Adab Yang Dianjurkan Kepada Anak Yatim
Dibuat Oleh : Administrator Rabu, 17 Juli 2024 / 11 Muharram 1446 H Anak Yatim atau seorang anak yang telah ditinggal wafat oleh ayahnya sebelum dia menginjak masa baligh atau puber ini tercatat dalam beberapa ayat di Al-Qur’an, sehingga bisa disimpulkan bahwa perhatian dan kedudukannya pun besar dalam sudut pandang Agama Islam. Karena telah kehilangan sosok orang tua sebagai panutan dan pembimbing itulah yang membuat mereka perlu diberikana perhatian lebih daripada anak anak yang lain. Sebagai umat muslim, tentu kita memiliki adab yang diajarkan serta kewajiban dalam berperilaku terhadap mereka. Orang-orang yang tulus dan ikhlas memberikan perhatian dan perlindungan kepada mereka akan diberikan balasan baik oleh Allah SWT. Sebaliknya, orang-orang yang tidak segan kasar dan berperilaku buruk kepada mereka, akan yang diberikan hukuman yang setimpal oleh Allah SWT. Dari berbagai keterangan didalam ayat Al-Qur’an dan sunnah dari Rasulullah SAW, bisa disimpulkan bahwa mereka adalah anak-anak istimewa yang harus diperlakukan dengan baik. Al-Qur’an juga telah menjelaskan perintah dan kewajiban para umat muslim dalam menyantuni dan memelihara mereka dengan kasih sayang yang tulus dan ikhlas. Berikut ini beberapa adab yang wajib dilakukan oleh para umat muslim kepada anak-anak yatim yang diantaranya adalah Berbuat Baik Di dalam surat An-Nisa ayat 36 tertulis ۞ وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” QS.An Nisa (36). Dalam ayat tersebut bisa disimpulkan bahwa umat muslim harus selalu berbuat baik kepada anak-anak yatim. Berbuat baik yang dimaksud yaitu memberikan ketenangan dan kesejahteraan bagi hidup anak-anak tersebut. Memperlakukan mereka dengan baik akan membantu meringankan beban serta meningkatkan semangat hidup anak-anak yatim tersebut. perlakukan anak-anak tersebut dengan baik, jangan sekali pun menghina maupun menghardik mereka dengan kata-kata kasar, karena diusianya yang masih belia tersebut, mereka sangat membutuhkan kasih sayang dari orang-orang di sekelilingnya. Untuk tetap semangat dalam menjalani hidup dan tidak merasa sendirian meskipun telah ditinggal oleh orang tuanya. Memuliakan Mereka Kewajiban para umat muslim kepada anak-anak yatim tidak hanya sebatas berperilaku baik saja. Sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Fajr ayat 17 yang tertulis : كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙ “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.” (Al-Fajr: 17) Pernyataan dari surat Al-Fajr ayat 17 tersebut bisa disimpulkan bahwa memuliakan anak-anak yatim juga menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh sesama umat muslim. Dilarang keras menghina, apalagi merendahkan mereka, serta mengeluarkan kata-kata kasar (menghardik) yang menyinggung perasaan mereka. Karena perbuatan tersebut paling tidak disukai oleh Allah SWT, terlebih lagi perilaku kasar yang disertai dengan memukul. Tentunya perilaku tersebut sangat dilarang karena dapat membuat mereka semakin merasa terpuruk dan kehilangan keceriaannya. Jika, hal tersebut dilakukan oleh orang-orang di sekelilingnya kemungkinan yang terjadi akan mengganggu kondisi psikisnya. Sehingga mereka memiliki kecenderungan menyendiri dan merasa sangat terpuruk. Padahal mereka adalah golongan anak yang membutuhkan uluran tangan dan kepedulian dari orang-orang di sekitarnya. Mengurus Secara Patut Dan Adil Sebagai orang tua asuh atau orang-orang yang bertanggung jawab mengelola panti asuhan, harus mengurus mereka secara patut dan adil. Dengan begitu, anak-anak tersebut akan hidup dengan baik dan tidak terlantar. Penting diingat bahwa anak-anak yatim juga mempunyai hak untuk hidup dengan sebaik-baiknya seperti anak-anak lain. Jadi, ketika seseorang menjadi orang tua asuh tidak diperkenankan memberikan kasih sayang yang berbeda kepada mereka. Tidak Membedakan Dan Menganggap Mereka Seperti Saudara Allah SWT juga memerintahkan umat muslim agar selalu peduli kepada anak-anak yatim, serta tidak membedakan mereka dan menganggapnya seperti saudara sendiri. Sikap seperti ini dilakukan agar mereka merasa diterima dan tidak diasingkan sehingga merasa orang-orang di sekelilingnya sayang kepada dirinya. contoh sikap tidak membedakan salah satunya adalah memberikan kasih sayang yang sama dan adil antar anak. Misalnya, anak kandung diberikan baju baru yang mahal berarti kita sebagai orang tua asuh juga harus membelikan mereka baju yang sama. Memberi santunan Tidak semua anak-anak yatim hidup berkecukupan dan memiliki harta warisan yang cukup dari orang tuanya. Sebagian banyak yang hidup miskin dan kurang layak sehingga mereka membutuhkan uluran tangan dari orang-orang berhati mulia. Memberikan santunan kepada anak-anak yatim menjadi sebuah kewajiban bagi umat muslim yang berkecukupan dan memiliki kondisi ekonomi yang mapan. Oleh karena itu, bagi orang-orang kaya yang belum siap menjadi orang tua asuh disarankan untuk memberikan santunan kepada mereka. Seperti yang tertulis di Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah ayat 177 yang berbunyi : .. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim.” (Al-Baqarah: 177) Di dalam surat Al-Baqarah ayat 177 tersebut bisa disimpulkan bahwa Allah SWT memerintahkan semua umat muslim, untuk memberikan santunan kepada anak-anak kurang beruntung. Melindungi Harta Anak Yatim Ketika mereka memiliki harta warisan dari peninggalan orang tuanya, sebagai sesama umat muslim terutama bagi yang memiliki sifat amanah. Wajib memelihara dan melindungi harta benda tersebut dan dilarang keras mengambilnya. Jika, hal tersebut dilakukan akan menjadi dosa jika dengan sengaja menggunakan atau mengambil harta yang bukan haknya. Bahkan di dalam Al-Qur’an telah ditegaskan mengenai larangan mendekati dan mengambil harta mereka, yang tertulis dalam surat Al-Israa ayat 34 yang berbunyi: وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗۖ وَاَوْفُوْا بِالْعَهْدِۖ اِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْـُٔوْلًا “Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik..” (Al-Israa’: 34) Diantara kelompok orang-orang yang lemah (kaum dhuafa), anak-anak yatim selalu menjadi urutan nomor satu. Demikian lah Beberapa adab yang diajarkan kepada kita melalui firman Allah maupun tauladan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yang mana apabila kita menjalankan adab-adab tersebut pasti memiliki keutamaan disisi Allah dan Rasulnya.