Info

Berbuat Baik Di Awal Tahun : Kecil Di Mata Manusia, Besar Di sisi Allah

Selasa, 8 Juli 2025 / 12 Muharram1447 H Dibuat oleh : Admin Beberapa waktu yang lalu kita telah merayakan tahun baru hijriyah, Muharram membuka lembaran baru dalam perjalanan hidup seorang Muslim. Saat kalender Islam memasuki tahun 1447 H, ini bukan sekadar pergantian angka, melainkan momen penting untuk refleksi, evaluasi, dan memulai langkah baru yang lebih bermakna. Di antara banyak amalan yang bisa dilakukan di awal tahun ini, salah satu yang paling ringan namun penuh keberkahan adalah berbuat baik, sekecil apa pun itu. Terkadang kita merasa bahwa suatu amal hanya bernilai jika besar, tampak oleh banyak orang, atau mendapat pengakuan. Padahal, dalam pandangan Allah, bukan ukuran dunia yang menentukan nilai sebuah amal, melainkan niat dan ketulusan hati. Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, walau hanya sekadar bertemu saudaramu dengan wajah yang cerah.” (HR. Muslim) Senyum yang tulus, mengucapkan salam dengan ikhlas, membantu orang tua menyebrang, mentransfer sedekah Rp10.000 di awal bulan, atau menahan diri dari berkata buruk di media sosial—semua itu mungkin tampak kecil, tapi sangat besar nilainya di sisi Allah ﷻ. Bulan Muharram disebut sebagai salah satu dari empat bulan suci dalam Islam. Di bulan ini, amal kebaikan lebih dicintai dan dilipatgandakan pahalanya. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beramal pada bulan-bulan haram lebih besar dosanya dan lebih besar pula pahalanya.” (Tafsir Ibnu Katsir) Maka, memanfaatkan awal Muharram untuk berbuat baik adalah langkah yang cerdas dan berpahala. Ia menjadi awal yang bersih untuk hati yang ingin lebih dekat kepada Allah. Kebaikan sejati adalah yang dilakukan dengan ikhlas, tanpa berharap pujian atau balasan dari makhluk. Karena yang menilai amal bukan manusia, tetapi Allah ﷻ, Dzat yang Maha Mengetahui isi hati. “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan hartamu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amalmu.” (HR. Muslim) Bahkan amal yang tidak disadari orang lain bisa menjadi penentu keberuntungan akhirat, karena itulah amal yang benar-benar dilakukan hanya karena-Nya. Dari uraian diatas menjelaskan kepada kita bahwa Tidak perlu menunggu kaya, terkenal, atau punya jabatan untuk berbuat baik. Mulailah dari hal-hal kecil: menolong, mendoakan, menasihati dengan lembut, atau bahkan diam agar tidak menyakiti. Semuanya tercatat rapi oleh Allah, dan bisa jadi menjadi tiket kita ke surga.