Info

Sumpah Pemuda: Menjaga Persatuan, Menebar Kebermanfaatan

Dibuat oleh: Admin Rabu, 28 Oktober 2026/17 Jumadil Ula 1448 H Sumpah Pemuda mengajarkan kepada kita bahwa kekuatan sebuah bangsa lahir dari persatuan. Para pemuda pada 28 Oktober 1928 telah menunjukkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk melangkah bersama. Semangat tersebut tetap relevan hingga hari ini, mengingatkan kita bahwa membangun Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi tanggung jawab setiap anak bangsa. Bagi kita sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang zakat, infak, dan sedekah, semangat Sumpah Pemuda juga dapat diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama. Ketika masyarakat saling membantu, berbagi rezeki, dan hadir bagi mereka yang membutuhkan, sesungguhnya kita sedang membangun persatuan dalam bentuk yang nyata. Sebuah sedekah mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika dilakukan bersama-sama, ia mampu menghadirkan harapan dan menguatkan kehidupan banyak orang. Momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa menjadi bagian dari Indonesia berarti memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Mari kita tumbuhkan semangat untuk tidak hanya bertanya, “Apa yang bisa saya dapatkan?”, tetapi juga “Apa yang bisa saya berikan?” Sebab bangsa yang kuat bukan hanya dibangun oleh generasi yang cerdas dan berprestasi, tetapi juga oleh generasi yang memiliki kepedulian, empati, dan semangat untuk memberi manfaat. Mari jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai energi untuk terus bergerak dalam kebaikan. Dengan persatuan, kepedulian, dan gotong royong, kita dapat menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. Karena setiap kebaikan yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari ikhtiar untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, berdaya, dan penuh keberkahan. Dari persatuan lahir kekuatan, dari kepedulian lahir kebermanfaatan.