
Dibuat oleh : Admin
Selasa, 6 Desember 2026 / 17 Rajab 1447 H
Dalam perjalanan hidup, manusia tidak pernah lepas dari berbagai keadaan: bahagia dan sedih, lapang dan sempit, berhasil dan diuji. Islam mengajarkan satu kunci agar hati tetap tenang dalam setiap kondisi, yaitu bersyukur. Syukur bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi sikap hati dan perbuatan yang mencerminkan kesadaran akan nikmat Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7)
Ayat ini menegaskan bahwa syukur adalah sebab bertambahnya nikmat. Bukan hanya nikmat materi, tetapi juga ketenangan hati, keberkahan hidup, dan kemudahan dalam menghadapi ujian.
Syukur memiliki tiga dimensi. Pertama, syukur dengan hati, yaitu mengakui bahwa semua nikmat berasal dari Allah. Kedua, syukur dengan lisan, dengan memperbanyak pujian kepada Allah seperti mengucap Alhamdulillah. Ketiga, syukur dengan perbuatan, yaitu menggunakan nikmat sesuai dengan ridha-Nya.
Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam bersyukur. Meski dosa-dosanya telah diampuni, beliau tetap beribadah dengan sungguh-sungguh. Ketika ditanya oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menjawab:
“Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang bersyukur akan memandang hidup dengan penuh harapan. Ia tidak mudah mengeluh, karena fokus pada apa yang dimiliki, bukan pada apa yang hilang. Dengan syukur, hati menjadi lapang, pikiran jernih, dan jiwa lebih dekat kepada Allah. Sebaliknya, kufur nikmat membuat seseorang mudah merasa kurang, meski telah memiliki banyak hal. Inilah sebabnya mengapa syukur bukan tentang banyaknya nikmat, tetapi tentang cara memandang nikmat.
Syukur tidak hanya diwujudkan saat menerima kesenangan, tetapi juga saat menghadapi ujian. Dalam kesulitan, syukur hadir dengan keyakinan bahwa setiap takdir Allah mengandung hikmah dan kebaikan. Dengan syukur, ujian terasa lebih ringan dan sabar pun semakin kuat. Hidup akan terasa indah bila dihiasi dengan syukur. Bersyukur menjadikan kita lebih dekat dengan Allah, lebih damai dengan diri sendiri, dan lebih peduli terhadap sesama. Mari belajar untuk senantiasa bersyukur, dalam keadaan lapang maupun sempit, agar hidup kita penuh keberkahan dan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.