
Dibuat oleh : Admin
Senin, 15 Desember 2025 / 24 Jumadil Akhir 1447 H
Dalam pandangan Islam, bencana alam bukan sekadar peristiwa alam, melainkan bagian dari ketetapan Allah ﷻ yang mengandung hikmah. Allah berfirman, “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155).
Bencana bisa menjadi ujian keimanan, peringatan agar manusia kembali kepada Allah, sekaligus sarana penghapus dosa bagi orang-orang yang bersabar. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sikap seorang muslim saat bencana adalah memperkuat iman, sabar, dan tawakal, serta tidak saling menyalahkan. Di saat yang sama, Islam mendorong umatnya untuk saling menolong, membantu korban, dan meringankan penderitaan sesama sebagai wujud ukhuwah dan kepedulian.
Dengan demikian, bencana alam menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki akhlak, dan memperkuat solidaritas kemanusiaan.