
Dibuat oleh : Admin
Rabu, 21 Januari 2026 / 2 Sya’ban 1447 H
Waktu adalah nikmat yang sering terlewat tanpa disadari. Hari demi hari berlalu, sementara usia terus berkurang. Islam mengajarkan agar seorang muslim tidak menunda amal kebaikan, karena tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan menjemputnya. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bersegeralah kalian beramal sebelum datang tujuh perkara…” lalu beliau menyebutkan di antaranya kefakiran yang melalaikan, sakit yang melemahkan, usia tua, kematian, dan fitnah yang menyesatkan. (HR. At-Tirmidzi)
Hadits ini menjadi peringatan bahwa banyak penghalang yang dapat memutus kesempatan beramal. Selama kesehatan masih ada, waktu masih lapang, dan hati masih hidup, itulah saat terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.
Allah ﷻ juga berfirman:
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu…”
(QS. Al-Munafiqun: 10)
Ayat ini menggambarkan penyesalan orang yang menunda amal ketika kematian telah datang. Saat itu, keinginan untuk bersedekah dan berbuat baik tidak lagi bermanfaat. Maka, marilah kita manfaatkan setiap kesempatan untuk beramal shalih: menjaga shalat, memperbanyak dzikir, menolong sesama, serta bersedekah sesuai kemampuan. Amal yang ikhlas, meski kecil, lebih bernilai di sisi Allah daripada niat besar yang terus ditunda. Sebelum waktu habis dan kesempatan tertutup, beramallah. Karena kelak, yang menemani kita di alam kubur bukanlah harta dan jabatan, melainkan amal shalih yang telah kita lakukan.