yang berkurang adalah harta kita, tetapi yang bertambah adalah kebermanfaatan dan insyaAllah keberkahan dalam kehidupan.

Info

Belum Capai Nishob Zakat? Tenang, Anda Tetap Bisa Menjemput Keberkahan Lewat Infak!

Dibuat oleh: Admin Rabu, 30 September 2026/19 Rabiul Akhir 1448 H Islam adalah agama yang sangat indah dan adil. Dalam hal berbagi harta, Allah SWT tidak pernah membebani umat-Nya di luar batas kemampuan mereka. Banyak orang sering merasa berkecil hati ketika ingin berbagi rezeki, namun merasa hartanya belum mencapai nishob (batas minimum kepemilikan harta yang wajib dizakati). Padahal, pintu kebaikan dalam Islam tidak pernah tertutup rapat hanya karena harta kita belum mencapainya. Di sinilah infak hadir sebagai solusi yang luar biasa luas dan fleksibel. Zakat vs Infak: Apa Bedanya? Zakat: Bersifat wajib bagi harta yang telah mencapai batas tertentu (nishob) dan telah mengendap selama satu tahun (haul). Zakat memiliki aturan yang spesifik mengenai siapa saja yang berhak menerimanya (asnaf). Infak: Berasal dari kata an-faqa yang berarti mengeluarkan harta. Infak tidak mengenal nishob, tidak mengenal haul, dan tidak ada batasan nominal. Siapa saja, dengan berapapun nominal yang dimiliki, bisa berinfak kapan saja. Mengapa Infak Begitu Istimewa? Tanpa Batas Minimal: Anda memiliki uang sepuluh ribu rupiah, seratus ribu rupiah, atau bahkan sekadar berbagi makanan ringan? Semuanya bisa diinfakkan. Kuncinya adalah keikhlasan, bukan jumlahnya. Kapan Saja dan di Mana Saja: Tidak perlu menunggu setahun atau menunggu kaya raya. Saat rezeki sedang longgar—atau bahkan dalam kondisi sempit—infak tetap dianjurkan sebagai bentuk ketakwaan. Pembersih Harta dan Penolak Bala: Infak tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi penyejuk hati, mendatangkan keberkahan, serta melapangkan pintu rezeki kita sendiri. Jadi, jika saat ini harta Anda belum mencukupi untuk berzakat, jangan biarkan tangan Anda berhenti memberi. Jadikan infak sebagai kebiasaan harian kita. Ingatlah, Allah SWT tidak melihat seberapa besar jumlah yang Anda berikan, melainkan seberapa besar ketulusan dan kepedulian di balik pemberian tersebut. “Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang terbaik.” (QS. Saba’: 39) Sudahkah Anda berinfak hari ini?

Info

Pelan-Pelan, Tidak Apa-Apa

Dibuat oleh: Admin Selasa. 29 September 2026/18 Rabiul Akhir 1448 H  Tidak semua perjalanan harus ditempuh dengan cepat. Ada kalanya kita perlu berhenti sejenak, menarik napas, lalu melanjutkan langkah perlahan. Jangan merasa tertinggal hanya karena melihat orang lain sudah lebih jauh. Setiap orang memiliki perjalanan, ujian, dan waktunya masing-masing. Jika hari ini terasa berat, tidak apa-apa untuk berjalan pelan. Yang penting, jangan berhenti berharap kepada Allah. Percayalah, selama kita terus berusaha, berdoa, dan bersabar, setiap langkah kecil tetap memiliki nilai di hadapan-Nya. Pelan-pelan saja. Allah tahu kapan waktu terbaik untuk setiap doa dan perjuangan kita

Info

Jumat Datang, Saatnya Menambah Bekal Kebaikan

Dibuat oleh: Admin Jum’at. 25 September 2026/14 Rabiul Akhir 1448 H Hari Jumat adalah kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan kembali mengingat Allah. Mari isi hari yang mulia ini dengan memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, bershalawat, serta melakukan berbagai kebaikan. Jangan biarkan Jumat berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan. Sekecil apa pun sedekah yang kita berikan, jika dilakukan dengan ikhlas, dapat menjadi jalan hadirnya kebahagiaan bagi orang lain. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)

Info

Ayyamul Bidh: Tiga Hari, Setahun Pahala

Dibuat oleh: Admin Kamis, 24 September 2026/13 Rabiul Akhir 1448 H Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Amalan ini menjadi salah satu kesempatan bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah yang sederhana, tetapi memiliki keutamaan besar. Rasulullah ﷺ bersabda: “Puasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ayyamul Bidh bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ia adalah latihan untuk menahan hawa nafsu, memperkuat kesabaran, dan menjaga hati agar tetap dekat dengan Allah. Tiga hari mungkin terasa singkat, tetapi bisa menjadi jalan menuju pahala yang panjang. Jangan lewatkan Ayyamul Bidh

Info

Jangan Tunggu Punya Banyak untuk Berbuat Baik

Dibuat oleh: Admin Rabu, 23 September  2026/12 Rabiul Akhir 1448 H Sering kali kita merasa harus memiliki banyak terlebih dahulu untuk bisa berbagi. Padahal, kebaikan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Senyum, membantu sesama, berbagi makanan, meluangkan waktu, hingga bersedekah sesuai kemampuan adalah bentuk kebaikan yang memiliki nilai. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah dan jangan menunggu berlebih untuk berbagi. Mulailah dari apa yang kita punya, sekecil apa pun itu. Karena bisa jadi, sesuatu yang sederhana bagi kita menjadi sangat berarti bagi orang lain. “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

Info

Pelan-Pelan, Asalkan Tidak Berhenti

Dibuat oleh: Admin Senin, 21 September 2026 / 10 Rabiul Akhir 1448 H Dalam hidup, tidak semua perjalanan harus ditempuh dengan cepat. Ada kalanya kita berjalan perlahan, menghadapi kegagalan, merasa lelah, bahkan harus berhenti sejenak untuk menguatkan diri. Namun, jangan biarkan lambat membuat kita merasa tertinggal. Allah melihat setiap usaha yang kita lakukan. Bahkan langkah kecil yang terus dijaga dengan sabar bisa membawa kita jauh lebih dekat kepada tujuan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang paling kontinu, meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim) Maka, tidak perlu menunggu menjadi hebat untuk berbuat baik. Tidak perlu menunggu memiliki banyak untuk berbagi. Mulailah dari apa yang mampu kita lakukan hari ini. Sedikit, tetapi istiqamah. Pelan, tetapi terus melangkah. Sederhana, tetapi membawa manfaat. Sebab perjalanan menuju kebaikan bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang mau terus berjalan. Jangan berhenti menjadi lebih baik. Hari ini mungkin hanya satu langkah kecil, tetapi bisa menjadi awal dari perubahan besar.