Info

Pentingnya Kesejahteraan Seorang Guru

Dibuat oleh : Admin Dipost          : Kamis, 1 Agustus 2024 / 26 Muharram 1446 H Seorang guru adalah pendidik generasi penerus bangsa yang memiliki tugas utama memberi pendidikan dan bimbingan kepada siswa pada jenjang pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pekerjaan menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan menyerap seluruh kekuatan fisik maupun mental. Hal tersebut dikarenakan, hampir seluruh waktu dihabiskan oleh guru dengan para siswanya di dalam ruang kelas atau di dalam media pembelajaran terkait kegiatan belajar mengajar. Namun, pengabdian yang diberikan oleh seorang guru nampaknya tidak setara dengan tingkat kesejahteraan guru yang tergolong masih rendah pada saat ini, terutama bagi guru honorer. Rasulullah SAW bersabda : رواه الخطيب البغدادي عن جابر .أكْرِمُوا العُلَمَاءَ فإنَّهُمْ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ، فَمَنْ أكرَمَهُمْ فَقَدْ أَكْرَمَ الله وَرَسُولَهُ :وقال صلى الله عليه وسلم” Artinya: “Hendaklah kamu semua memuliakan para ulama (guru) karena mereka itu adalah pewaris para nabi. Maka, siapa memuliakan mereka, berarti memuliakan Allah dan rasulNya”. (HR Al Khatib Al Baghdadi dari Jabir ra., Kitab Tanqihul Qaul) Bagi seorang guru, kesejahteraan merupakan suatu hal yang mendasar, karena dengan kesejahteraan yang memadai itulah yang mampu mendongkrak peningkatan mutu pendidikan dalam proses belajar mengajar. Para guru akan dapat mengajar para siswa dengan sangat baik tanpa membedakan status siswa, semua siswa dididik dan dibina dengan sepenuh hati sehingga menjadi siswa yang cerdas, berkualitas, dan bertanggung jawab. Hal itu menunjukkan bahwa guru ikut bertanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dimasa depan melalui pendidikan. Namun pada saat ini hal tersebut belum dapat terwujud sepenuhnya dalam lingkungan kehidupan seorang guru, dikarenakan kesejahteraan  guru yang masih belum merata, kehidupan guru di desa tidak sama dengan kehidupan seorang guru di kota. Perlu kita ketahui bersama bahwasanya kesejahteran merupakan hal yang penting bagi semua guru, kesejahteraan guru mampu meningkatkan motivasi, semangat kerja, serta meningkatkan sikap loyalitas guru terhadap sekolah dan peserta didiknya. Maka dari itu, hendaknya para guru diberikan kesejahteraan dan kompensasi secara maksimal, terutama untuk mempertahankan guru yang memiliki kemampuan dan bakat yang baik dalam kegiatan belajar mengajar. Pentingnya kesejahteraan agar dapat meningkatkan taraf kehidupan guru yang lebih baik serta menerima pendapatan yang layak, sehingga dapat menjadi sebuah motivasi bagi seorang guru agar lebih bersemangat dan maksimal dalam mengemban tugas untuk mengajar generasi penerus bangsa. Dalam hal  ini sangat diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dan lembaga-lembaga terkait. Semua kekuatan tersebut akan mempercepat mewujudkan kesejahteraan guru, terutama kesejahteraan bagi guru honorer. Banyak kisah-kisah hebat para ulama tentang kegigihannya dalam belajar saat duduk di bangku pendidikan. Dengan kesungguhan dan ketekunannya dalam belajar, akhirnya bisa menjadikan dirinya ulama hebat yang sukses dalam dunia keilmuan. Bahkan tidak sedikit juga yang melahirkan banyak karya-karya yang bisa dinikmati dan dibaca hingga saat ini. Namun demikian, sekadar mencukupkan “belajar” pada dasarnya tidak akan cukup jika tidak disertai dengan adab memuliakan guru-gurunya. Seorang murid sudah seharusnya tidak tertipu dengan kegigihan dan ketekunannya dalam belajar, hingga lupa untuk memuliakan gurunya. Karena itu, para ulama sejak zaman dahulu selalu berpesan perihal pentingnya memuliakan guru. Memuliakan guru merupakan bagian dari memuliakan ilmu itu sendiri, dan orang yang tidak memuliakan gurunya, sama halnya dia tidak memuliakan ilmu yang sedang ia tekuni, dan siapa saja yang tidak memuliakan ilmunya, maka sampai kapan pun ia tidak akan mendapatkan ilmu. Hal ini sebagaimana nasihat yang disampaikan oleh Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi, dalam salah satu kitabnya ia mengatakan: كُنْ مُوَقِّرًا لِمُعَلِّمِكَ مُعَظِّمًا لَهُ، فَاِنَّ تَعْظِيْمَهُ مِنْ تَعْظِيْمِ الْعِلْمِ. وَلاَ يَنَالُ الْعِلْمَ اِلاَّ بِتَعْظِيْمِهِ وَتَعْظِيْمِ أَهْلِهِ، وَكُنْ مُعْتَقِدًا أَيْضَا أَهْلِيَتَهُ وَرُجْحَانَهُ عَلىَ مَنْ كَانَ فِي طَبَقَتِهِ Artinya, “Jadilah kamu orang yang memuliakan serta mengagungkan pada gurumu. Karena sungguh, memuliakannya merupakan bagian dari memuliakan ilmu. Tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan memuliakan ilmu dan memuliakan orang yang berilmu. Dan, jadilah kamu orang yang yakin pada kapasitas dan keunggulannya pada orang yang ada pada masanya.” (Syekh Syatha, Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: tt], halaman 170). Dapat kita pahami bersama bahwa rendahnya tingkat kesejahteraan guru tentunya juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi rendahnya kinerja guru dalam mengajar sehingga kualitas pendidikan di dalam negeri ikut menurun. Guru adalah faktor penentu keberhasilan pendidikan dan pengajaran merupakan titik utama pada pendidikan sebagai cermin kualitas, guru memberikan jasa yang sangat besar pada kualitas pendidikan. Kesejahteraan guru menjadi suatu harapan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan sepeprti dengan pendapatan yang layak. Sejauh mana pemerintah dalam melakukan pemberian pendapatan yang layak untuk para pendidik juga sangat menentukan kualitas pendidikan Maka dari itu, untuk kesejahteraan guru, langkah yang perlu dilakukan ialah dengan memberikan pendapatan yang layak sesuai dengan tingkat kinerja yang pantas dan sesuai. Mutu pendidikan akan sulit meningkat jika program pendidikan telah dibuat sebaik mungkin, namun tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru. Mari bersama-sama kita berusaha untuk memberikan kesejahteraan kepada guru-guru kita agar generasi penerus bangsa tetap mendapatkan pendidikan secara maksimal. Sehingga kelak Indonesia bisa menjadi negara maju sehingga bisa melebihi negara-negara maju di Eropa saat ini dan membawa syiar yang baik untuk kehidupan di dunia maupun akhirat. Wallahu a’lam.