Info

Keutamaan Bagi Orang Yang Memuliakan Anak Yatim

Dibuat Oleh : Administrator Selasa, 16 Juli 2024 / 10 Muharram 1446 H Agama islam sangat memuliakan kedudukan anak yatim karena menjadi satu golongan yang pertama diantara orang-orang lemah yang paling berhak mendapat pertolongan. Perlu kita pahami bersama alasan mengapa didalam agama islam sangat memuliakan anak yatim karena jika kita lihat dalam realitanya ketika anak-anak yang berasal dari keluarga yang lengkap bisa menghabiskan waktu dan bersenda gurau bersama orang tua mereka,bisa mendapatkan perlindungan dan dukungan dari orang tua mereka, anak-anak yatim tidak pernah sekalipun merasakan hal yang sama karena orang tua mereka telah lebih dulu kembali kehadapan Allah SWT. Sehingga tidak heran apabila  banyak sekali anjuran yang diajarkan kepada kita untuk berbuat baik terhadap anak yatim. Seperti dalam hadits yang disampaikan oleh Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. al-Bukhari). Hadits tersebut bermakna bahwa orang-orang yang memberikan santunan kepada anak yatim memiliki kedudukan yang tinggi sesuai dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga kelak. Makna dari hadits diatas diperkuat oleh firman Allah SWT dalam QS. Al Maun : أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3) فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ  (7 Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’  dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al Maun: 1-7). Dari QS. Al Maun dapat kita pahami bersama bahwa apabila kita menghardik anak yatim  maka kita akan termasuk kedalam golongan orang-orang yang mendustakan agama. Naudzubillahi mindzalik. Lalu bagaimana cara kita untuk memuliakan anak yatim agar kita bisa dekat dengan Rasulullah diakhirat kelak? Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam memuliakan anak yatim seperti : Mengurus dan memelihara mereka Dengan kata lain, kita tidak boleh membiarkan kehidupan anak yatim ini terlantar dan menderita dengan membantu untuk memenuhi segala kebutuhan lahir maupun batin. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 220 dalam hal mengurus anak yatim: فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ Artinya: “Tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Baqarah: 220). Memberikan kasih sayang Sebagai umat islam, sudah seharusnya bagi kita untuk menyebarkan kasih sayang terutama kepada kaum dhuafa dan anak yatim, karena mereka tidak merasakan peran orang tua dalam kehidupan sehingga wajib bagi kita untuk memberikan kasih sayang seperti kasih sayang orang tua kepada anaknya. Hal ini disebutkan dalam QS. An-Nisa ayat 8 yang berbunyi  : وَاِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ اُولُوا الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنُ فَارْزُقُوْهُمْ مِّنْهُ وَقُوْلُوْا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا Artinya: “Apabila (saat) pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, berilah mereka sebagian dari harta itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” Menyantuni dan memberi nafkah Cara kita memuliakan anak yatim dengan cara menyantuni dan menafkahi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dalam berbagai bentuk seperti berupa uang tunai, fasilitas fasilitas pendidikan dan makanan yang dibutuhkan oleh setiap manusia, hal ini Allah sebutkan dalam firmannya di surah Al-Balad ayat 14 dan 15 : اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ Artinya: “(kepada) anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan, atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan” (Al-Balad: 14-15). Beberapa cara diatas dapat kita terapkan   dalam syiar memuliakan anak yatim, sesuai dengan anjuran dari nabi besar kita Muhammad SAW. Sehingga harapanya kita bisa mendapatkan kemuliaan diakhirat kelak serta masuk kedalam golongan orang orang mukmin yang dekat dengan Rasulullah Muhammad SAW disurga kelak. Amiin Allahuma Amin.