
Dibuat oleh : Administrator
Jum’at, 12 Januari 2024
29 Jumadil Akhirah 1445 H
*SERI HADITS JUM"AT*
๐ *Termasuk Dosa Besar, Suka Mencela* ๐
โขโโโโโโขโ๏ทฝโโขโโโโโโข
Wasiat Nabi Shallallahu โalaihi wa salam kepadaย Abu Jurayyi Jabir bin Sulaim Radhiyallahu anhu :
ููุง ุชูุณูุจููููู ุฃูุญูุฏูุง ููุงูู ููู ูุง ุณูุจูุจูุชู ุจูุนูุฏููู ุญูุฑููุง ููููุง ุนูุจูุฏูุง ููููุง ุจูุนููุฑูุง ููููุง ุดูุงุฉู
_*โJanganlah engkau mencela seorangpun!โ Abu Jurayyi berkata, โMaka setelah itu aku tidak pernah mencela seorang yang merdeka, seorang budak, seekor onta, dan seekor kambingโ.*_
[HR. Abu Dawud, no: 4084; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]
๐บ *Faedah Hadits* : ๐บ
๐ฐ *1*- Termasuk keburukan yang dilakukan oleh lidah adalah mencela. Bahkan Imam adz-Dzahabi rahimahullah memasukkanย perbuatan suka mencela dalam daftar dosa-dosa besar. Beliau berkata, โDosa besar ke empatย puluh empat adalah orang yang banyak melaknat/ mencelaโ. [Al-Kabair, hal: 164]. Oleh karena itu sepantasnya seorang Mukmin menjauhinya,
๐ฐ *2*- Mencela di dalam bahasa Arab disebut dengan sabb (ุณูุจูู) atau sibรขb (ุณูุจูุงุจู)ย , artinya: memutuskan orang yang dicela dari kebaikan, atau menampakkan keburukan. [Lihat: Fathul Bรขri, 1/86; โUmdatul Qรขri, 1/278]
Juga disebut dengan laknat (ููุนูููุฉู), artinya secara bahasa adalah: menjauhkan dari kebaikan. [Lihat Syarah Shahih Bukhรขri, 8/374, karya Ibnu Baththal]
๐ฐ *3*- Seorang Muslim dan Mukmin memiliki kedudukan istimewa di hadapan Allรขh Azza wa Jalla , maka janganlah seseorang suka mencelanya, karena hal itu merupakan perbuatan kefasikan. Nabi Shallallahu โalaihi wa salam telah mengingatkan hal ini dengan sabdanya dalam hadits di bawah ini:
ุนููู ุฒูุจูููุฏู ููุงูู ุณูุฃูููุชู ุฃูุจูุง ููุงุฆููู ุนููู ุงููู ูุฑูุฌูุฆูุฉู ููููุงูู ุญูุฏููุซูููู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุฃูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงูู ุณูุจูุงุจู ุงููู ูุณูููู ู ููุณูููู ููููุชูุงูููู ููููุฑู
Dari Zubaid, dia berkata: โAku bertanya kepada Abu Wail tentang Murjiโah (satu kelompok yang berpendapat bahwa bahwa amal tidak termasuk iman, sehingga kemaksiatan tidak membahayakan iman-pen), maka dia berkata: Abdullah telah menceritakan kepadaku bahwa Nabi Shallallahu โalaihi wa salam bersabda: โMencela seorang Muslim merupakan kefasikan, dan memeranginya merupakan kekafiranโ. [HR. Al-Bukhรขri, no: 48; Muslim, no: 64; dll]
Jawaban Abu Wail dengan membawakan sabda Nabi Shallallahu โalaihi wa salam di atas sebagai bantahan kepada Murjiโah, yang mereka tidak menjadikan celaan kepada seorang Muslim sebagai kefasikan, dan memeranginya sebagai kekafiran. [Lihat Syarah Shahih Bukhรขri, 1/111, karya Ibnu Baththal]
๐ฐ *4*- Banyak melaknat bukanlah perangai seorang Mukmin, maka jika seseorang biasa mencela dan melaknat, dia harus menjauhkan dirinya dari sifat tersebut. Diriwayatkan dari โAbdullah bin Masโud Radhiyallahu anhu, Rasรปlullรขh Shallallahu โalaihi wa salam bersabda:
ููููุณู ุงููู ูุคูู ููู ุจูุงูุทููุนููุงูู ููููุง ุงููููุนููุงูู ููููุง ุงููููุงุญูุดู ููููุง ุงููุจูุฐููุกู
โSeorang Mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan pula orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannyaโย [HR. Tirmidzi, no. 1977; Ahmad, no. 3839 dan lain-lain]
Sumber : almanhaj.or.id
——————————————————
๐Yuk berikan sedekah terbaik dihari jum'at yang mulia ini:
Untuk berdonasi klik ๐๐ป
*pundisurga.id/*
๐ Info dan Konfirmasi:
*0878-3972-6984* (Admin)